#Ekonomi#IlmuManagament#Entrepener#Kewirausahawan
Entrepreneur dan Network
π " Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan penelitian mengenai entrepreneurship maka entreprenurship adalah
“…the attempt to create value through recognition of business opportunity, the management of risk-taking appropriate to the opportunity and through the communicative and management skills to mobilize human, financial and material resources neccessary to bring a project fruition”.
✍️ Hisrich, Peters dan Sheperd (2010:6) menambahkan,
“entrepreneurship is the process of creating something new with value by devoting the necessary time and effort; assuming the accompanying financial, psychic and social risks and uncertainties; and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction”.
" Sehingga tugas sebagai entrepreneur adalah melihat peluang, mengendalikan sumber daya manusia dan sumber daya alamnya untuk mencapai tujuan dan mengubah peluang yang ada menjadi sesuatu yang nyata (tangible)" .✔️
✍️ Bessant & Tidd (2007) merumuskan tingkatan atau tahap-tahap dalam merintis usaha baru, yaitu :
✔️Menilai peluang untuk rintisan usaha baru;
dengan melakukan menghasilkan, mengevaluasi konsep bisnis.
✔️Mengembangkan business plan dan memutuskan struktur usaha.
✔️Memperoleh sumber daya dan menemukan yang penting untuk diimplementasi; termasuk dukungan dari ahli-ahli dan partner yang potensial.
✔️Menumbuhkan dan panen usaha; bagaimana menciptakan dan mengintisarikan nilai-nilai dari bisnis.
π " Semakin tidak sempurnanya pasar maka semakin besar opportunity".
π "Semakin besar tingkat diskontinuitas dan kekacauan maka semakin besar opportunity".
π "Semakin tidak konsistennya pelayanan dan kualitas, maka semakin
besar opportunity" .
✍️ Penelitian Zhang & Yang (2006: 166), Sidharta & Sidh (2013) serta Hadian et al., (2015) menyatakan bahwa,
" terdapat korelasi antara opportunity dan entrepreneurial intention yang berpengaruh secara signifikan positif.
Hal tersebut menunjukkan bahwa orang-orang tidak akan memiliki entrepreneurial intention sebelum mereka menyadari sebuah opportunity" .
✍️ Menurut Awais ahmad tipu & Arain (2010: 538),
" networking adalah suatu kegiatan yang berorientasi pada pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam membangun dan mengelola hubungan pribadi dengan individu tertentu dalam lingkungan mereka" .
✍️ " Networks secara prinsip bergantung pada kontak secara interpersonal yang dibentuk dalam berbagai cara (Large et al, 2007)" .
✍️ " Kualitas diukur oleh kemampuan anggota network untuk memberikan informasi yang kaya.
Semakin besar keanekaragaman".
✍️ (Aldrich & Zimmer, 1986),
" semakin banyak network yang berisi ahli daripada rekan-rekan yang terhubung."
✍️ (Large et al, 2007), dan semakin banyak saluran informasi yang ditawarkan, maka entrepreneurial team akan menyerap informasi lebih baik lagi dan kualitas network semakin kuat.
✍️ Premaratne (2002: 108) telah mengidentifikasi tiga aspek dari network dan networking, yaitu :
✔️ Determinants (hal yang menentukan). π Determinants dalam usaha skala kecil,
yaitu sosial, komunikasi, bisnis dan moral;
✔️ Link (penghubung).
πLink diantara hubungan, yaitu formal-informal, voluntary-compulsory (sukarela-wajib) dan secara langsung-tidak langsung,
✔️ Objectives (tujuan).
π Objectives dari networking tersebut bergantung dari usaha yang dijalankan.
✍️ Premaratne (2002: 109) pada Gambar diatas, elemen-elemen network dijelaskan dalam uraian sebagai berikut :
✔️ The Determinants
π Determinants dibagi menjadi empat, yaitu: social, communication,
business dan moral.
π " Social networks dibentuk melalui teman, keluarga dan kenalan-kenalan baru" .
π " Social networks dapat dibentuk melalui event-event yang diselenggarakan BCCF, pelatihan-pelatihan, partisipasi komunitas dalam sebuah program/events ".
π " Social networks tersebut untuk membentuk interaksi antar individu dan membuka opportunity untuk communication" .
✔️Links
π Links merupakan salah satu faktor yang menjelaskan struktur network, terdiri dari: formal dan informal, direct dan indirect, compulsory dan voluntary.
✔️Objectives
π Dari keseluruhan tujuan yang ada, tujuan yang paling utama adalah information.
π " Tanpa informasi, ketersediaan potensi-potensi dan opportunity tidak akan terungkap " .
π " Selain itu, memperkaya pengetahuan (knowledge) merupakan tujuan yang penting juga" .
π " Ketika komunitas- komunitas saling terhubung dan semakin banyak informasi mengalir, maka penambahan pengetahuan akan semakin luas" .
π" Mendapatkan timbal balik (feedback) dari eksternal juga merupakan salah satu tujuan dari networking" .
Premaratne (2002: 133) menggolongkan network menjadi tiga jenis, yaitu:
✔️social network;
✔️ business-focused network; dan ✔️strategic network.
✍️ (Preamaratne, 2002: 133) menyatakan bahwa terdapat tiga tahap, yaitu:
✔️ tahap entrepreneur mengidentifikasi opportunity dan pengembangan ide;
✔️ tahap start-up bisnis; dan
✔️ tahap bisnis yang sedang
berlangsung.
✍️ Operasional variabel dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut;
1. Networking
✍️ " Kemampuan entrepreneur dalam membangun dan mengembangkan jaringan dan kemampuan interpersonal yang
sangat baik, dan dapat merasakan opportunity bisnis" (Abdullah et al., 2009)
2) Social networking
✍️ " Social Networking yang terbentuk menyediakan informasi, dukungan, kontak dan kredibilitas bagi entrepreneur " (Premaratne, 2002)
3) Anggota dan peran individu
✍️ " Anggota dan Peran Individu dalam networks dapat berubah-ubah ".(Premaratne, 2002)
4) Faktanya, pengusaha mendapatkan manfaat-manfaat dari hubungan network melalui berbagai cara (Larson dalam Premaratne, 2002)
Entrepreneur dan Network
π " Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan penelitian mengenai entrepreneurship maka entreprenurship adalah
“…the attempt to create value through recognition of business opportunity, the management of risk-taking appropriate to the opportunity and through the communicative and management skills to mobilize human, financial and material resources neccessary to bring a project fruition”.
✍️ Hisrich, Peters dan Sheperd (2010:6) menambahkan,
“entrepreneurship is the process of creating something new with value by devoting the necessary time and effort; assuming the accompanying financial, psychic and social risks and uncertainties; and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction”.
" Sehingga tugas sebagai entrepreneur adalah melihat peluang, mengendalikan sumber daya manusia dan sumber daya alamnya untuk mencapai tujuan dan mengubah peluang yang ada menjadi sesuatu yang nyata (tangible)" .✔️
✍️ Bessant & Tidd (2007) merumuskan tingkatan atau tahap-tahap dalam merintis usaha baru, yaitu :
✔️Menilai peluang untuk rintisan usaha baru;
dengan melakukan menghasilkan, mengevaluasi konsep bisnis.
✔️Mengembangkan business plan dan memutuskan struktur usaha.
✔️Memperoleh sumber daya dan menemukan yang penting untuk diimplementasi; termasuk dukungan dari ahli-ahli dan partner yang potensial.
✔️Menumbuhkan dan panen usaha; bagaimana menciptakan dan mengintisarikan nilai-nilai dari bisnis.
π " Semakin tidak sempurnanya pasar maka semakin besar opportunity".
π "Semakin besar tingkat diskontinuitas dan kekacauan maka semakin besar opportunity".
π "Semakin tidak konsistennya pelayanan dan kualitas, maka semakin
besar opportunity" .
✍️ Penelitian Zhang & Yang (2006: 166), Sidharta & Sidh (2013) serta Hadian et al., (2015) menyatakan bahwa,
" terdapat korelasi antara opportunity dan entrepreneurial intention yang berpengaruh secara signifikan positif.
Hal tersebut menunjukkan bahwa orang-orang tidak akan memiliki entrepreneurial intention sebelum mereka menyadari sebuah opportunity" .
✍️ Menurut Awais ahmad tipu & Arain (2010: 538),
" networking adalah suatu kegiatan yang berorientasi pada pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam membangun dan mengelola hubungan pribadi dengan individu tertentu dalam lingkungan mereka" .
✍️ " Networks secara prinsip bergantung pada kontak secara interpersonal yang dibentuk dalam berbagai cara (Large et al, 2007)" .
✍️ " Kualitas diukur oleh kemampuan anggota network untuk memberikan informasi yang kaya.
Semakin besar keanekaragaman".
✍️ (Aldrich & Zimmer, 1986),
" semakin banyak network yang berisi ahli daripada rekan-rekan yang terhubung."
✍️ (Large et al, 2007), dan semakin banyak saluran informasi yang ditawarkan, maka entrepreneurial team akan menyerap informasi lebih baik lagi dan kualitas network semakin kuat.
✍️ Premaratne (2002: 108) telah mengidentifikasi tiga aspek dari network dan networking, yaitu :
✔️ Determinants (hal yang menentukan). π Determinants dalam usaha skala kecil,
yaitu sosial, komunikasi, bisnis dan moral;
✔️ Link (penghubung).
πLink diantara hubungan, yaitu formal-informal, voluntary-compulsory (sukarela-wajib) dan secara langsung-tidak langsung,
✔️ Objectives (tujuan).
π Objectives dari networking tersebut bergantung dari usaha yang dijalankan.
✍️ Premaratne (2002: 109) pada Gambar diatas, elemen-elemen network dijelaskan dalam uraian sebagai berikut :
✔️ The Determinants
π Determinants dibagi menjadi empat, yaitu: social, communication,
business dan moral.
π " Social networks dibentuk melalui teman, keluarga dan kenalan-kenalan baru" .
π " Social networks dapat dibentuk melalui event-event yang diselenggarakan BCCF, pelatihan-pelatihan, partisipasi komunitas dalam sebuah program/events ".
π " Social networks tersebut untuk membentuk interaksi antar individu dan membuka opportunity untuk communication" .
✔️Links
π Links merupakan salah satu faktor yang menjelaskan struktur network, terdiri dari: formal dan informal, direct dan indirect, compulsory dan voluntary.
✔️Objectives
π Dari keseluruhan tujuan yang ada, tujuan yang paling utama adalah information.
π " Tanpa informasi, ketersediaan potensi-potensi dan opportunity tidak akan terungkap " .
π " Selain itu, memperkaya pengetahuan (knowledge) merupakan tujuan yang penting juga" .
π " Ketika komunitas- komunitas saling terhubung dan semakin banyak informasi mengalir, maka penambahan pengetahuan akan semakin luas" .
π" Mendapatkan timbal balik (feedback) dari eksternal juga merupakan salah satu tujuan dari networking" .
Premaratne (2002: 133) menggolongkan network menjadi tiga jenis, yaitu:
✔️social network;
✔️ business-focused network; dan ✔️strategic network.
✍️ (Preamaratne, 2002: 133) menyatakan bahwa terdapat tiga tahap, yaitu:
✔️ tahap entrepreneur mengidentifikasi opportunity dan pengembangan ide;
✔️ tahap start-up bisnis; dan
✔️ tahap bisnis yang sedang
berlangsung.
✍️ Operasional variabel dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut;
1. Networking
✍️ " Kemampuan entrepreneur dalam membangun dan mengembangkan jaringan dan kemampuan interpersonal yang
sangat baik, dan dapat merasakan opportunity bisnis" (Abdullah et al., 2009)
2) Social networking
✍️ " Social Networking yang terbentuk menyediakan informasi, dukungan, kontak dan kredibilitas bagi entrepreneur " (Premaratne, 2002)
3) Anggota dan peran individu
✍️ " Anggota dan Peran Individu dalam networks dapat berubah-ubah ".(Premaratne, 2002)
4) Faktanya, pengusaha mendapatkan manfaat-manfaat dari hubungan network melalui berbagai cara (Larson dalam Premaratne, 2002)
networking itu penting sekali.. makasih ilmunya
ReplyDeleteTerima kasih sudah membaca artikel saya pak kodi
ReplyDelete