#Ekonomi#IlmuManagament#KomiteAudit#KarakteristikDewan
Komite Audit Independen dan Abnormal Akrual
✏️" Komite audit adalah sebuah sub komite dari dewan komisaris yang menyediakan komunikasi formal antara dewan, sistem pengendalian internal, auditor eksternal".
👉"Komite audit mempunyai tanggung jawab mengawasi proses pelaporan keuangan perusahaan dan bertujuan memerluas kredibilitas laporan keuangan yang diaudit ".
✏️Komite audit bertindak sebagai arbiter antara manajemen dan auditor.
✍️" Banyak legitimasi berbeda dalam menginterpretasi dan mengaplikasikan GAAP yang ada antara manajemen dan
auditor eksternal "
(Dye 1988, Antle and Nalebuff 1991 dalam Bradbury 2004).
👉Kebanyakan jumlah laba adalah hasil dari negosiasi antara auditor dan manajemen.
✍️(Kinney and Martin ,1994) Nelson et al, 2002) Bradbury , 2004 )
menunjukkan bahwa
" auditor mendeteksi dan mengurangi overstatement pada laba dan aset".
✏️Pada tahap pengembangan hipotesis ini mengenai hubungan antara kualitas laporan keuangan yang tinggi (dalam bentuk working capital accrual yang rendah) dan karakteristik dewan.
👉Karakteristik dewan adalah mengenai
kepemimpinan dewan komisaris, ukuran dewan komisaris, independensi dewan
komisaris, dan independensi komite audit.
✍️Peran dari dewan komisaris adalah mengawasi CEO (Jensen, 1993 dalam Bradbury 2004).
👉Ada kemungkinan kurangnya independensi antara manajemen dan dewan komisaris.
Jika CEO juga menjabat sebagai dewan.
✏️Dalam hal ini terjadi kepemimpinan ganda yaitu antara CEO dan dewan komisaris.
👉Dan dewan komisaris tersebut juga memiliki hak kepemilikan terhadap perusahaan.
✍️Dechow et al. (1996) menemukan hubungan positif antara perusahaan yang melanggarGAAP dan perusahaan yang mempunyai CEO yang menjalankan fungsi sebagai dewan komisaris.
✍️Teori menyebutkan dengan banyaknya dewan komisaris akan mempermudah proses koordinasi dan pengawasan terhadap manajemen (Nasution, 2007).
👉Semakin besar ukuran dewan komisaris akan memperkecil praktik manipulasi/ kecurangan.
👉Komite merekomendasikan bahwa semua anggota komite audit seharusnya independen.
✍️Defond and Jiambalvo (1991) menemukan bahwa
"overstatement pada laba adalah kurang mungkin antara perusahaan dengan komite audit "
✍️ Klein (2002) menyediakan bukti bahwa
" ada hubungan negatif yang signifikan antara komite audit independen dan abnormal akrual".
Komite Audit Independen dan Abnormal Akrual
✏️" Komite audit adalah sebuah sub komite dari dewan komisaris yang menyediakan komunikasi formal antara dewan, sistem pengendalian internal, auditor eksternal".
👉"Komite audit mempunyai tanggung jawab mengawasi proses pelaporan keuangan perusahaan dan bertujuan memerluas kredibilitas laporan keuangan yang diaudit ".
✏️Komite audit bertindak sebagai arbiter antara manajemen dan auditor.
✍️" Banyak legitimasi berbeda dalam menginterpretasi dan mengaplikasikan GAAP yang ada antara manajemen dan
auditor eksternal "
(Dye 1988, Antle and Nalebuff 1991 dalam Bradbury 2004).
👉Kebanyakan jumlah laba adalah hasil dari negosiasi antara auditor dan manajemen.
✍️(Kinney and Martin ,1994) Nelson et al, 2002) Bradbury , 2004 )
menunjukkan bahwa
" auditor mendeteksi dan mengurangi overstatement pada laba dan aset".
✏️Pada tahap pengembangan hipotesis ini mengenai hubungan antara kualitas laporan keuangan yang tinggi (dalam bentuk working capital accrual yang rendah) dan karakteristik dewan.
👉Karakteristik dewan adalah mengenai
kepemimpinan dewan komisaris, ukuran dewan komisaris, independensi dewan
komisaris, dan independensi komite audit.
✍️Peran dari dewan komisaris adalah mengawasi CEO (Jensen, 1993 dalam Bradbury 2004).
👉Ada kemungkinan kurangnya independensi antara manajemen dan dewan komisaris.
Jika CEO juga menjabat sebagai dewan.
✏️Dalam hal ini terjadi kepemimpinan ganda yaitu antara CEO dan dewan komisaris.
👉Dan dewan komisaris tersebut juga memiliki hak kepemilikan terhadap perusahaan.
✍️Dechow et al. (1996) menemukan hubungan positif antara perusahaan yang melanggarGAAP dan perusahaan yang mempunyai CEO yang menjalankan fungsi sebagai dewan komisaris.
✍️Teori menyebutkan dengan banyaknya dewan komisaris akan mempermudah proses koordinasi dan pengawasan terhadap manajemen (Nasution, 2007).
👉Semakin besar ukuran dewan komisaris akan memperkecil praktik manipulasi/ kecurangan.
👉Komite merekomendasikan bahwa semua anggota komite audit seharusnya independen.
✍️Defond and Jiambalvo (1991) menemukan bahwa
"overstatement pada laba adalah kurang mungkin antara perusahaan dengan komite audit "
✍️ Klein (2002) menyediakan bukti bahwa
" ada hubungan negatif yang signifikan antara komite audit independen dan abnormal akrual".
No comments:
Post a Comment