#Ekonomi#IlmuManagament#Trade-Off-Theory
Trade-Off Theory dan Cash Holding semakin besar
📌Wijaya, Bandi, dan Hartoko (2010) yang menguji pengaruh kualitas akrual dan leverage terhadap cash holdings menemukan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap cash holding.
👉Sedangkan kualitas akrual tidak berpengaruh terhadap cash holding.
✍️William dan Fauzi (2013) yang menguji
pengaruh growth opportunity, net working
capital dan cash convension cycle terhadap cash holding menemukan bahwa growth opportunity, networking capital, dan cash conversion cycle berpengaruh terhadap cash holdings.
👉Untuk menguji pengaruh variabel growth opportunity, net working capital, cash conversion cycle dan leverage terhadap cash holding perusahaan.
📌Trade-off Theory menyatakan bahwa cash holding perusahaan dikelola dengan mempertimbangkan batasan antara biaya dan manfaat (cost and benefit) yang didapatkan dalam menahan kas.
👉Keputusan yang tepat dalam mengelola cash holding akan konsisten dengan tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.
✍️Keynes (1937), ada beberapa keuntungan dari cash holding yang didasarkan beberapa tipe motif dari perusahaan yang memegang kas, antara lain:
🌺 Transaction motive
" teori ini perusahaan menahan kas untuk membiayai berbagai transaksi perusahaan".
👉Apabila perusahaan mudah mendapatkan dana dari pasar modal, cash holding tidak diperlukan namun jika tidak, maka perusahaan perlu cash holding untuk membiayai berbagai transaksi.
👉Apabila terdapat asimetri informasi dan agency cost of debt yang tinggi akan menjadikan sumber pendanaan eksternal
juga akan semakin tinggi yang menyebabkan jumlah cash holding juga menjadi semakin besar.
🌺Precaution motive
" teori ini perusahaan memiliki cash holding dengan tujuan untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak terduga dari aspek pembiayaan, terutama
pada negara dengan perekonomian yang tidak stabil".
👉" Pasar modal akan terpengaruh oleh keadaan ekonomi yang bersifat makro seperti perubahan nilai tukar yang dapat berpengaruh terhadap nilai hutang perusahaan".
📌Hal ini menyebabkan perusahaan memerlukan cash holding untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk perekonomian.
🌺Speculation motive,
" teori ini menyatakan bahwa perusahaan akan menggunakan kas untuk berspekulasi mengamati berbagai kesempatan bisnis baru yang dianggap menguntungkan".
👉Perusahaan yang sedang berkembang dapat melakukan akuisisi perusahaan lain sehingga memerlukan kas dalam jumlah besar.
🌺Arbitrage motive,
" teori ini menyatakan bahwa perusahaan menahan kas untuk memperoleh keuntungan dari adanya berbagai perbedaan kebijakan antar negara".
📌Perusahaan dapat mengambil dana dari pasar modal asing dengan bunga yang lebih rendah kemudian melalui mekanisme perdagangan dana tersebut ditanamkan pada pasar modal domestik yang memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi.
✍️Jinkar (2013), Pecking Order Theory mengemukakan adanya urutan sumber
dana dalam pembuatan keputusan pendanaan perusahaan.
👉Berdasarkan teori ini, ketika membutuhkan dana untuk keperluan pembiayaan investasi perusahaan, seharusnya perusahaan membiayai kesempatan investasi dengan dana internal terlebih dahulu.
📌Jika keperluan untuk investasi tidak bisa didapat dari pendanaan internal, maka perusahaan akan menggunakan pendanaan eksternal dari utang sebagai sumber pendanaan kedua, dan ekuitas sebagai sumber pendanaaan terakhir.
👉Pecking Order Theory, kas akan menjadi buffer antara laba ditahan dan keperluan investasi.
👉Teori ini membuat perusahaan tidak
mempunyai target kas optimal.
📌Di dalam teori ini perusahaan tidak mempunyai tingkat optimal kas.
👉Sehingga perusahaan akan cenderung menyimpan sisa kas dari hasil kegiatan operasionalnya.
Trade-Off Theory dan Cash Holding semakin besar
📌Wijaya, Bandi, dan Hartoko (2010) yang menguji pengaruh kualitas akrual dan leverage terhadap cash holdings menemukan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap cash holding.
👉Sedangkan kualitas akrual tidak berpengaruh terhadap cash holding.
✍️William dan Fauzi (2013) yang menguji
pengaruh growth opportunity, net working
capital dan cash convension cycle terhadap cash holding menemukan bahwa growth opportunity, networking capital, dan cash conversion cycle berpengaruh terhadap cash holdings.
👉Untuk menguji pengaruh variabel growth opportunity, net working capital, cash conversion cycle dan leverage terhadap cash holding perusahaan.
📌Trade-off Theory menyatakan bahwa cash holding perusahaan dikelola dengan mempertimbangkan batasan antara biaya dan manfaat (cost and benefit) yang didapatkan dalam menahan kas.
👉Keputusan yang tepat dalam mengelola cash holding akan konsisten dengan tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.
✍️Keynes (1937), ada beberapa keuntungan dari cash holding yang didasarkan beberapa tipe motif dari perusahaan yang memegang kas, antara lain:
🌺 Transaction motive
" teori ini perusahaan menahan kas untuk membiayai berbagai transaksi perusahaan".
👉Apabila perusahaan mudah mendapatkan dana dari pasar modal, cash holding tidak diperlukan namun jika tidak, maka perusahaan perlu cash holding untuk membiayai berbagai transaksi.
👉Apabila terdapat asimetri informasi dan agency cost of debt yang tinggi akan menjadikan sumber pendanaan eksternal
juga akan semakin tinggi yang menyebabkan jumlah cash holding juga menjadi semakin besar.
🌺Precaution motive
" teori ini perusahaan memiliki cash holding dengan tujuan untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak terduga dari aspek pembiayaan, terutama
pada negara dengan perekonomian yang tidak stabil".
👉" Pasar modal akan terpengaruh oleh keadaan ekonomi yang bersifat makro seperti perubahan nilai tukar yang dapat berpengaruh terhadap nilai hutang perusahaan".
📌Hal ini menyebabkan perusahaan memerlukan cash holding untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk perekonomian.
🌺Speculation motive,
" teori ini menyatakan bahwa perusahaan akan menggunakan kas untuk berspekulasi mengamati berbagai kesempatan bisnis baru yang dianggap menguntungkan".
👉Perusahaan yang sedang berkembang dapat melakukan akuisisi perusahaan lain sehingga memerlukan kas dalam jumlah besar.
🌺Arbitrage motive,
" teori ini menyatakan bahwa perusahaan menahan kas untuk memperoleh keuntungan dari adanya berbagai perbedaan kebijakan antar negara".
📌Perusahaan dapat mengambil dana dari pasar modal asing dengan bunga yang lebih rendah kemudian melalui mekanisme perdagangan dana tersebut ditanamkan pada pasar modal domestik yang memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi.
✍️Jinkar (2013), Pecking Order Theory mengemukakan adanya urutan sumber
dana dalam pembuatan keputusan pendanaan perusahaan.
👉Berdasarkan teori ini, ketika membutuhkan dana untuk keperluan pembiayaan investasi perusahaan, seharusnya perusahaan membiayai kesempatan investasi dengan dana internal terlebih dahulu.
📌Jika keperluan untuk investasi tidak bisa didapat dari pendanaan internal, maka perusahaan akan menggunakan pendanaan eksternal dari utang sebagai sumber pendanaan kedua, dan ekuitas sebagai sumber pendanaaan terakhir.
👉Pecking Order Theory, kas akan menjadi buffer antara laba ditahan dan keperluan investasi.
👉Teori ini membuat perusahaan tidak
mempunyai target kas optimal.
📌Di dalam teori ini perusahaan tidak mempunyai tingkat optimal kas.
👉Sehingga perusahaan akan cenderung menyimpan sisa kas dari hasil kegiatan operasionalnya.
No comments:
Post a Comment