Friday, 6 December 2019

Apa itu perspektif proses bisnis internal?

#Ekonomi#IlmuManagament#ProsesBisnisInternal

Perspektif Proses Bisnis Internal

✍️" Perspektif proses bisnis internal menampilkan proses kritis yang memungkinkan unit bisnis untuk memberi value proposition yang mampu :
✔️menarik dan
✔️mempertahankan pelanggannya di segmen pasar yang diinginkan.
✔️Dan memuaskan para pemegang saham
melalui financial returns.

👉Tiap-tiap perusahaan mempunyai seperangkat proses penciptaan nilai yang unik bagi pelanggannya.

✍️Secara umum Kaplan dan Norton (1996) membaginya dalam prinsipdasar, yaitu :

🌺Proses Inovasi
👉Proses inovasi adalah bagian terpenting dalam keseluruhan proses produksi.

👉Tetapi ada juga perusahaan yang menempatkan inovasi di luar proses produksi.

✍️Di dalam proses inovasi itu sendiri terdiri atasdua komponen, yaitu :
✔️ identifikasi keinginan pelanggan, dan ✔️melakukan proses perancangan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

✍️Tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan pada perspektif proses bisnis internal antara lain sebagai berikut (Karimah , 2009):

👉Perspektif ini menyediakan infrastruktur
bagi tercapainya ketiga perspektif sebelumnya, dan untuk menghasilkan
pertumbuhan dan perbaikan jangka
panjang.

👉Tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja peerusahaan pada
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan
antara lain :

🌺 Produktivitas relatif karyawan
🌺 Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan
Diukur menggunakan alat bantu kuesioner
🌺Tingkat Pengembangan Karir Karyawan
Diukur menggunakan alat bantu kuesioner
🌺 Pencapaian Kriteria Pendukung Keberhasilan Team Diukur menggunakan alat bantu kuesioner

✍️Measurement System (IPMS) adalah
"model sistem pengukuran kinerja yang
dikembangkan oleh Centre of Strategic
manufacturing, pada University of
Strathclyde di Inggris".

👉Model ini dikembangkan agar sistem pengukuran kinerja memberi struktur dan komponen pilihan yang robust, terintegrasi, efisien, dan efektif sebagai salah satu model baru.

✏️Model IPMS dikonstruksikan berdasarkan hasil kerja para akademisi berdasarkan
praktek-praktek industri terbaik pada masa
lalu dan sekarang.

👉Titik tolak (starting point) dari model ini berbeda dengan model Balanced Scorecard yang diawali dari strategi.

✏️Model ini menggunakan keperluan Stakeholder (stakeholder requirement) sebagai titik tolaknya.

✍️Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk mendapatkan bobot kinerja berdasarkan bagaimana preferensi dari pengambilan keputusan terhadap tingkat kepentingan dari masing-masing perspektif, kelompok metric dan KPI’s.

✍️ Kriteria dan sub kriteria dalam konteks
sistem pengukuran kinerja dengan
menggukan model Balannced Scorecard
adalah berupa perspektif, kelompok metrik
dan indikator kinerja kunci. (Vanany, 2009)

✍️Dari hasil pembobotan Key Performance Indicator yang sudah dilakukan, dapat diketahui kepentingan dari setiap stakeholder.

✏️Terlihat bahwa stakeholder pelanggan merupakan prioritas utama karena
memiliki bobot terbesar.

👉Diikuti oleh stakeholder penanam modal, tenaga kerja, dan stakeholder masyarakat sebagai prioritas terendah bagi perusahaan. 

No comments:

Post a Comment

TARUHAN TENTANG PENILAIAN TOPENG?

  PERILAKU POLITIK TAPI OTAK MANDAT!!  2 Agustus 2025, mungkin harus ku tuliskan beberapa point besar terhadap " Oknum-oknum " yan...