#Ekonomi#IlmuManagament#ProsesBisnisInternal
Perspektif Proses Bisnis Internal
✍️" Perspektif proses bisnis internal menampilkan proses kritis yang memungkinkan unit bisnis untuk memberi value proposition yang mampu :
✔️menarik dan
✔️mempertahankan pelanggannya di segmen pasar yang diinginkan.
✔️Dan memuaskan para pemegang saham
melalui financial returns.
👉Tiap-tiap perusahaan mempunyai seperangkat proses penciptaan nilai yang unik bagi pelanggannya.
✍️Secara umum Kaplan dan Norton (1996) membaginya dalam prinsipdasar, yaitu :
🌺Proses Inovasi
👉Proses inovasi adalah bagian terpenting dalam keseluruhan proses produksi.
👉Tetapi ada juga perusahaan yang menempatkan inovasi di luar proses produksi.
✍️Di dalam proses inovasi itu sendiri terdiri atasdua komponen, yaitu :
✔️ identifikasi keinginan pelanggan, dan ✔️melakukan proses perancangan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan.
✍️Tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan pada perspektif proses bisnis internal antara lain sebagai berikut (Karimah , 2009):
👉Perspektif ini menyediakan infrastruktur
bagi tercapainya ketiga perspektif sebelumnya, dan untuk menghasilkan
pertumbuhan dan perbaikan jangka
panjang.
👉Tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja peerusahaan pada
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan
antara lain :
🌺 Produktivitas relatif karyawan
🌺 Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan
Diukur menggunakan alat bantu kuesioner
🌺Tingkat Pengembangan Karir Karyawan
Diukur menggunakan alat bantu kuesioner
🌺 Pencapaian Kriteria Pendukung Keberhasilan Team Diukur menggunakan alat bantu kuesioner
✍️Measurement System (IPMS) adalah
"model sistem pengukuran kinerja yang
dikembangkan oleh Centre of Strategic
manufacturing, pada University of
Strathclyde di Inggris".
👉Model ini dikembangkan agar sistem pengukuran kinerja memberi struktur dan komponen pilihan yang robust, terintegrasi, efisien, dan efektif sebagai salah satu model baru.
✏️Model IPMS dikonstruksikan berdasarkan hasil kerja para akademisi berdasarkan
praktek-praktek industri terbaik pada masa
lalu dan sekarang.
👉Titik tolak (starting point) dari model ini berbeda dengan model Balanced Scorecard yang diawali dari strategi.
✏️Model ini menggunakan keperluan Stakeholder (stakeholder requirement) sebagai titik tolaknya.
✍️Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk mendapatkan bobot kinerja berdasarkan bagaimana preferensi dari pengambilan keputusan terhadap tingkat kepentingan dari masing-masing perspektif, kelompok metric dan KPI’s.
✍️ Kriteria dan sub kriteria dalam konteks
sistem pengukuran kinerja dengan
menggukan model Balannced Scorecard
adalah berupa perspektif, kelompok metrik
dan indikator kinerja kunci. (Vanany, 2009)
✍️Dari hasil pembobotan Key Performance Indicator yang sudah dilakukan, dapat diketahui kepentingan dari setiap stakeholder.
✏️Terlihat bahwa stakeholder pelanggan merupakan prioritas utama karena
memiliki bobot terbesar.
👉Diikuti oleh stakeholder penanam modal, tenaga kerja, dan stakeholder masyarakat sebagai prioritas terendah bagi perusahaan.
Perspektif Proses Bisnis Internal
✍️" Perspektif proses bisnis internal menampilkan proses kritis yang memungkinkan unit bisnis untuk memberi value proposition yang mampu :
✔️menarik dan
✔️mempertahankan pelanggannya di segmen pasar yang diinginkan.
✔️Dan memuaskan para pemegang saham
melalui financial returns.
👉Tiap-tiap perusahaan mempunyai seperangkat proses penciptaan nilai yang unik bagi pelanggannya.
✍️Secara umum Kaplan dan Norton (1996) membaginya dalam prinsipdasar, yaitu :
🌺Proses Inovasi
👉Proses inovasi adalah bagian terpenting dalam keseluruhan proses produksi.
👉Tetapi ada juga perusahaan yang menempatkan inovasi di luar proses produksi.
✍️Di dalam proses inovasi itu sendiri terdiri atasdua komponen, yaitu :
✔️ identifikasi keinginan pelanggan, dan ✔️melakukan proses perancangan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan.
✍️Tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan pada perspektif proses bisnis internal antara lain sebagai berikut (Karimah , 2009):
👉Perspektif ini menyediakan infrastruktur
bagi tercapainya ketiga perspektif sebelumnya, dan untuk menghasilkan
pertumbuhan dan perbaikan jangka
panjang.
👉Tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja peerusahaan pada
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan
antara lain :
🌺 Produktivitas relatif karyawan
🌺 Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan
Diukur menggunakan alat bantu kuesioner
🌺Tingkat Pengembangan Karir Karyawan
Diukur menggunakan alat bantu kuesioner
🌺 Pencapaian Kriteria Pendukung Keberhasilan Team Diukur menggunakan alat bantu kuesioner
✍️Measurement System (IPMS) adalah
"model sistem pengukuran kinerja yang
dikembangkan oleh Centre of Strategic
manufacturing, pada University of
Strathclyde di Inggris".
👉Model ini dikembangkan agar sistem pengukuran kinerja memberi struktur dan komponen pilihan yang robust, terintegrasi, efisien, dan efektif sebagai salah satu model baru.
✏️Model IPMS dikonstruksikan berdasarkan hasil kerja para akademisi berdasarkan
praktek-praktek industri terbaik pada masa
lalu dan sekarang.
👉Titik tolak (starting point) dari model ini berbeda dengan model Balanced Scorecard yang diawali dari strategi.
✏️Model ini menggunakan keperluan Stakeholder (stakeholder requirement) sebagai titik tolaknya.
✍️Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk mendapatkan bobot kinerja berdasarkan bagaimana preferensi dari pengambilan keputusan terhadap tingkat kepentingan dari masing-masing perspektif, kelompok metric dan KPI’s.
✍️ Kriteria dan sub kriteria dalam konteks
sistem pengukuran kinerja dengan
menggukan model Balannced Scorecard
adalah berupa perspektif, kelompok metrik
dan indikator kinerja kunci. (Vanany, 2009)
✍️Dari hasil pembobotan Key Performance Indicator yang sudah dilakukan, dapat diketahui kepentingan dari setiap stakeholder.
✏️Terlihat bahwa stakeholder pelanggan merupakan prioritas utama karena
memiliki bobot terbesar.
👉Diikuti oleh stakeholder penanam modal, tenaga kerja, dan stakeholder masyarakat sebagai prioritas terendah bagi perusahaan.
No comments:
Post a Comment