#Ekonomi#IlmuManagament#InformasiKeuangan#Akuntansi
Kualitas Laporan Akuntansi dan Laporan Keuangan
📌" Informasi keuangan dikatakan berkualitas apabila dalam informasi tersebut mengungkap informasi penting yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi atau keputusan investasi".
✍️Dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (1994) dinyatakan bahwa
" tujuan pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi".
👉Laporan keuangan harus memiliki karakteristik sebagai laporan keuangan yang berkualitas.
Tujuannya apa?
✏️Agar laporan keuangan tersebut bermanfaat.
👉Informasi keuangan maupun informasi akuntansi diharapkan memenuhi persyaratannya yaitu informasi keuangan dan informasi akuntansi yang berkualitas.
✍️Namun, hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa " informasi keuangan atau informasi akuntansi tidak selalu berkualitas (Sutopo, 2009)".
✍️Kualitas informasi akuntansi/ keuangan dengan fokus informasi laba merupakan informasi yang penting dalam keputusan investasi (Sutopo, 2009).
👉Kualitas laba (earnings quality) akan memberikan kontribusi terhadap pengambilan keputusan ekonomi atau investasi, yang dihasilkan oleh manajemen laba suatu perusahaan yang bersangkutan.
✍️Kualitas laba, menurut Schipper dan Vincent (2003) dalam Sutopo (2009),
menunjukkan " tingkat kedekatan laba yang dilaporkan dengan Hicksian income, yang merupakan laba ekonomi".
👉Yaitu jumlah yang dapat dikonsumsi dalam satu periode dengan menjaga kemampuan perusahaan pada awal dan akhir periode tetap sama".
✍️Schipper dan Vincent, kualitas laba akuntansi ditunjukkan oleh ”kedekatan atau korelasi antara laba akuntansi dan laba ekonomik” (Suwardjono, 2006, hlm. 463).
(Hodge, 2003) dalam Sutopo (2009) memberikan definisi kualitas laba sebagai “the extent to which net income reported on the income statement differs from “true” (unbiased and accurate) earnings”.
Kualitas laba itu harus tidak bias bagi pemakainya dan akurat dalam hasilnya, tidak menimbulkan perspektif lain bagi para pemakai.
Dalam literatur penelitian akuntansi, terdapat berbagai pengertian kualitas laba dalam perspektif kebermanfaatan dalam pengambilan keputusan (Sutopo, 2009).
Schipper dan Vincent 2003 (dalam Sutopo, 2009) mengelompokkan bentuk kualitas laba dan pengukurannya berdasarkan cara menentukan kualitas laba, yaitu:
✔️berdasarkan sifat runtun waktu dari laba,
✔️karakteristik kualitatif dalam kerangka konseptual,
✔️hubungan laba kas akrual, dan ✔️keputusan implementasi.
Kualitas laba didasarkan pada hubungan laba kas akrual yang dapat diukur dengan berbagai ukuran, yaitu:
✔️rasio kas operasi dengan laba, ✔️perubahan akrual total,
✔️estimasi discretionary accruals, dan ✔️estimasi hubungan akrual kas (Sutopo,
2009).
Pengukurannya biasanya mengacu pada working capital bukan depresiasi.
Hal ini dikarenakan pada depresiasi itu terbatas, sebanyak perubahan umur
ekonomisnya dan metode yang diungkapkan dalam laporan keuangan.
Kualitas Laporan Akuntansi dan Laporan Keuangan
📌" Informasi keuangan dikatakan berkualitas apabila dalam informasi tersebut mengungkap informasi penting yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi atau keputusan investasi".
✍️Dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (1994) dinyatakan bahwa
" tujuan pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi".
👉Laporan keuangan harus memiliki karakteristik sebagai laporan keuangan yang berkualitas.
Tujuannya apa?
✏️Agar laporan keuangan tersebut bermanfaat.
👉Informasi keuangan maupun informasi akuntansi diharapkan memenuhi persyaratannya yaitu informasi keuangan dan informasi akuntansi yang berkualitas.
✍️Namun, hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa " informasi keuangan atau informasi akuntansi tidak selalu berkualitas (Sutopo, 2009)".
✍️Kualitas informasi akuntansi/ keuangan dengan fokus informasi laba merupakan informasi yang penting dalam keputusan investasi (Sutopo, 2009).
👉Kualitas laba (earnings quality) akan memberikan kontribusi terhadap pengambilan keputusan ekonomi atau investasi, yang dihasilkan oleh manajemen laba suatu perusahaan yang bersangkutan.
✍️Kualitas laba, menurut Schipper dan Vincent (2003) dalam Sutopo (2009),
menunjukkan " tingkat kedekatan laba yang dilaporkan dengan Hicksian income, yang merupakan laba ekonomi".
👉Yaitu jumlah yang dapat dikonsumsi dalam satu periode dengan menjaga kemampuan perusahaan pada awal dan akhir periode tetap sama".
✍️Schipper dan Vincent, kualitas laba akuntansi ditunjukkan oleh ”kedekatan atau korelasi antara laba akuntansi dan laba ekonomik” (Suwardjono, 2006, hlm. 463).
(Hodge, 2003) dalam Sutopo (2009) memberikan definisi kualitas laba sebagai “the extent to which net income reported on the income statement differs from “true” (unbiased and accurate) earnings”.
Kualitas laba itu harus tidak bias bagi pemakainya dan akurat dalam hasilnya, tidak menimbulkan perspektif lain bagi para pemakai.
Dalam literatur penelitian akuntansi, terdapat berbagai pengertian kualitas laba dalam perspektif kebermanfaatan dalam pengambilan keputusan (Sutopo, 2009).
Schipper dan Vincent 2003 (dalam Sutopo, 2009) mengelompokkan bentuk kualitas laba dan pengukurannya berdasarkan cara menentukan kualitas laba, yaitu:
✔️berdasarkan sifat runtun waktu dari laba,
✔️karakteristik kualitatif dalam kerangka konseptual,
✔️hubungan laba kas akrual, dan ✔️keputusan implementasi.
Kualitas laba didasarkan pada hubungan laba kas akrual yang dapat diukur dengan berbagai ukuran, yaitu:
✔️rasio kas operasi dengan laba, ✔️perubahan akrual total,
✔️estimasi discretionary accruals, dan ✔️estimasi hubungan akrual kas (Sutopo,
2009).
Pengukurannya biasanya mengacu pada working capital bukan depresiasi.
Hal ini dikarenakan pada depresiasi itu terbatas, sebanyak perubahan umur
ekonomisnya dan metode yang diungkapkan dalam laporan keuangan.
No comments:
Post a Comment