#Ekonomi#IlmuManagament#PembentukanKonsepAkrual#KualitasAuditor
Pembentukan Konsep Akrual
✍️Pembentukan konsep akrual didasari oleh asumsi (Wild,Bernstein dan Subramanyam, 2001; Chasteon, Richard dan cornor,1989) yang terdiri dari:
πΊ Going Concern Assumption
π" Asumsi ini didasari oleh kesinambungan aktivitas suatu entitas menuju waktu dari masa mendatang yang dapat diduga" yaitu
" kesinambungan (going concern)".
✏️Asumsi ini yang mendasari akuntansi akrual dalam pengakuan aktivitas bisnis sebelum arus kas masuk dan arus kas keluar terjadia menurut penghargaan bahwa " perusahaan memiliki eksistensi dalam pemenuhan aktivitasnya".
πΊ Enforceability of Contracts
" Asumsi ini melatarbelakangi pengakuan pendapatan dan beban".
π" Sebagian besar jurnal akrual didasarkan pada dokumen sumber, biasanya berupa kontrak ketika tidak ada ekspektasi yang layak atas kontrak.
✏️Maka akrual tidak dapat dilakukan oleh suatu perusahaan.
πΊ Stable Monetary Unit and Time Value of Money
" Stable Monetary Unit menganggap bahwa " harga stabil yang didasari oleh konsep nilai waktu dari uang yang digunakan dalam konsep akrual".
π"Akrual adalah salah satu diskresi manajemen".
π"Diskresi manajemen tersebutlah yang mendorong adanya manajemen laba".
✏️" Untuk menghitung akrual bisa digunakan model jones".
π"Pengukuran discretionary accrual menggunakan modal kerja".
✏️Hal lain dari penelitian ini memeriksa peran komposisi dewan dan dampaknya terhadap kualitas laporan keuangan.
✍️Beasley (1996) menemukan bahwa
" proporsi dari boards of director dari luar adalah lebih rendah untuk perusahaan yang mengalami fraud laporan keuangan".
✍️Dechow et al. (1996) melaporkan penemuan yang sama saat mempelajari struktur governance pada perusahaan yang subyeknya pada aktifitas pelaksanaan SEC.
✍️Mereka menemukan bahwa
" perusahaan yang melanggar GAAP dan melebihkan laba mungkin mempunyai dewan dengan anggota dari dalam dan CEO yang melayani juga merupakan salah satu anggota dewan".
✍️Dalam aktifitas pelaksanaan SEC atau material restatement pada laba kuartal, 67% dari perusahaan mempunyai komite audit yang terdiri dari outside directors.
✍️86% dengan tidak beraktifitas pelaksanaan SEC yang punya komite audit hanya dari outside directors.
✍️Dechow et al. (1996) menemukan bahwa "perusahaan yang bertindak melaksanakan SEC kurang mungkin mempunyai komite audit".
✍️Defond and Jiambalvo (1991) melaporkan bahwa
" overstatement terhadap laba berkurang antara perusahaan dengan komite audit".
✍️Beasley (1996) tidak melihat hubungan statistik antara kehadiran komite audit dan kemungkinan kecurangan laporan keuangan.
Pembentukan Konsep Akrual
✍️Pembentukan konsep akrual didasari oleh asumsi (Wild,Bernstein dan Subramanyam, 2001; Chasteon, Richard dan cornor,1989) yang terdiri dari:
πΊ Going Concern Assumption
π" Asumsi ini didasari oleh kesinambungan aktivitas suatu entitas menuju waktu dari masa mendatang yang dapat diduga" yaitu
" kesinambungan (going concern)".
✏️Asumsi ini yang mendasari akuntansi akrual dalam pengakuan aktivitas bisnis sebelum arus kas masuk dan arus kas keluar terjadia menurut penghargaan bahwa " perusahaan memiliki eksistensi dalam pemenuhan aktivitasnya".
πΊ Enforceability of Contracts
" Asumsi ini melatarbelakangi pengakuan pendapatan dan beban".
π" Sebagian besar jurnal akrual didasarkan pada dokumen sumber, biasanya berupa kontrak ketika tidak ada ekspektasi yang layak atas kontrak.
✏️Maka akrual tidak dapat dilakukan oleh suatu perusahaan.
πΊ Stable Monetary Unit and Time Value of Money
" Stable Monetary Unit menganggap bahwa " harga stabil yang didasari oleh konsep nilai waktu dari uang yang digunakan dalam konsep akrual".
π"Akrual adalah salah satu diskresi manajemen".
π"Diskresi manajemen tersebutlah yang mendorong adanya manajemen laba".
✏️" Untuk menghitung akrual bisa digunakan model jones".
π"Pengukuran discretionary accrual menggunakan modal kerja".
✏️Hal lain dari penelitian ini memeriksa peran komposisi dewan dan dampaknya terhadap kualitas laporan keuangan.
✍️Beasley (1996) menemukan bahwa
" proporsi dari boards of director dari luar adalah lebih rendah untuk perusahaan yang mengalami fraud laporan keuangan".
✍️Dechow et al. (1996) melaporkan penemuan yang sama saat mempelajari struktur governance pada perusahaan yang subyeknya pada aktifitas pelaksanaan SEC.
✍️Mereka menemukan bahwa
" perusahaan yang melanggar GAAP dan melebihkan laba mungkin mempunyai dewan dengan anggota dari dalam dan CEO yang melayani juga merupakan salah satu anggota dewan".
✍️Dalam aktifitas pelaksanaan SEC atau material restatement pada laba kuartal, 67% dari perusahaan mempunyai komite audit yang terdiri dari outside directors.
✍️86% dengan tidak beraktifitas pelaksanaan SEC yang punya komite audit hanya dari outside directors.
✍️Dechow et al. (1996) menemukan bahwa "perusahaan yang bertindak melaksanakan SEC kurang mungkin mempunyai komite audit".
✍️Defond and Jiambalvo (1991) melaporkan bahwa
" overstatement terhadap laba berkurang antara perusahaan dengan komite audit".
✍️Beasley (1996) tidak melihat hubungan statistik antara kehadiran komite audit dan kemungkinan kecurangan laporan keuangan.
No comments:
Post a Comment