Friday, 6 December 2019

Bagaimana sih pembentukan konsep akrual?

#Ekonomi#IlmuManagament#PembentukanKonsepAkrual#KualitasAuditor

Pembentukan Konsep Akrual

✍️Pembentukan konsep akrual didasari oleh asumsi (Wild,Bernstein dan Subramanyam, 2001; Chasteon, Richard dan cornor,1989) yang terdiri dari:

🌺 Going Concern Assumption

πŸ‘‰" Asumsi ini didasari oleh kesinambungan aktivitas suatu entitas menuju waktu dari masa mendatang yang dapat diduga" yaitu
" kesinambungan (going concern)".

✏️Asumsi ini yang mendasari akuntansi akrual dalam pengakuan aktivitas bisnis sebelum arus kas masuk dan arus kas keluar terjadia menurut penghargaan bahwa " perusahaan memiliki eksistensi dalam pemenuhan aktivitasnya".

🌺 Enforceability of Contracts
" Asumsi ini melatarbelakangi pengakuan pendapatan dan beban".

πŸ‘‰" Sebagian besar jurnal akrual didasarkan pada dokumen sumber, biasanya berupa kontrak ketika tidak ada ekspektasi yang layak atas kontrak.

✏️Maka akrual tidak dapat dilakukan oleh suatu perusahaan.

🌺 Stable Monetary Unit and Time Value of Money
" Stable Monetary Unit menganggap bahwa "  harga stabil yang didasari oleh konsep nilai waktu dari uang yang digunakan dalam konsep akrual".

πŸ‘‰"Akrual adalah salah satu diskresi manajemen".

πŸ‘‰"Diskresi manajemen tersebutlah yang mendorong adanya manajemen laba".

✏️" Untuk menghitung akrual bisa digunakan model jones".

πŸ‘‰"Pengukuran discretionary accrual menggunakan modal kerja".

✏️Hal lain dari penelitian ini memeriksa peran komposisi dewan dan dampaknya terhadap kualitas laporan keuangan.

✍️Beasley (1996) menemukan bahwa
" proporsi dari boards of director dari luar adalah lebih rendah untuk perusahaan yang mengalami fraud laporan keuangan".

✍️Dechow et al. (1996) melaporkan penemuan yang sama saat mempelajari struktur governance pada perusahaan yang subyeknya pada aktifitas pelaksanaan SEC.

✍️Mereka menemukan bahwa
" perusahaan yang melanggar GAAP dan melebihkan laba mungkin mempunyai dewan dengan anggota dari dalam dan CEO yang melayani juga merupakan salah satu anggota dewan".

✍️Dalam aktifitas pelaksanaan SEC atau material restatement pada laba kuartal, 67% dari perusahaan mempunyai komite audit yang terdiri dari outside directors.

✍️86% dengan tidak beraktifitas pelaksanaan SEC yang punya komite audit hanya dari outside directors.

✍️Dechow et al. (1996) menemukan bahwa "perusahaan yang bertindak melaksanakan SEC kurang mungkin mempunyai komite audit".

✍️Defond and Jiambalvo (1991) melaporkan bahwa
" overstatement terhadap laba berkurang antara perusahaan dengan komite audit".

✍️Beasley (1996) tidak melihat hubungan statistik antara kehadiran komite audit dan kemungkinan kecurangan laporan keuangan.

No comments:

Post a Comment

TARUHAN TENTANG PENILAIAN TOPENG?

  PERILAKU POLITIK TAPI OTAK MANDAT!!  2 Agustus 2025, mungkin harus ku tuliskan beberapa point besar terhadap " Oknum-oknum " yan...