Tuesday, 26 November 2019

How about DER? Apakah sama dengan DAR?

#Ekonomi#IlmuManagament#Rasio

DER ( DEBT TO EQUTY RATIO)

✍️ Syamsuddin (2000:54) mengatakan bahwa the debt-equity ratio adalah rasio yang menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman jangka panjang yang diberikan oleh para kreditur dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan. Hal ini biasanya digunakan untuk mengukur financial leverage dari suatu perusahaan.

✍️ Menurut Harahap (2008:303) mengatakan bahwa rasio-rasio ini menggambarkan samapai sejauhmana model pemilik dapat menutupi utang-utang kepada pihak luar. Semakin kecil rasio semakin baik. Rasio ini disebut juga rasio leverage. Untuk keamanan pihak luar rasio terbaik jika jumlah modal lebih besar dari jumlah utang atau minimal sama.

✍️ Menurut Tambunan (2007:149) mengatakan bahwa sebuah rasio utang yang cukup akrab bagi kita adalah perbandingan antara total debt (total utang yang berbunga atau interest-bearing debt, baik jangka panjang maupun jangka pendek) dengan stockholders’ equity (ekuitas pemegang saham).

📌 Rasio ini digunakan untuk mengukur pemodalan perusahaan dan secara tidak langsung juga untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya membayar utang.

✍️ Menurut Kasmir (2012:151) mengatakan bahwa leverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang.

📌 Rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi).                   

✍️ Menurut Brigham Houston (2011:155-156) mengatakan faktor – faktor yang mempengaruhi Debt to Equity Ratio (DER) adalah sebagai berikut:
1. Risiko usaha, atau tingkat risiko yang inheren dalam operasi perusahaan jika perusahaan tidak menggunakan utang. Makin besar risiko usaha perusahaan makin rendah rasio utang optimalnya.

2. Posisi pajak perusahaan. Salah satu alasan utama digunakan utang adalah karena bunga merupakan pengurang pajak, selanjutnya menurunkan biaya utang efektif.

3. Fleksibilitas keuangan, atau kemampuan untuk menghimpun modal dengan persyaratan yang wajar dalam kondisi yang buruk.
Bendahara perusahaan tahu bahwa pasokan modal yang lancer dibutuhkan oleh operasi yang stabil, selajutnya memiliki arti yang sangat penting bagi keberhasilan jangka panjang.
 Mereka juga tahu bahwa ketika terjadi pengetatan uanag dalam perekonomian, atau ketika suatu perusahaan sedang mengalami kesulitan operasional, akan lebih mudah untuk menghimpun hutang dibandingkan modal ekuitas, dan pihak pemberi pinjaman lebih bersedia untuk mengakomodasi perusahaan yang memiliki neraca kuat.
Jadi, potensi kebutuhan akan dana dimasa depan dan konsekuensi kekurangan dana akan mempengaruhi sasaran struktur modal-makin besar kemungkinan kebutuhan modal, dan makin buruk konsekuensi jika tidak mampu untuk mendapatkannya, maka makin sedikit jumlah utang yang sebaiknya ada dalam neraca perusahaan.

4. Konservatisme atau keagresifan manajerial. Beberapa manager lebih agresif dibandingkan manager yang lain, sehingga mereka lebih bersedia untuk menggunakan uthang sebagai usaha untuk meningkatkan laba. Faktor ini tidak memengaruhi struktur modal optimal yang sebenarnya, lalu struktur modal yang memaksimalkan nilai, tetapi ia memang akan memengaruhi sasaran struktur modal perusahaan.

✍️ Menurut Kasmir (2012:153-154) mengatakan bahwa tujuan rasio solvabilitas yakni:
Untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya (kreditor);
1. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga);
2. Untuk menilai keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal;
3. Untuk menilai seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang;
4. Untuk menilai seberapa besar pengaruh utang perusahaan terhadap pengelolaan aktiva;
5. Untuk menilai atau mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikian jaminan utang jangka panjang; dan
6. Untuk menilai berapa dana pinjaman yang segera akan ditagih terdapat sekian kalinya modal sendiri yang dimiliki.

✍️ Menurut Kasmir (2012:154) mengatakan bahwa manfaat rasio solvabilitas adalah:
1. Untuk menganalisis kemampuan posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya;
2. Untuk menganalisis kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga);
3. Untuk menganalisis keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal;
4. Untuk menganalisis seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang;
5. Untuk menganalisis seberapa besar pengaruh utang perusahaan terhadap pengelolaan aktiva;
6. Untuk menganalisis atau mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikian jaminan utang jangka panjang; dan
7. Untuk menganalisis berapa dana pinjaman yang segera akan ditagih terdapat sekian kalinya modal sendiri yang dimiliki.

No comments:

Post a Comment

TARUHAN TENTANG PENILAIAN TOPENG?

  PERILAKU POLITIK TAPI OTAK MANDAT!!  2 Agustus 2025, mungkin harus ku tuliskan beberapa point besar terhadap " Oknum-oknum " yan...