#Ekonomi#IlmuManagament#Akuntansi#Konsetvatisma#ManagamentLaba
Konservatisma Akuntansi Dan Manajemen Laba
✍️ " Kontrak utang menggunakan konservatisma dalam dua cara :
✔️Bondholders dapat secara ekplisit menggunakan akuntansi konservatif.
✔️Manajer dapat secara implisit menggunakan akuntansi konservatif secara konsisten dalam rangka membangun reputasi untuk pelaporan keuangan yang konservatif (Lasdi 2008).
✍️" Menurut Watts dan Zimmerman (1986), motif pemilihan suatu metode akuntansi tidak terlepas dari teori akuntasi positif, salah satunya adalah debt covenant hypothesis".
✍️Debt covenant hypothesis memprediksikan bahwa
" manajer ingin meningkatkan laba dan aktiva untuk mengurangi biaya renegoisasi biaya kontrak hutang ketika perusahaan berusaha melanggar kontrak hutangnya".
✍️Bukti empiris menunjukkan bahwa "perusahaan pelanggar mempunyai lebih banyak akrual abnormal yang agresif (Sweeney 1994 dalam Lasdi 2008)
✍️" Dan berubah pada akuntansi yang lebih konservatif" (DeFond dan Jiambalvo 1994 dalam Lasdi 2008).
👉Tidak seperti investor, kreditur tidak mempunyai mekanisma untuk mengatasi inflasi laba perusahaan.
👉Sebagai gantinya, kreditur dilindungi oleh standar akuntansi konservatif.
✏️Manajer perusahaan dengan risiko ex ante dari pelanggaran debt covenant cenderung optimis atau kurang konservatif.
📌Risiko adanya tuntutan hukum (litigasi) oleh kreditur dan pemegang saham kepada
manajer dapat mendorong penyelenggaraan akuntansi konservatif.
✍️Watts (2002) menyebutkan bahwa berita buruk yang diungkapkan oleh penelitian disclosure itu sebagai berita buruk asimetrik.
👉Pernyataan yang berlebihan dari aset bersih cenderung menghasilkan biaya litigasi yang lebih besar dibanding pernyataan aset bersih yang lebih
rendah.
✏️Konservatisma akuntansi dengan menyatakan aset bersih yang lebih rendah dapat mengurangi risiko litigasi.
✍️Watts (2002) menyatakan bahwa
" litigasi menurut Undang-Undang Pasar Modal mendorong konservatisma".
👉Alasannya adalah bahwa
" litigasi cenderung lebih banyak dihasilkan oleh pernyataan yang berlebihan dibanding pernyataan yang lebih rendah dari
laba dan aset bersih".
👉"Biaya litigasi ekspektasian dari pernyataan yang berlebihan lebih tinggi daripada pernyataan yang lebih rendah.
Maka, manajemen dan auditor mempunyai insentif untuk menyatakan lebih rendah laba dan aset bersih".
📌Jika Pihak ketiga (pemerintah dan pajak) menggunakan informasi berbasis akuntansi, atau informasi yang berhubungan dengan angka-angka akuntansi.
Maka perusahaan mempunyai insentif untuk mengelola angka-angka tersebut.
Kenapa?
👉"Karena, pengaruh potensial dari kebijakan pengungkapannya terhadap pihak ketiga".
✏️" Biaya politis timbul dari konflik kepentingan antara perusahaan (manajer) dengan pemerintah".
👉" Sebagai kepanjangan tangan masyarakat yang memiliki wewenang untuk melakukan pengalihan kekayaan dari perusahaan kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku".
✏️" Proses pengalihan kekayaan tersebut biasanya menggunakan informasi akuntansi, seperti laba".
👉" Hal inilah yang mendorong perusahan untuk menerapkan konservatisma akuntansi" .
✍️" Manajer mempunyai kecenderungan untuk mengecilkan laba yang dilaporkan untuk mengurangi biaya politis yang potensial " (Watts dan Zimmerman 1986 dalam Lasdi 2008).
👉Political cost sering diproksikan dengan ukuran perusahaan oleh beberapa penelitian sebelumnya.
✍️Anggraini dan Trisnawati (2008)
" semakin besar perusahaan, semakin besar pula kemungkinan perusahaan tersebut memilih metode akuntansi yang menurunkan laba".
✍️Hal tersebut dikarenakan dengan laba yang tinggi pemerintah akan segera mengambil tindakan, misalnya dengan mengenakan peraturan antitrust, menaikan pajak pendapatan perusahaan, dan lain-lain (Saputra dan Setiawati 2003).
👉Dalam hubungannya dengan pajak (taxation), adanya insentif untuk menunda
pembayaran pajak juga mendorong penggunaan konservatisma.
✍️Dengan konservatisma, perusahaan dapat mengurangi present value pajak dengan jalan menunda pengakuan pendapatan (Sari 2004).
👉Adanya informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan dapat memberikan informasi kepada pemerintah atas kondisi perusahaan.
✍️Apabila kondisi keuangan yang dicerminkan dalam laba perusahaan
menunjukkan nilai yang baik.
Maka ada kecenderungan pemerintah berusaha untuk memperolehnya melalui penerapan dalam bentuk pajak yang sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 17 Tahun 2000.
✍️Perusahaan dengan keuntungan besar
tampaknya menarik perhatian pengatur sehingga pelaporan laba yang besar akan
meningkatkan kemungkingan diatur atau dibebani secara monopoli (Cahan 1992 dalam Widya 2005).
👉Oleh karena itu, manajer perusahaan berusaha memperkecil laba untuk memperkecil jumlah pajak yang dibayarkan ke pemerintah.
✏️Pada perusahaan yang menggunakan prinsip konservatif terdapat cadangan tersembunyi yang digunakan untuk investasi.
✍️Sehingga perusahaan yang konservatif identik dengan perusahaan yang tumbuh (Mayangsari dan Wilopo 2002).
👉Pertumbuhan ini akan direspon positif oleh investor sehingga nilai pasar perusahaan yang konservatif lebih besar dari nilai bukunya sehingga akan tercipta goodwill.
📌Pasar menilai positif atas investasi yang
dilakukan perusahaan karena dari investasi yang dilakukan saat ini diharapkan perusahaan akan mendapatkan kenaikan arus kas dimasa depan.
👉Pertumbuhan perusahaan dapat dilihat dari kesempatan bertumbuh (growth opportunities).
📌Perusahaan untuk tumbuh dan berkembang membutuhkan kesempatan atau peluang.
👉Selain growth opportunities, perusahaan juga membutuhkan dana dimana terdapat
tantangan bagi manajer untuk menyeimbangkan antara pendapatan dan penggunaan uang kas.
📌Semakin tinggi kesempatan bertumbuh perusahaan semakin besar kebutuhan dana yang diperlukan perusahaan.
✏️Besarnya dana yang dibutuhkan perusahaan menyebabkan manajer menerapkan prinsip konservatisme agar pembiayaan untuk investasi dapat
terpenuhi, yaitu " dengan meminimalkan laba".
✍️Scott (2000:296) menyatakan bahwa
" pilihan kebijakan akuntansi yang dilakukan manajer untuk suatu tujuan tertentu disebut dengan manajemen laba".
✍️Terkait dengan informasi laba, Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1 menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan
" perhatian utama untuk menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen".
👉Selain itu informasi laba juga membantu para pengguna laporan keuangan dalam menaksir earnings power perusahaan di masa yang akan datang.
✏️Oleh karena itu, manajemen mempunyai kecenderungan melakukan tindakan
untuk memberikan laporan keuangan yang atraktif.
👉Perilaku manajer yang melakukan "manajemen laba dapat diminimalisir dengan menerapkan mekanisme good corporate governance".
✍️Good corporate governance adalah serangkaian mekanisme yang digunakan untuk membatasi timbulnya masalah asimetri informasi yang dapat mendorong
terjadinya manajemen laba (Dye 1998),
✍️Trueman dan Titman (1988) yang
dikutip dari Darmawati (2003)
Mekanisme good corporate governance ditandai dengan adanya kepemilikan institusional, kepemilikan manajemen, keberadaan komite audit dan komisaris independen.
👉Kepemilikan institusional dan kepemilikan
manajemen yang besar diyakini dapat membatasi perilaku manajer dalam
melakukan manajemen laba.
✍️Rajgopal et al. (1999) dan Darmawati (2003)
" Keberadaan komite audit dan komisaris independen dalam suatu perusahaan juga terbukti efektif dalam mencegah praktik manajemen laba".
✏️Karena keberadaan komite audit dan komisaris independen bertujuan untuk "mengawasi jalannya kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan".
✍️Gul et al. (2005) ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mendeteksi manajemen laba.
👉Salah satu indikator tersebut adalah ukuran KAP tempat auditor bekerja.
✍️ Pada KAP yang lebih besar diasumsikan "audit yang dilaksanakan lebih berkualitas" dibandingkan dengan " KAP yang lebih kecil ".
Kenapa?
✍️Karena adanya kecenderungan untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan audit, termasuk menjalankan prosedur-prosedur audit yang baku (Siregar dan Utama 2002).
👉" Manajemen laba merupakan setiap tindakan manajemen yang dapat mempengaruhi angka laba yang dilaporkan ".
✍️Setiawati (2002) menyatakan manajemen laba sebagai campur tangan manajemen dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan menguntungkan dirinya sendiri (manajer).
✍️Davidson (1987), Schipper (1989), Meutia (2004) menyatakan
" manajemen laba sebagai proses "
👉" Dilakukannya Manajemen laba merupakan setiap tindakan manajemen yang dapat mempengaruhi angka laba yang dilaporkan".
✍️Setiawati (2002) menyatakan
" manajemen laba sebagai campur tangan manajemen dalam proses pelaporan
keuangan eksternal dengan tujuan menguntungkan dirinya sendiri (manajer)".
Konservatisma Akuntansi Dan Manajemen Laba
✍️ " Kontrak utang menggunakan konservatisma dalam dua cara :
✔️Bondholders dapat secara ekplisit menggunakan akuntansi konservatif.
✔️Manajer dapat secara implisit menggunakan akuntansi konservatif secara konsisten dalam rangka membangun reputasi untuk pelaporan keuangan yang konservatif (Lasdi 2008).
✍️" Menurut Watts dan Zimmerman (1986), motif pemilihan suatu metode akuntansi tidak terlepas dari teori akuntasi positif, salah satunya adalah debt covenant hypothesis".
✍️Debt covenant hypothesis memprediksikan bahwa
" manajer ingin meningkatkan laba dan aktiva untuk mengurangi biaya renegoisasi biaya kontrak hutang ketika perusahaan berusaha melanggar kontrak hutangnya".
✍️Bukti empiris menunjukkan bahwa "perusahaan pelanggar mempunyai lebih banyak akrual abnormal yang agresif (Sweeney 1994 dalam Lasdi 2008)
✍️" Dan berubah pada akuntansi yang lebih konservatif" (DeFond dan Jiambalvo 1994 dalam Lasdi 2008).
👉Tidak seperti investor, kreditur tidak mempunyai mekanisma untuk mengatasi inflasi laba perusahaan.
👉Sebagai gantinya, kreditur dilindungi oleh standar akuntansi konservatif.
✏️Manajer perusahaan dengan risiko ex ante dari pelanggaran debt covenant cenderung optimis atau kurang konservatif.
📌Risiko adanya tuntutan hukum (litigasi) oleh kreditur dan pemegang saham kepada
manajer dapat mendorong penyelenggaraan akuntansi konservatif.
✍️Watts (2002) menyebutkan bahwa berita buruk yang diungkapkan oleh penelitian disclosure itu sebagai berita buruk asimetrik.
👉Pernyataan yang berlebihan dari aset bersih cenderung menghasilkan biaya litigasi yang lebih besar dibanding pernyataan aset bersih yang lebih
rendah.
✏️Konservatisma akuntansi dengan menyatakan aset bersih yang lebih rendah dapat mengurangi risiko litigasi.
✍️Watts (2002) menyatakan bahwa
" litigasi menurut Undang-Undang Pasar Modal mendorong konservatisma".
👉Alasannya adalah bahwa
" litigasi cenderung lebih banyak dihasilkan oleh pernyataan yang berlebihan dibanding pernyataan yang lebih rendah dari
laba dan aset bersih".
👉"Biaya litigasi ekspektasian dari pernyataan yang berlebihan lebih tinggi daripada pernyataan yang lebih rendah.
Maka, manajemen dan auditor mempunyai insentif untuk menyatakan lebih rendah laba dan aset bersih".
📌Jika Pihak ketiga (pemerintah dan pajak) menggunakan informasi berbasis akuntansi, atau informasi yang berhubungan dengan angka-angka akuntansi.
Maka perusahaan mempunyai insentif untuk mengelola angka-angka tersebut.
Kenapa?
👉"Karena, pengaruh potensial dari kebijakan pengungkapannya terhadap pihak ketiga".
✏️" Biaya politis timbul dari konflik kepentingan antara perusahaan (manajer) dengan pemerintah".
👉" Sebagai kepanjangan tangan masyarakat yang memiliki wewenang untuk melakukan pengalihan kekayaan dari perusahaan kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku".
✏️" Proses pengalihan kekayaan tersebut biasanya menggunakan informasi akuntansi, seperti laba".
👉" Hal inilah yang mendorong perusahan untuk menerapkan konservatisma akuntansi" .
✍️" Manajer mempunyai kecenderungan untuk mengecilkan laba yang dilaporkan untuk mengurangi biaya politis yang potensial " (Watts dan Zimmerman 1986 dalam Lasdi 2008).
👉Political cost sering diproksikan dengan ukuran perusahaan oleh beberapa penelitian sebelumnya.
✍️Anggraini dan Trisnawati (2008)
" semakin besar perusahaan, semakin besar pula kemungkinan perusahaan tersebut memilih metode akuntansi yang menurunkan laba".
✍️Hal tersebut dikarenakan dengan laba yang tinggi pemerintah akan segera mengambil tindakan, misalnya dengan mengenakan peraturan antitrust, menaikan pajak pendapatan perusahaan, dan lain-lain (Saputra dan Setiawati 2003).
👉Dalam hubungannya dengan pajak (taxation), adanya insentif untuk menunda
pembayaran pajak juga mendorong penggunaan konservatisma.
✍️Dengan konservatisma, perusahaan dapat mengurangi present value pajak dengan jalan menunda pengakuan pendapatan (Sari 2004).
👉Adanya informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan dapat memberikan informasi kepada pemerintah atas kondisi perusahaan.
✍️Apabila kondisi keuangan yang dicerminkan dalam laba perusahaan
menunjukkan nilai yang baik.
Maka ada kecenderungan pemerintah berusaha untuk memperolehnya melalui penerapan dalam bentuk pajak yang sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 17 Tahun 2000.
✍️Perusahaan dengan keuntungan besar
tampaknya menarik perhatian pengatur sehingga pelaporan laba yang besar akan
meningkatkan kemungkingan diatur atau dibebani secara monopoli (Cahan 1992 dalam Widya 2005).
👉Oleh karena itu, manajer perusahaan berusaha memperkecil laba untuk memperkecil jumlah pajak yang dibayarkan ke pemerintah.
✏️Pada perusahaan yang menggunakan prinsip konservatif terdapat cadangan tersembunyi yang digunakan untuk investasi.
✍️Sehingga perusahaan yang konservatif identik dengan perusahaan yang tumbuh (Mayangsari dan Wilopo 2002).
👉Pertumbuhan ini akan direspon positif oleh investor sehingga nilai pasar perusahaan yang konservatif lebih besar dari nilai bukunya sehingga akan tercipta goodwill.
📌Pasar menilai positif atas investasi yang
dilakukan perusahaan karena dari investasi yang dilakukan saat ini diharapkan perusahaan akan mendapatkan kenaikan arus kas dimasa depan.
👉Pertumbuhan perusahaan dapat dilihat dari kesempatan bertumbuh (growth opportunities).
📌Perusahaan untuk tumbuh dan berkembang membutuhkan kesempatan atau peluang.
👉Selain growth opportunities, perusahaan juga membutuhkan dana dimana terdapat
tantangan bagi manajer untuk menyeimbangkan antara pendapatan dan penggunaan uang kas.
📌Semakin tinggi kesempatan bertumbuh perusahaan semakin besar kebutuhan dana yang diperlukan perusahaan.
✏️Besarnya dana yang dibutuhkan perusahaan menyebabkan manajer menerapkan prinsip konservatisme agar pembiayaan untuk investasi dapat
terpenuhi, yaitu " dengan meminimalkan laba".
✍️Scott (2000:296) menyatakan bahwa
" pilihan kebijakan akuntansi yang dilakukan manajer untuk suatu tujuan tertentu disebut dengan manajemen laba".
✍️Terkait dengan informasi laba, Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1 menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan
" perhatian utama untuk menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen".
👉Selain itu informasi laba juga membantu para pengguna laporan keuangan dalam menaksir earnings power perusahaan di masa yang akan datang.
✏️Oleh karena itu, manajemen mempunyai kecenderungan melakukan tindakan
untuk memberikan laporan keuangan yang atraktif.
👉Perilaku manajer yang melakukan "manajemen laba dapat diminimalisir dengan menerapkan mekanisme good corporate governance".
✍️Good corporate governance adalah serangkaian mekanisme yang digunakan untuk membatasi timbulnya masalah asimetri informasi yang dapat mendorong
terjadinya manajemen laba (Dye 1998),
✍️Trueman dan Titman (1988) yang
dikutip dari Darmawati (2003)
Mekanisme good corporate governance ditandai dengan adanya kepemilikan institusional, kepemilikan manajemen, keberadaan komite audit dan komisaris independen.
👉Kepemilikan institusional dan kepemilikan
manajemen yang besar diyakini dapat membatasi perilaku manajer dalam
melakukan manajemen laba.
✍️Rajgopal et al. (1999) dan Darmawati (2003)
" Keberadaan komite audit dan komisaris independen dalam suatu perusahaan juga terbukti efektif dalam mencegah praktik manajemen laba".
✏️Karena keberadaan komite audit dan komisaris independen bertujuan untuk "mengawasi jalannya kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan".
✍️Gul et al. (2005) ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mendeteksi manajemen laba.
👉Salah satu indikator tersebut adalah ukuran KAP tempat auditor bekerja.
✍️ Pada KAP yang lebih besar diasumsikan "audit yang dilaksanakan lebih berkualitas" dibandingkan dengan " KAP yang lebih kecil ".
Kenapa?
✍️Karena adanya kecenderungan untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan audit, termasuk menjalankan prosedur-prosedur audit yang baku (Siregar dan Utama 2002).
👉" Manajemen laba merupakan setiap tindakan manajemen yang dapat mempengaruhi angka laba yang dilaporkan ".
✍️Setiawati (2002) menyatakan manajemen laba sebagai campur tangan manajemen dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan menguntungkan dirinya sendiri (manajer).
✍️Davidson (1987), Schipper (1989), Meutia (2004) menyatakan
" manajemen laba sebagai proses "
👉" Dilakukannya Manajemen laba merupakan setiap tindakan manajemen yang dapat mempengaruhi angka laba yang dilaporkan".
✍️Setiawati (2002) menyatakan
" manajemen laba sebagai campur tangan manajemen dalam proses pelaporan
keuangan eksternal dengan tujuan menguntungkan dirinya sendiri (manajer)".
No comments:
Post a Comment