Sunday, 1 December 2019

Apa sih Manajemen Laba itu?

#Ekonomi#IlmuManagament#Akuntansi#Konsetvatisma#ManagamentLaba

Konservatisma Akuntansi Dan Manajemen Laba

✍️ " Kontrak utang menggunakan konservatisma dalam dua cara :
✔️Bondholders dapat secara ekplisit menggunakan akuntansi konservatif.
✔️Manajer dapat secara implisit menggunakan akuntansi konservatif secara konsisten dalam rangka membangun reputasi untuk pelaporan keuangan yang konservatif (Lasdi 2008).

✍️" Menurut Watts dan Zimmerman (1986), motif pemilihan suatu metode akuntansi tidak terlepas dari teori akuntasi positif, salah satunya adalah debt covenant hypothesis".

✍️Debt covenant hypothesis memprediksikan bahwa
" manajer ingin meningkatkan laba dan aktiva untuk mengurangi biaya renegoisasi biaya kontrak hutang ketika perusahaan berusaha melanggar kontrak hutangnya".

✍️Bukti empiris menunjukkan bahwa "perusahaan pelanggar mempunyai lebih banyak akrual abnormal yang agresif (Sweeney 1994 dalam Lasdi 2008)

✍️" Dan berubah pada akuntansi yang lebih konservatif"  (DeFond dan Jiambalvo 1994 dalam Lasdi 2008).

👉Tidak seperti investor, kreditur tidak mempunyai mekanisma untuk mengatasi inflasi laba perusahaan.

👉Sebagai gantinya, kreditur dilindungi oleh standar akuntansi konservatif.

✏️Manajer perusahaan dengan risiko ex ante dari pelanggaran debt covenant cenderung optimis atau kurang konservatif.

📌Risiko adanya tuntutan hukum (litigasi) oleh kreditur dan pemegang saham kepada
manajer dapat mendorong penyelenggaraan akuntansi konservatif.

✍️Watts (2002) menyebutkan bahwa berita buruk yang diungkapkan oleh penelitian disclosure itu sebagai berita buruk asimetrik.

👉Pernyataan yang berlebihan dari aset bersih cenderung menghasilkan biaya litigasi yang lebih besar dibanding pernyataan aset bersih yang lebih
rendah.

✏️Konservatisma akuntansi dengan menyatakan aset bersih yang lebih rendah dapat mengurangi risiko litigasi.

✍️Watts (2002) menyatakan bahwa
" litigasi menurut Undang-Undang Pasar Modal mendorong konservatisma".

👉Alasannya adalah bahwa
" litigasi cenderung lebih banyak dihasilkan oleh pernyataan yang berlebihan dibanding pernyataan yang lebih rendah dari
laba dan aset bersih".

👉"Biaya litigasi ekspektasian dari pernyataan yang berlebihan lebih tinggi daripada pernyataan yang lebih rendah.
Maka, manajemen dan auditor mempunyai insentif untuk menyatakan lebih rendah laba dan aset bersih".

📌Jika Pihak ketiga (pemerintah dan pajak) menggunakan informasi berbasis akuntansi, atau informasi yang berhubungan dengan angka-angka akuntansi.
Maka perusahaan mempunyai insentif untuk mengelola angka-angka tersebut.

Kenapa?

👉"Karena, pengaruh potensial dari kebijakan pengungkapannya terhadap pihak ketiga".

✏️" Biaya politis timbul dari konflik kepentingan antara perusahaan (manajer) dengan pemerintah".

👉" Sebagai kepanjangan tangan masyarakat yang memiliki wewenang untuk melakukan pengalihan kekayaan dari perusahaan kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku".

✏️" Proses pengalihan kekayaan tersebut biasanya menggunakan informasi akuntansi, seperti laba".

👉" Hal inilah yang mendorong perusahan untuk menerapkan konservatisma akuntansi" .

✍️" Manajer mempunyai kecenderungan untuk mengecilkan laba yang dilaporkan untuk mengurangi biaya politis yang potensial " (Watts dan Zimmerman 1986 dalam Lasdi 2008).

👉Political cost sering diproksikan dengan ukuran perusahaan oleh beberapa penelitian sebelumnya.

✍️Anggraini dan Trisnawati (2008)
" semakin besar perusahaan, semakin besar pula kemungkinan perusahaan tersebut memilih metode akuntansi yang menurunkan laba".

✍️Hal tersebut dikarenakan dengan laba yang tinggi pemerintah akan segera mengambil tindakan, misalnya dengan mengenakan peraturan antitrust, menaikan pajak pendapatan perusahaan, dan lain-lain (Saputra dan Setiawati 2003).

👉Dalam hubungannya dengan pajak (taxation), adanya insentif untuk menunda
pembayaran pajak juga mendorong penggunaan konservatisma.

✍️Dengan konservatisma, perusahaan dapat mengurangi present value pajak dengan jalan menunda pengakuan pendapatan (Sari 2004).

👉Adanya informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan dapat memberikan informasi kepada pemerintah atas kondisi perusahaan.

✍️Apabila kondisi keuangan yang dicerminkan dalam laba perusahaan
menunjukkan nilai yang baik.
Maka ada kecenderungan pemerintah berusaha untuk memperolehnya melalui penerapan dalam bentuk pajak yang sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 17 Tahun 2000.

✍️Perusahaan dengan keuntungan besar
tampaknya menarik perhatian pengatur sehingga pelaporan laba yang besar akan
meningkatkan kemungkingan diatur atau dibebani secara monopoli (Cahan 1992 dalam Widya 2005).

👉Oleh karena itu, manajer perusahaan berusaha memperkecil laba untuk memperkecil jumlah pajak yang dibayarkan ke pemerintah.

✏️Pada perusahaan yang menggunakan prinsip konservatif terdapat cadangan tersembunyi yang digunakan untuk investasi.

✍️Sehingga perusahaan yang konservatif identik dengan perusahaan yang tumbuh (Mayangsari dan Wilopo 2002).

👉Pertumbuhan ini akan direspon positif oleh investor sehingga nilai pasar perusahaan yang konservatif lebih besar dari nilai bukunya sehingga akan tercipta goodwill.

📌Pasar menilai positif atas investasi yang
dilakukan perusahaan karena dari investasi yang dilakukan saat ini diharapkan perusahaan akan mendapatkan kenaikan arus kas dimasa depan.

👉Pertumbuhan perusahaan dapat dilihat dari kesempatan bertumbuh (growth opportunities).

📌Perusahaan untuk tumbuh dan berkembang membutuhkan kesempatan atau peluang.

👉Selain growth opportunities, perusahaan juga membutuhkan dana dimana terdapat
tantangan bagi manajer untuk menyeimbangkan antara pendapatan dan penggunaan uang kas.

📌Semakin tinggi kesempatan bertumbuh perusahaan semakin besar kebutuhan dana yang diperlukan perusahaan.

✏️Besarnya dana yang dibutuhkan perusahaan menyebabkan manajer menerapkan prinsip konservatisme agar pembiayaan untuk investasi dapat
terpenuhi, yaitu " dengan meminimalkan laba".

✍️Scott (2000:296) menyatakan bahwa
" pilihan kebijakan akuntansi yang dilakukan manajer untuk suatu tujuan tertentu disebut dengan manajemen laba".

✍️Terkait dengan informasi laba, Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1 menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan
" perhatian utama untuk menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen".

👉Selain itu informasi laba juga membantu para pengguna laporan keuangan dalam menaksir earnings power perusahaan di masa yang akan datang.

✏️Oleh karena itu, manajemen mempunyai kecenderungan melakukan tindakan
untuk memberikan laporan keuangan yang atraktif.

👉Perilaku manajer yang melakukan "manajemen laba dapat diminimalisir dengan menerapkan mekanisme good corporate governance".

✍️Good corporate governance adalah serangkaian mekanisme yang digunakan untuk membatasi timbulnya masalah asimetri informasi yang dapat mendorong
terjadinya manajemen laba (Dye 1998),

✍️Trueman dan Titman (1988) yang
dikutip dari Darmawati (2003)
Mekanisme good corporate governance ditandai dengan adanya kepemilikan institusional, kepemilikan manajemen, keberadaan komite audit dan komisaris independen.

👉Kepemilikan institusional dan kepemilikan
manajemen yang besar diyakini dapat membatasi perilaku manajer dalam
melakukan manajemen laba.

✍️Rajgopal et al. (1999) dan Darmawati (2003)
" Keberadaan komite audit dan komisaris independen dalam suatu perusahaan juga terbukti efektif dalam mencegah praktik manajemen laba".

✏️Karena keberadaan komite audit dan komisaris independen bertujuan untuk "mengawasi jalannya kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan".

✍️Gul et al. (2005) ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mendeteksi manajemen laba.

👉Salah satu indikator tersebut adalah ukuran KAP tempat auditor bekerja.

✍️ Pada KAP yang lebih besar diasumsikan "audit yang dilaksanakan lebih berkualitas" dibandingkan dengan " KAP yang lebih kecil ".

Kenapa?

✍️Karena adanya kecenderungan untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan audit, termasuk menjalankan prosedur-prosedur audit yang baku (Siregar dan Utama 2002).

👉" Manajemen laba merupakan setiap tindakan manajemen yang dapat mempengaruhi angka laba yang dilaporkan ".

✍️Setiawati (2002) menyatakan manajemen laba sebagai campur tangan manajemen dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan menguntungkan dirinya sendiri (manajer).

✍️Davidson (1987), Schipper (1989), Meutia (2004) menyatakan
" manajemen laba sebagai proses "

👉" Dilakukannya Manajemen laba merupakan setiap tindakan manajemen yang dapat mempengaruhi angka laba yang dilaporkan".

✍️Setiawati (2002) menyatakan
" manajemen laba sebagai campur tangan manajemen dalam proses pelaporan
keuangan eksternal dengan tujuan menguntungkan dirinya sendiri (manajer)".

No comments:

Post a Comment

TARUHAN TENTANG PENILAIAN TOPENG?

  PERILAKU POLITIK TAPI OTAK MANDAT!!  2 Agustus 2025, mungkin harus ku tuliskan beberapa point besar terhadap " Oknum-oknum " yan...