Thursday, 5 December 2019

Apa yang mendasari pembentukan konsep akrual?

#Ekonomi#IlmuManagament#PembentukanKonsepAkrual

Pembentukan Konsep Akrual

✍️" Pembentukan konsep akrual didasari oleh asumsi (Wild,Bernstein dan Subramanyam, 2001; Chasteon, Richard dan cornor,1989) yang terdiri dari:

🌺 Going Concern Assumption
" Asumsi ini didasari oleh kesinambungan aktivitas suatu entitas menuju waktu dari masa mendatang yang dapat diduga, yaitu
kesinambungan (going concern)".

👉" Asumsi ini yang mendasari akuntansi akrual dalam pengakuan aktivitas bisnis sebelum arus kas masuk dan arus kas keluar terjadi".

✏️" Menurut penghargaan bahwa
" perusahaan memiliki eksistensi dalam pemenuhan aktivitasnya" .

🌺Enforceability of Contracts
" Asumsi ini melatarbelakangi pengakuan pendapatan dan beban".

👉" Sebagian besar jurnal akrual didasarkan pada dokumen sumber, basanya berupa kontrak ".

👉"ketika tidak ada ekspektasi yang layak atas kontrak, maka akrual tidak dapat dilakukan oleh suatu perusahaan" .

🌺Stable Monetary Unit and Time Value of Money
"Stable Monetary Unit menganggap bahwa " harga stabil yang didasari oleh konsep nilai waktu dari uang yang digunakan dalam konsep akrual" .

✏️Akrual adalah salah satu diskresi manajemen.

👉Diskresi manajemen tersebutlah yang mendorong adanya manajemen laba.

👉Untuk menghitung akrual bisadigunakan model jones.

✏️Pengukuran discretionary accrual menggunakan modal kerja.

✍️Beasley (1996) menemukan bahwa
" proporsi dari boards of director dari luar adalah lebih rendah untuk perusahaan yang mengalami fraud laporan keuangan".

✍️Dechow et al. (1996) melaporkan penemuan yang sama saat mempelajari struktur governance pada perusahaan yang subyeknya pada aktifitas pelaksanaan SEC.

✍️Mereka menemukan bahwa
" perusahaan yang melanggar GAAP dan melebihkan laba mungkin mempunyai dewan dengan anggota dari dalam dan CEO yang melayani juga merupakan salah satu anggota dewan".

✍️Dalam aktifitas pelaksanaan SEC atau material restatement pada laba kuartal, 67% dari perusahaan mempunyai komite audit yang terdiri dari outside directors.

✍️Di lain sisi, 86% dengan tidak beraktifitas pelaksanaan SEC yang punya komite audit hanya dari outside directors.

✍️Dechow et al. (1996) menemukan bahwa "perusahaan yang bertindak melaksanakan SEC kurang, mungkin mempunyai komite audit".

✍️Defond and Jiambalvo (1991) melaporkan bahwa " overstatement terhadap laba berkurang antara perusahaan dengan komite audit.

✍️Beasley (1996) tidak melihat hubungan statistik antara kehadiran komite audit dan kemungkinan kecurangan laporan keuangan.

No comments:

Post a Comment

TARUHAN TENTANG PENILAIAN TOPENG?

  PERILAKU POLITIK TAPI OTAK MANDAT!!  2 Agustus 2025, mungkin harus ku tuliskan beberapa point besar terhadap " Oknum-oknum " yan...