#Ekonomi#IlmuManagament#Corporategovernance#agencycost
Hubungan antara Keagenan dan Investor
✍️" Dalam rangka memahami corporate governance maka digunakanlah dasar
perspektif hubungan keagenan. (Jensen dan Meckling ,1976)
✍️(Rudi Isnanta , 2008) menyatakan bahwa "hubungan keagenan adalah sebuah kontrak antara manajer (agent) dengan investor (principal)".
👉Terjadinya konflik kepentingan antara pemilik dan agen karena kemungkinan agen bertindak tidak sesuai dengan
kepentingan principal.
Sehingga memicu biaya keagenan (agency cost).
🌺Penyebab timbulnya working capital accrual (salah satu perlakuan dari manajemen laba) akan dapat dijelaskan dengan menggunakan teori agensi.
✏️Sebagai agen, manajer bertanggung jawab secara moral untuk mengoptimalkan keuntungan para pemilik (principal) dengan memperoleh kompensasi sesuai
dengan kontrak atau persetujuan yang terjadi antara agen dan prinsipal.
✍️Terdapat dua kepentingan yang berbeda di dalam perusahaan dimana masing-masing pihak, baik agen maupun prinsipal berusaha untuk mencapai atau
mempertahankan tingkat kemakmuran dan keuntungan yang dikehendaki
(Isnanta, 2008).
✍️(Eisenhardt ,1989) Rudi Isnanta, 2008)
Tiga asumsi sifat dasar manusia guna menjelaskan tentang teori agensi yaitu:
🌺 manusia pada umumnya mementingkan diri sendiri (self interest),
🌺 manusia memiliki daya pikir terbatas mengenai persepsi masa mendatang (bounded rationality), dan
🌺 manusia selalu menghindari resiko (risk averse).
✍️Berdasarkan asumsi sifat dasar manusia tersebut manajer sebagai manusia kemungkinan besar akan bertindak berdasarkan sifat opportunistic, yaitu mengutamakan kepentingan pribadinya (Haris, 2004, dalam Rudi Isnanta (2008)).
Hubungan antara Keagenan dan Investor
✍️" Dalam rangka memahami corporate governance maka digunakanlah dasar
perspektif hubungan keagenan. (Jensen dan Meckling ,1976)
✍️(Rudi Isnanta , 2008) menyatakan bahwa "hubungan keagenan adalah sebuah kontrak antara manajer (agent) dengan investor (principal)".
👉Terjadinya konflik kepentingan antara pemilik dan agen karena kemungkinan agen bertindak tidak sesuai dengan
kepentingan principal.
Sehingga memicu biaya keagenan (agency cost).
🌺Penyebab timbulnya working capital accrual (salah satu perlakuan dari manajemen laba) akan dapat dijelaskan dengan menggunakan teori agensi.
✏️Sebagai agen, manajer bertanggung jawab secara moral untuk mengoptimalkan keuntungan para pemilik (principal) dengan memperoleh kompensasi sesuai
dengan kontrak atau persetujuan yang terjadi antara agen dan prinsipal.
✍️Terdapat dua kepentingan yang berbeda di dalam perusahaan dimana masing-masing pihak, baik agen maupun prinsipal berusaha untuk mencapai atau
mempertahankan tingkat kemakmuran dan keuntungan yang dikehendaki
(Isnanta, 2008).
✍️(Eisenhardt ,1989) Rudi Isnanta, 2008)
Tiga asumsi sifat dasar manusia guna menjelaskan tentang teori agensi yaitu:
🌺 manusia pada umumnya mementingkan diri sendiri (self interest),
🌺 manusia memiliki daya pikir terbatas mengenai persepsi masa mendatang (bounded rationality), dan
🌺 manusia selalu menghindari resiko (risk averse).
✍️Berdasarkan asumsi sifat dasar manusia tersebut manajer sebagai manusia kemungkinan besar akan bertindak berdasarkan sifat opportunistic, yaitu mengutamakan kepentingan pribadinya (Haris, 2004, dalam Rudi Isnanta (2008)).
No comments:
Post a Comment