#Ekonomi#IlmuManagamnet#KondisiKeuanganPerusahaan
Faktor - faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konservatisme Perusahaan
📌 " Kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah dapat mendorong pemegang saham melakukan penggantian manager perusahaan, yang kemudian juga dapat menurunkan nilai pasar manager yang bersangkutan di pasar tenaga kerja".
👉" Ancaman tersebut dapat mendorong manajer untuk mengatur pelaporan laba akuntansi yang merupakan salah satu
tolak ukur kinerja manajer".
📌" Kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah dapat mendorong manajer mengatur tingkat konservatisme akuntansi".
👉Pemakai laporan keuangan perlu memahami kemungkinan bahwa "perubahan laba akuntansi selain dipengaruhi oleh kinerja manajer juga dapat dipengaruhi oleh kebijakan konservatisme akuntansi yang ditempuh oleh manajer".
✍️Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh tingkat kesulitan keuangan perusahaan terhadap konservatisme akuntansi menarik untuk dilakukan (Lo 2006).
✍️Lasdi (2008) dan Widya (2005) mendapatkan bukti empiris bahwa:
✔️ Perusahaan yang memiliki kepemilikan managerial cenderung memilih strategi akuntansi yang kurang konservatif;
✔️ Perusahaan yang mempunyai debt covenant yang tinggi cenderung
memilih strategi yang kurang konservatif;
✔️ Perusahaan dengan litigation yang semakin besar cenderung memilih strategi akuntansi konservatif;
✔️ Perusahaan dengan tax and political costs yang semakin besar cenderung memilih strategi akuntansi konservatif;
✔️Perusahaan yang sedang mengalami kesempatan bertumbuh cenderung memilih akuntansi yang lebih konservatif.
👉Konservatisma adalah reaksi yang hati-hati (prudent reaction) menghadapi ketidak pastian yang melekat dalam perusahaan untuk mencoba memastikan bahwa ketidak pastian danrisiko yang inheren dalam lingkungan bisnis sudah cukup dipertimbangkan.
✍️Selain merupakan konvensi penting dalam laporan keuangan, konservatisma mengimplikasikan kehati-hatian dalam mengakui dan mengukur pendapatan dan aktiva (Dewi 2004).
👉Dilihat dari sudut pandang prinsip akuntansi berterima umum (Generally Accepted of Accounting Principles atau GAAP) maka konservatisma mempunyai 2 prinsip.
✔️Pertama, penjualan, pendapatan dan penghasilan tidak diantisipasikan. Pengakuan penjualan, pendapatan, dan penghasilan terjadi setelah ada transaksi dan pengiriman barang atau pemberian jasa.
✔️Kedua, semua kewajiban atau kerugian yang diketahui seharusnya dicatat tanpa memperhatikan apakah jumlah yang pasti dapat ditentukan atau tidak.
👉Hal itu perlu dilakukan untuk membatasi manajer dalam melakukan windows dressing atas penyusunan laporan keuangan sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi ekonomi yang buruk yang dapat berpengaruh terhadap kondisi keuangan
perusahaan.
📌 Pada dasarnya manajer dituntut untuk "menghasilkan laba dan kondisi keuangan perusahaan yang baik sehingga dapat meningkatkan minat investor untuk
menanamkan dananya di perusahaan".
✍️Penman dan Zhang (2000) menyatakan bahwa
" konservatisma justru menyebabkan kualitas laba menjadi rendah".
👉Hal ini disebabkan karena akuntansi konservatif akan langsung membebankan biaya investasi pada periode berjalan yang menyebabkan laba menjadi lebih rendah dan tercipta hidden reserve(cadangan tersembunyi).
👉Bila pada tahun berikutnya perusahaan menurunkan biaya investasinya, maka akan terjadi likuidasi cadangan tersembunyi dan laba menjadi lebih tinggi.
👉Beberapa metode berikut menunjukkan bahwa standar akuntansi yang berlaku
mengijinkan manajer untuk memilih berbagai metode yang dapat diterapkan dalam kondisi atau transaksi yang sama.
📌Sehingga memungkinkan perusahaan menggunakan metoda yang dirasa paling tepat.
✏️Kebebasan memilih standar akuntansi dapat menghasilkan angka-angka yang berbeda dalam laporan keuangan yang pada akhirnya akan menyebabkan laba yang cenderung konservatif.
👉Konservatisma tetap digunakan dalam praktik akuntansi dan disarankan untuk tetap digunakan.
✍️Ahmed (2002) membuktikan bahwa
" konservatisma dapat berperan mengurangi konflik yang terjadi antara manajemen dan pemegang saham akibat kebijakan dividen yang diterapkan oleh perusahaan".
✏️Untuk menghindari konflik, manajemen cenderung menggunakan akuntansi yang lebih konservatif.
✍️Sari, (2004) peran akuntansi konservatif
dalam mengurangi konflik antara pemegang saham dan pemegang obligasi pada saat pengumuman dividen.
✍️Mayangsari dan Wilopo (2000) yang membuktikan bahwa
" konservatisma memiliki value relevance,
sehingga laporan keuangan perusahaan yang menerapkan prinsip konservatisma dapat mencerminkan nilai pasar perusahaan".
✍️Mayangsari dan Wilopo (2000) mengatakan
bahwa" secara intuitif prinsip konservatisma bermanfaat karena bisa digunakan untuk memprediksi kondisi mendatang yang sesuai dengan tujuan laporan keuangan".
👉Perusahaan dapat memprediksi kondisi keuangan perusahaan di masa mendatang karena nilai aktiva telah dicatat pada nilai terendah dan laba hanya diakui pada saat terjadinya.
👉Apabila terjadi kesulitan keuangan di masa mendatang, perusahaan tidak terlalu
terpengaruh karena telah diantisipasi kerugian yang akan terjadi.
✍️Penman dan Zhang (2002) memperkirakan bahwa konservatisma menghasilkan kualitas laba yang rendah dan kurang relevan.
👉 Konservatisma mempengaruhi kualitas angka-angka yang dilaporkan di neraca maupun laba dalam laporan laba rugi.
✍️Ketika perusahaan meningkatkan jumlah investasi, maka akuntansi konservatif akan menghasilkan perhitungan laba yang lebih rendah dibandingkan akuntansi liberal atau optimis.
👉Akuntansi konservatif juga akan menciptakan cadangan yang tidak tercatat, sehingga memungkinkan manajemen lebih leluasa melaporkan angka laba di masa mendatang.
Faktor - faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konservatisme Perusahaan
📌 " Kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah dapat mendorong pemegang saham melakukan penggantian manager perusahaan, yang kemudian juga dapat menurunkan nilai pasar manager yang bersangkutan di pasar tenaga kerja".
👉" Ancaman tersebut dapat mendorong manajer untuk mengatur pelaporan laba akuntansi yang merupakan salah satu
tolak ukur kinerja manajer".
📌" Kondisi keuangan perusahaan yang bermasalah dapat mendorong manajer mengatur tingkat konservatisme akuntansi".
👉Pemakai laporan keuangan perlu memahami kemungkinan bahwa "perubahan laba akuntansi selain dipengaruhi oleh kinerja manajer juga dapat dipengaruhi oleh kebijakan konservatisme akuntansi yang ditempuh oleh manajer".
✍️Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh tingkat kesulitan keuangan perusahaan terhadap konservatisme akuntansi menarik untuk dilakukan (Lo 2006).
✍️Lasdi (2008) dan Widya (2005) mendapatkan bukti empiris bahwa:
✔️ Perusahaan yang memiliki kepemilikan managerial cenderung memilih strategi akuntansi yang kurang konservatif;
✔️ Perusahaan yang mempunyai debt covenant yang tinggi cenderung
memilih strategi yang kurang konservatif;
✔️ Perusahaan dengan litigation yang semakin besar cenderung memilih strategi akuntansi konservatif;
✔️ Perusahaan dengan tax and political costs yang semakin besar cenderung memilih strategi akuntansi konservatif;
✔️Perusahaan yang sedang mengalami kesempatan bertumbuh cenderung memilih akuntansi yang lebih konservatif.
👉Konservatisma adalah reaksi yang hati-hati (prudent reaction) menghadapi ketidak pastian yang melekat dalam perusahaan untuk mencoba memastikan bahwa ketidak pastian danrisiko yang inheren dalam lingkungan bisnis sudah cukup dipertimbangkan.
✍️Selain merupakan konvensi penting dalam laporan keuangan, konservatisma mengimplikasikan kehati-hatian dalam mengakui dan mengukur pendapatan dan aktiva (Dewi 2004).
👉Dilihat dari sudut pandang prinsip akuntansi berterima umum (Generally Accepted of Accounting Principles atau GAAP) maka konservatisma mempunyai 2 prinsip.
✔️Pertama, penjualan, pendapatan dan penghasilan tidak diantisipasikan. Pengakuan penjualan, pendapatan, dan penghasilan terjadi setelah ada transaksi dan pengiriman barang atau pemberian jasa.
✔️Kedua, semua kewajiban atau kerugian yang diketahui seharusnya dicatat tanpa memperhatikan apakah jumlah yang pasti dapat ditentukan atau tidak.
👉Hal itu perlu dilakukan untuk membatasi manajer dalam melakukan windows dressing atas penyusunan laporan keuangan sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi ekonomi yang buruk yang dapat berpengaruh terhadap kondisi keuangan
perusahaan.
📌 Pada dasarnya manajer dituntut untuk "menghasilkan laba dan kondisi keuangan perusahaan yang baik sehingga dapat meningkatkan minat investor untuk
menanamkan dananya di perusahaan".
✍️Penman dan Zhang (2000) menyatakan bahwa
" konservatisma justru menyebabkan kualitas laba menjadi rendah".
👉Hal ini disebabkan karena akuntansi konservatif akan langsung membebankan biaya investasi pada periode berjalan yang menyebabkan laba menjadi lebih rendah dan tercipta hidden reserve(cadangan tersembunyi).
👉Bila pada tahun berikutnya perusahaan menurunkan biaya investasinya, maka akan terjadi likuidasi cadangan tersembunyi dan laba menjadi lebih tinggi.
👉Beberapa metode berikut menunjukkan bahwa standar akuntansi yang berlaku
mengijinkan manajer untuk memilih berbagai metode yang dapat diterapkan dalam kondisi atau transaksi yang sama.
📌Sehingga memungkinkan perusahaan menggunakan metoda yang dirasa paling tepat.
✏️Kebebasan memilih standar akuntansi dapat menghasilkan angka-angka yang berbeda dalam laporan keuangan yang pada akhirnya akan menyebabkan laba yang cenderung konservatif.
👉Konservatisma tetap digunakan dalam praktik akuntansi dan disarankan untuk tetap digunakan.
✍️Ahmed (2002) membuktikan bahwa
" konservatisma dapat berperan mengurangi konflik yang terjadi antara manajemen dan pemegang saham akibat kebijakan dividen yang diterapkan oleh perusahaan".
✏️Untuk menghindari konflik, manajemen cenderung menggunakan akuntansi yang lebih konservatif.
✍️Sari, (2004) peran akuntansi konservatif
dalam mengurangi konflik antara pemegang saham dan pemegang obligasi pada saat pengumuman dividen.
✍️Mayangsari dan Wilopo (2000) yang membuktikan bahwa
" konservatisma memiliki value relevance,
sehingga laporan keuangan perusahaan yang menerapkan prinsip konservatisma dapat mencerminkan nilai pasar perusahaan".
✍️Mayangsari dan Wilopo (2000) mengatakan
bahwa" secara intuitif prinsip konservatisma bermanfaat karena bisa digunakan untuk memprediksi kondisi mendatang yang sesuai dengan tujuan laporan keuangan".
👉Perusahaan dapat memprediksi kondisi keuangan perusahaan di masa mendatang karena nilai aktiva telah dicatat pada nilai terendah dan laba hanya diakui pada saat terjadinya.
👉Apabila terjadi kesulitan keuangan di masa mendatang, perusahaan tidak terlalu
terpengaruh karena telah diantisipasi kerugian yang akan terjadi.
✍️Penman dan Zhang (2002) memperkirakan bahwa konservatisma menghasilkan kualitas laba yang rendah dan kurang relevan.
👉 Konservatisma mempengaruhi kualitas angka-angka yang dilaporkan di neraca maupun laba dalam laporan laba rugi.
✍️Ketika perusahaan meningkatkan jumlah investasi, maka akuntansi konservatif akan menghasilkan perhitungan laba yang lebih rendah dibandingkan akuntansi liberal atau optimis.
👉Akuntansi konservatif juga akan menciptakan cadangan yang tidak tercatat, sehingga memungkinkan manajemen lebih leluasa melaporkan angka laba di masa mendatang.
No comments:
Post a Comment