#Ekonomi#IlmuManagament#Manajer
Asimetri Informasi antara Agen dan Investor
👉" Sebagai pengelola perusahaan, manajer perusahaan tentu akan lebih banyak mengetahui informasi internal (semua kegiatan yang berada di dalam perusahaan) dan prospek perusahaan di masa yang akan datang, dibandingkan pemilik (pemegang saham).
✏️Oleh karena itu, manajer sudah seharusnya selalu memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik atau para pemegang modal pada perusahaan.
👉Sinyal yang dapat diberikan oleh manajer yakni melalui pengungkapan informasi akuntansi seperti laporan keuangan.
👉Laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting bagi para penggunanya
khususnya pengguna eksternal, terutama pengguna eksternal ini berada dalam
kondisi dan situasi tidak ikut andil dalam apa saja transaksi yang dilakukan perusahaan.
✏️Sehingga mereka tidak tahu pasti apakah transaksi-transaksi yang dilakukan sudah diungkap sejujurnya dalam laporan keuangan.
✍️Adanya ketidak seimbangan penguasaan informasi ini akan memicu munculnya kondisi yang disebut sebagai asimetri informasi (information asymmetry) (Isnanta, 2008).
👉Dengan adanya asimetri informasi antara manajemen (agent) dengan pemilik (principal) akan memberi kesempatan kepada manajer untuk melakukan working capital accrual.
📌Working capital accrual adalah salah satu perlakuan dari manajemen laba sehingga akan menyesatkan pemilik (pemegang saham) mengenai kinerja ekonomi perusahaan.
✍️(Richardson,1998, Isnanta ,2008) menunjukkan
" adanya hubungan positif antara asimetri informasi dengan manajemen laba".
✍️Corporate governance yang merupakan konsep yang didasarkan pada teori keagenan, diharapkan bisa berfungsi sebagai alat untuk memberikan keyakinan
kepada para investor bahwa
" mereka akan menerima return atas dana yang telah mereka investasikan"
(Isnanta, 2008).
✍️Corporate governance sangat berkaitan dengan bagaimana membuat para investor yakin bahwa
" manajer akan memberikan keuntungan bagi mereka, yakin bahwa
✔️manajer tidak akan mencuri/ menggelapkan atau
✔️menginvestasikan ke dalam proyek-proyek yang tidak menguntungkan berkaitan dengan dana yang telah ditanamkan oleh investor (Isnanta, 2008).
✍️Corporate Governance juga berkaitan dengan bagaimana para investor mengontrol/Ď€mengendalikan para manajer (Shleifer dan Vishny , 1997,Isnanta, 2008).
✏️Corporate governance diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menekan biaya keagenan dan memperkecil praktik manajemen laba.
Asimetri Informasi antara Agen dan Investor
👉" Sebagai pengelola perusahaan, manajer perusahaan tentu akan lebih banyak mengetahui informasi internal (semua kegiatan yang berada di dalam perusahaan) dan prospek perusahaan di masa yang akan datang, dibandingkan pemilik (pemegang saham).
✏️Oleh karena itu, manajer sudah seharusnya selalu memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik atau para pemegang modal pada perusahaan.
👉Sinyal yang dapat diberikan oleh manajer yakni melalui pengungkapan informasi akuntansi seperti laporan keuangan.
👉Laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting bagi para penggunanya
khususnya pengguna eksternal, terutama pengguna eksternal ini berada dalam
kondisi dan situasi tidak ikut andil dalam apa saja transaksi yang dilakukan perusahaan.
✏️Sehingga mereka tidak tahu pasti apakah transaksi-transaksi yang dilakukan sudah diungkap sejujurnya dalam laporan keuangan.
✍️Adanya ketidak seimbangan penguasaan informasi ini akan memicu munculnya kondisi yang disebut sebagai asimetri informasi (information asymmetry) (Isnanta, 2008).
👉Dengan adanya asimetri informasi antara manajemen (agent) dengan pemilik (principal) akan memberi kesempatan kepada manajer untuk melakukan working capital accrual.
📌Working capital accrual adalah salah satu perlakuan dari manajemen laba sehingga akan menyesatkan pemilik (pemegang saham) mengenai kinerja ekonomi perusahaan.
✍️(Richardson,1998, Isnanta ,2008) menunjukkan
" adanya hubungan positif antara asimetri informasi dengan manajemen laba".
✍️Corporate governance yang merupakan konsep yang didasarkan pada teori keagenan, diharapkan bisa berfungsi sebagai alat untuk memberikan keyakinan
kepada para investor bahwa
" mereka akan menerima return atas dana yang telah mereka investasikan"
(Isnanta, 2008).
✍️Corporate governance sangat berkaitan dengan bagaimana membuat para investor yakin bahwa
" manajer akan memberikan keuntungan bagi mereka, yakin bahwa
✔️manajer tidak akan mencuri/ menggelapkan atau
✔️menginvestasikan ke dalam proyek-proyek yang tidak menguntungkan berkaitan dengan dana yang telah ditanamkan oleh investor (Isnanta, 2008).
✍️Corporate Governance juga berkaitan dengan bagaimana para investor mengontrol/Ď€mengendalikan para manajer (Shleifer dan Vishny , 1997,Isnanta, 2008).
✏️Corporate governance diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menekan biaya keagenan dan memperkecil praktik manajemen laba.
No comments:
Post a Comment