#Ekonomi#IlmuManagament#outsidedirectors
Independensi dewan komisaris dan independensi komite audit
✍️(Klein , 2002) memeriksa hubungan antara manajemen laba, independensi dewan dan komite audit untuk sampel 687 perusahaan besar publik di US.
👉Dia menemukan bahwa
"manajemen laba dinyatakan kurang pada perusahaan yang komite auditnya mayoritas terdiri dari anggota independen".
✏️Dia juga menemukan hubungan negatif antara komite audit independen dan tingkat manajemen laba.
✍️Peasnell et al. (2000) juga fokus pada hubungan antara manajemen laba dan corporate governance.
✍️Mereka beda dari klein (2002) yang menggunakan data dari UK dan membandingkan pre-managed earnings dengan laba permulaan (salah satu laba nol atau laba yang dilaporkan akhir tahun).
✍️Hasil ini menunjukkan bahwa
"perusahaan dengan proporsi yang tinggi pada outside directors mempunyai Income-Increasing accruals yang kurang".
👉Bukti ini konsisten dengan outside directors menjadi lebih diperhatikan dengan pemaksaan income-increasing accruals.
✍️Penelitian terdahulu mendukung dugaan bahwa
" Independensi dewan komisaris dan independensi komite audit meningkatkan kualitas dan kredibilitas dari laporan keuangan".
✍️Peranan ini ada dimana perusahaan :
🌺memperluas kepemilikannya,
🌺 fungsi pengendalian didelegasi oleh residual claimants kepada board of director, dan dalam hal ini adalah dewan komisaris (Fama and Jensen 1983 dalam Bradbury 2004).
✍️Anggota dewan dalam dan afiliasi atau grey mempunyai keahlian dan pengetahuan khusus terhadap aktifitas perusahaan (Williamson 1975, Fama and Jensen 1983 dalam Bradbury 2004).
✍️Dewan komisaris yang independen (anggota dari luar perusahaan) menyediakan peran besar dalam mengawasi daripada anggota-anggota dewan dari dalam (Fama 1980; Fama and Jensen 1983 dalam Bradbury 2004)
No comments:
Post a Comment