#Ekonomi#IlmuManagament#KualitasLaba
Kualitas Laba dan Manfaat nya
📌" Banyak penelitian yang dilakukan mengenai kualitas laba dan manfaatnya
terhadap pengambilan keputusan ekonomi atau investasi".
✍️(Francis dkk, 2004 )(dalam Sutopo 2009) meneliti hubungan antara atribut laba dan biaya ekuitas yang didasarkan pada model teoritis yang memprediksi hubungan positif antara kualitas informasi dan biaya ekuitas.
👉Biaya ekuitas merupakan indikator keputusan alokasi sumber dana investor.
✍️(Francis et al. 2004)(dalam Sutopo 2009)
menunjukkan bahwa
"perusahaan dengan laba yang memiliki atribut laba yang tidak menguntungkan mempunyai biaya modal yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang memiliki atribut laba yang menguntungkan".
✏️Kualitas laba yang dihasilkan oleh perusahaan mempunyai hubungan terbalik dengan biaya ekuitas.
✍️(Mikhail et al.2003 dalam Sutopo 2009) menunjukkan bahwa
" pada perusahaan dengan kualitas laba tinggi, revisi ramalan analis setelah
pengumuman peningkatan dividen lebih rendah dan reaksi pasar terhadap
pengumuman peningkatan dividen tersebut juga lebih rendah".
👉Menunjukkan bahwa " jika kualitas laba tinggi maka revisi ramalan analis rendah"
✏️" Dan investor dapat memanfaatkan revisi ramalan analis sehingga kurang memerlukan informasi peningkatan dividen".
👉Untuk memenuhi tujuan penyajian informasi keuangan yaitu bermanfaat
dalam pengambilan keputusan ekonomi atau investasi.
✏️Seharusnya laba yang disajikan merupakan laba yang berkualitas.
✍️Manajemen laba dapat terjadi karena penyusunan statement keuangan menggunakan dasar akrual (Sutopo, 2009).
👉Unsur akrual dapat terjadi berdasarkan
kebijakan manajemen (discretionary accruals) atau non-kebijakan manajemen
(nondiscretionary accruals).
✍️Dasar akrual ini mempunyai implikasi bahwa " laba akuntansi antara lain ditentukan oleh besaran akrual baik yang discretionary maupun nondiscretionary (Sutopo, 2009).
👉Penentuan discretionary accruals dengan tujuan untuk menaikkan atau menurunkan laba merupakan tindakan manajemen laba (earnings management).
✍️Hasil penelitian Yoon et al. (2006)
menunjukkan bahwa
" dalam melakukan manajemen laba, perusahaan yang menaikkan laba cenderung menggunakan untung dari penghentian aset."
✏️Sedangkan perusahaan yang menurunkan laba cenderung menggunakan biaya kerugian piutang dan rugi penghentian aset.
👉Manajemen laba mempunyai dampak pada kebermanfaatan informasi laba dalam pengambilan keputusan (Sutopo, 2009).
✏️Perusahaan cenderung menyajikan " informasi laba yang mampu menarik para investor dengan memberikan laba yang
tinggi sehingga harga saham perusahaan naik" .
👉Dan menurunkan laba untuk menghindari biaya pajak dan lain-lain.
✍️Chan et al. (2006) menemukan bahwa "peningkatan laba yang disertai akrual tinggi mengindikasi laba berkualitas rendah dan berhubungan dengan return rendah di masa datang.
✍️(Hanlon, 2005 dalam Sutopo 2009) antara lain menemukan bahwa
" investor menilai terlalu tinggi persistensi komponen akrual dari laba pada perusahaan dengan perbedaan laba akuntansi pajak negatif besar (yaitu laba akuntansi lebih kecil daripada laba menurut pajak, yang merupakan indikator manajemen laba).
👉Hasil penelitian menunjukkan bahwa " manajemen laba tidak atau kurang sesuai dengan tujuan kebermanfaatan informasi keuangan (dalam hal ini informasi laba) dalam pengambilan keputusan,
karena informasi yang diungkap tidak seluruhnya.
Kualitas Laba dan Manfaat nya
📌" Banyak penelitian yang dilakukan mengenai kualitas laba dan manfaatnya
terhadap pengambilan keputusan ekonomi atau investasi".
✍️(Francis dkk, 2004 )(dalam Sutopo 2009) meneliti hubungan antara atribut laba dan biaya ekuitas yang didasarkan pada model teoritis yang memprediksi hubungan positif antara kualitas informasi dan biaya ekuitas.
👉Biaya ekuitas merupakan indikator keputusan alokasi sumber dana investor.
✍️(Francis et al. 2004)(dalam Sutopo 2009)
menunjukkan bahwa
"perusahaan dengan laba yang memiliki atribut laba yang tidak menguntungkan mempunyai biaya modal yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang memiliki atribut laba yang menguntungkan".
✏️Kualitas laba yang dihasilkan oleh perusahaan mempunyai hubungan terbalik dengan biaya ekuitas.
✍️(Mikhail et al.2003 dalam Sutopo 2009) menunjukkan bahwa
" pada perusahaan dengan kualitas laba tinggi, revisi ramalan analis setelah
pengumuman peningkatan dividen lebih rendah dan reaksi pasar terhadap
pengumuman peningkatan dividen tersebut juga lebih rendah".
👉Menunjukkan bahwa " jika kualitas laba tinggi maka revisi ramalan analis rendah"
✏️" Dan investor dapat memanfaatkan revisi ramalan analis sehingga kurang memerlukan informasi peningkatan dividen".
👉Untuk memenuhi tujuan penyajian informasi keuangan yaitu bermanfaat
dalam pengambilan keputusan ekonomi atau investasi.
✏️Seharusnya laba yang disajikan merupakan laba yang berkualitas.
✍️Manajemen laba dapat terjadi karena penyusunan statement keuangan menggunakan dasar akrual (Sutopo, 2009).
👉Unsur akrual dapat terjadi berdasarkan
kebijakan manajemen (discretionary accruals) atau non-kebijakan manajemen
(nondiscretionary accruals).
✍️Dasar akrual ini mempunyai implikasi bahwa " laba akuntansi antara lain ditentukan oleh besaran akrual baik yang discretionary maupun nondiscretionary (Sutopo, 2009).
👉Penentuan discretionary accruals dengan tujuan untuk menaikkan atau menurunkan laba merupakan tindakan manajemen laba (earnings management).
✍️Hasil penelitian Yoon et al. (2006)
menunjukkan bahwa
" dalam melakukan manajemen laba, perusahaan yang menaikkan laba cenderung menggunakan untung dari penghentian aset."
✏️Sedangkan perusahaan yang menurunkan laba cenderung menggunakan biaya kerugian piutang dan rugi penghentian aset.
👉Manajemen laba mempunyai dampak pada kebermanfaatan informasi laba dalam pengambilan keputusan (Sutopo, 2009).
✏️Perusahaan cenderung menyajikan " informasi laba yang mampu menarik para investor dengan memberikan laba yang
tinggi sehingga harga saham perusahaan naik" .
👉Dan menurunkan laba untuk menghindari biaya pajak dan lain-lain.
✍️Chan et al. (2006) menemukan bahwa "peningkatan laba yang disertai akrual tinggi mengindikasi laba berkualitas rendah dan berhubungan dengan return rendah di masa datang.
✍️(Hanlon, 2005 dalam Sutopo 2009) antara lain menemukan bahwa
" investor menilai terlalu tinggi persistensi komponen akrual dari laba pada perusahaan dengan perbedaan laba akuntansi pajak negatif besar (yaitu laba akuntansi lebih kecil daripada laba menurut pajak, yang merupakan indikator manajemen laba).
👉Hasil penelitian menunjukkan bahwa " manajemen laba tidak atau kurang sesuai dengan tujuan kebermanfaatan informasi keuangan (dalam hal ini informasi laba) dalam pengambilan keputusan,
karena informasi yang diungkap tidak seluruhnya.
No comments:
Post a Comment