#Ekonomi#IlmuManagement#Rasio
CR ( CURRENT RATIO)
✍️Menurut Ashari (2005: 52) Current Ratio, yaitu kemampuan aktiva lancar perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki.
✍️ Sedangkan menurut Wira (2012: 73) Current Ratio, adalah rasio yang di dapat dari membagi aset lancar dengan hutang lancar,
✍️ dan menurut Kasmir (2015: 134) Rasio Lancar atau Current Ratio, merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.
📌 Menurut peneliti bahwa Current Ratio adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar perusahaan untuk menghitung kewajiban jangka pendek di dalam suatu perusahaan.
✍️ Menurut Munawir (2004: 72) Current Ratio ini menunjukkan tingkat keamanan (margin of safety) kreditor jangka pendek, atau kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang tersebut.
✍️ Sedangkan jika menurut Kasmir (2015: 134) Current Ratio menunjukkan seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.
✍️ Hampir sama halnya menurut Ashari, (2005:52) Kelebihan dalam aktiva lancar seharusnya digunakan untuk membayar dividen, membayar hutang jangka panjang, atau alat investasi yang bisa menghasilkan tingkat kembalian lebih.
✍️ Menurut peneliti Current Ratio merupakan sebagian perusahaan menggunakan rasio ini untuk mengukur likuiditas, dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh temponya kurang dari satu tahun dengan menggunakan aktiva lancar.
✍️ Faktor-faktor yang mempengaruhi Current Ratio menurut Munawir (2004: 73)
1. Distribusi atau proporsi daripada aktiva lancar.
2. Data trend daripada aktiva lancar dan hutang lancar, untuk jangka waktu 5 tahum atau lebih dari waktu yang lalu.
3. Syarat yang diberikan oleh kreditor kepada perusahaan dalam mengadakan pembelian maupun syarat kredit yang diberikan oleh perusahaan dalam menjual barangnya.
4. Present Value (nilai sesungguhnya) dari aktiva lancar, sebab ada kemungkinan perusahaan mempunyai saldo pihutang yang cukup besar tetapi pihutang tersebut sudah lama terjadi dan sulit ditagih sehingga nilai realisasinya mungkin lebih kecil dibandingkan yang dilaporkan.
5. Kemungkinan perubahan nilai aktiva lancar; kalau nilai persediaan semakin turun (deflasi) maka aktiva lancar yang besar (terutama ditunjukkan dalam persediaan) maka tidak menjamin likuiditas perusahaan;
6.Perubahan persediaan dalam hubungannya dengan volume penjualan sekarang atu di masa yang akan dating, yang mungkin adanya over investment dalam persediaan;
7.Kebutuhan jumlah modal kerja di masa mendatang, makin besar kebutuhan modal kerja di masa yang akan dating maka dibutuhkan adanya ratio yang besar pula;
8.Type atau jenis perusahaan (perusahaan yang memproduksi sendiri barang yang dijual, perusahaan perdagangan atau perusahaan jasa).
✍️ Menurut Kasmir (2015: 134) rasio lancar (Current Ratio) digunakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.
✍️ Sedangkan menurut Wira (2012: 73) tujuan Current Ratio (CR) digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar uatang jangka pendek/ hutang lancar dengan asset lancarnya (kas, persediaan, dan piutang).
📌 Current Ratio berguna untuk menunjukkan kemampuan oprasional perusahaan, yaitu untuk melancarkan proses produksi, rasio ini sangat tepat digunakan untuk membandingkan berbagai perusahaan di dalam industri yang sama.
Current Ratio (CR)= Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar
(Sumber: Darsono Ashari,2005:52)
CR ( CURRENT RATIO)
✍️Menurut Ashari (2005: 52) Current Ratio, yaitu kemampuan aktiva lancar perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki.
✍️ Sedangkan menurut Wira (2012: 73) Current Ratio, adalah rasio yang di dapat dari membagi aset lancar dengan hutang lancar,
✍️ dan menurut Kasmir (2015: 134) Rasio Lancar atau Current Ratio, merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.
📌 Menurut peneliti bahwa Current Ratio adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar perusahaan untuk menghitung kewajiban jangka pendek di dalam suatu perusahaan.
✍️ Menurut Munawir (2004: 72) Current Ratio ini menunjukkan tingkat keamanan (margin of safety) kreditor jangka pendek, atau kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang tersebut.
✍️ Sedangkan jika menurut Kasmir (2015: 134) Current Ratio menunjukkan seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.
✍️ Hampir sama halnya menurut Ashari, (2005:52) Kelebihan dalam aktiva lancar seharusnya digunakan untuk membayar dividen, membayar hutang jangka panjang, atau alat investasi yang bisa menghasilkan tingkat kembalian lebih.
✍️ Menurut peneliti Current Ratio merupakan sebagian perusahaan menggunakan rasio ini untuk mengukur likuiditas, dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh temponya kurang dari satu tahun dengan menggunakan aktiva lancar.
✍️ Faktor-faktor yang mempengaruhi Current Ratio menurut Munawir (2004: 73)
1. Distribusi atau proporsi daripada aktiva lancar.
2. Data trend daripada aktiva lancar dan hutang lancar, untuk jangka waktu 5 tahum atau lebih dari waktu yang lalu.
3. Syarat yang diberikan oleh kreditor kepada perusahaan dalam mengadakan pembelian maupun syarat kredit yang diberikan oleh perusahaan dalam menjual barangnya.
4. Present Value (nilai sesungguhnya) dari aktiva lancar, sebab ada kemungkinan perusahaan mempunyai saldo pihutang yang cukup besar tetapi pihutang tersebut sudah lama terjadi dan sulit ditagih sehingga nilai realisasinya mungkin lebih kecil dibandingkan yang dilaporkan.
5. Kemungkinan perubahan nilai aktiva lancar; kalau nilai persediaan semakin turun (deflasi) maka aktiva lancar yang besar (terutama ditunjukkan dalam persediaan) maka tidak menjamin likuiditas perusahaan;
6.Perubahan persediaan dalam hubungannya dengan volume penjualan sekarang atu di masa yang akan dating, yang mungkin adanya over investment dalam persediaan;
7.Kebutuhan jumlah modal kerja di masa mendatang, makin besar kebutuhan modal kerja di masa yang akan dating maka dibutuhkan adanya ratio yang besar pula;
8.Type atau jenis perusahaan (perusahaan yang memproduksi sendiri barang yang dijual, perusahaan perdagangan atau perusahaan jasa).
✍️ Menurut Kasmir (2015: 134) rasio lancar (Current Ratio) digunakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.
✍️ Sedangkan menurut Wira (2012: 73) tujuan Current Ratio (CR) digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar uatang jangka pendek/ hutang lancar dengan asset lancarnya (kas, persediaan, dan piutang).
📌 Current Ratio berguna untuk menunjukkan kemampuan oprasional perusahaan, yaitu untuk melancarkan proses produksi, rasio ini sangat tepat digunakan untuk membandingkan berbagai perusahaan di dalam industri yang sama.
Current Ratio (CR)= Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar
(Sumber: Darsono Ashari,2005:52)
No comments:
Post a Comment