#Ekonomi#IlmuManagament#ManajemenStratejik
Manajemen Stratejik dan Manajemen Operasional
π " Manajemen strajetejik dan manajemen operasional sangat dibutuhkan oleh semua organisasi dalam berproses dan beraktivitas, karena tanpa keduanya, semua usaha dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan akan mengalami kegagalan, minimal tujuan itu tak akan tercapai secara maksimal".
✍️ Hani Handoko (1998: 6-7) memberikan tiga alasan utama mengapa manajemen itu
dibutuhkan dalam setiap organisasi, yaitu:
✔️ Untuk mencapai tujuan.
π " Dengan penerapan manajemen yang baik, maka pencapaian tujuan organisasi dan perorangan akan lebih mudah tercapai,
sebab dengan manajemen kegiatan organisasi diproses secara sistematis
mulai tahapan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengontrolan, hingga penilaian".
✔️ Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan yang saling bertentangan.
π " Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara berbagai
tujuan, sasaran, kegiatan pembagian tugas, pembiayaan dan lain-lain".
✔️ Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.
π " Suatu pekerjaan dan aktivitas
organisasi dapat diukur dengan berbagai pendekatan dan cara".
π " Ukuran yang umum dipakai adalah standar efisiensi dan efektivitas" .
π Maka urgensitas manajemen strategik dan manajemen operasional dalam
kerangka membangun suatu organisasi, perusahaan maupun lembaga menjadi
solid, mapan dan kuat di tengah terpaan berbagai tantangan, terutama persaingan
global.
π " Dengan menggunakan Manajemen Strategik dan manajemen operasional,
sebagai suatu kerangka kerja (framework) untuk mencapai tujuan yang strategis yang telah ditetapkan organisasi atau perusahaan, terutama berkaitan dengan persaingan, maka para pimpinan/manajer diajak untuk berfikir secara strategik" .
✍️ Ada beberapa sifat yang selalu melekat pada Manajemen Strategik dan
manajemen operasional dalam pencapaian tujuan lembaga pendidikan, yaitu
✔️ Unified,
yaitu menyatukan seluruh unsur dalam organisasi, lembaga atau
perusahaan.
✔️Comprehensive,
yaitu menyeluruh, mencakup seluruh aspek dalam
organisasi, lembaga atau perusahaan.
✔️Integrated,
yakni seluruh strategi menyatu dan cocok dengan keseluruhan posisi dan tingkatan (Agustinus Sri Wahyudi, 1996: 16).
π "Lalu sejauh mana urgensitas dan manfaat bagi lembaga pendidikan, jika
dalam pencapaian suatu tujuan menerapkan manajemen strategik dan manajemen operasional.
✍️ Agustinus Sri Wahyudi (1996: 16) memaparkan manfaat itu adalah:
✔️ Memberikan arah jangka panjang terhadap upaya pencapaian tujuan.
✔️ Membantu suatu lembaga pendidikan beradaptasi dengan berbagai
perubahan yang terjadi.
✔️ Membuat suatu lembaga pendidikan menjadi lebih efektif.
✔️Aktivitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan lembaga
pendidikan untuk mencegah munculnya masalah di masa datang.
✔️Keterlibatan para guru/staf/pegawai dalam menyusun strategi akan
mendongkrak motivasi mereka dalam pelaksanaannya.
✔️Pembagian tugas yang tumpang tindih akan terminimalisir.
✔️Keengganan dan kebosanan para guru/staf/pegawai dalam bekerja akan
hilang.
✍️ Salah satu contoh yang dapat dilakukan dalam implementasi manajemen strategik dan manajemen operasional di lembaga pendidikan khususnya lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pondok pesantren adalah mencanangkan empat program strategis, yaitu
✔️ Peningkatan mutu manajemen pendidikan,
✔️ Peningkatan kualitas pendidikan kepesantrenan dan tahfidz Alquran,
✔️Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan,
✔️ Program Perkampungan Bahasa (Arab dan Inggris),
✔️ Program ketrampilan hidup (life skill).
✍️ Menurut Drs. K.H. Thahir Syarkawi bahwa sasaran yang ingin dicapai dari strategi itu antara lain
✔️ terwujudnya pendidikan yang efektif yang ditopang tenaga kependidikan yang
memenuhi standar kompetensi;
✔️ santri menguasai pengetahuan keislaman dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,
✔️ santri dapat berbahasa dan berkomunikasi bahasa Arab dan Inggris secara aktif,
✔️santri memiliki pengetahuan dan ketrampilan dasar teknologi pertanian, peternakan dan konveksi (menjahit) dan lain-lain.
✍️ Menurut Salusu J. (1996: 498) ada lima hal yang perlu ditekankan dalam mengimplementasikan manajemen strategik dan manajemen operasional dalam meningkatkan mutu pendidikan di sebuah lembaga pendidikan, dalam
menghadapi tantangan global yaitu:
✔️ Peningkatan kualitas manajemen pendidikan
✔️ Peningkatan kualitas proses pembelajaran
✔️Peningkatan kualitas SDM tenaga kependidikan
✔️Membangun jaringan kerja(networking).
π "Manajemen strategik dan manajemen operasional harus dipandang sebagai proses untuk mendorong kemauan belajar dan bertindak, tidak semata-mata sebagai satu sistem formal untuk melakukan pengendalian. "
π" Oleh karena itu, penggunaan dan pemanfaatan manjemen strategik dan manajemen operasional yang tepat dapat memberikan petunjuk bagaimana mengatasi masalah-masalah dan peluang di masa yang akan datang. Di samping itu akan dapat mempercepat pengambilan keputusan dan pelaksanaan teknisnya dengan lebih baik dan bermutu".
✍️Kegiatan-kegiatan apakah yang terdapat dalam penyusunan rencana
tahunan? Secara garis besar jenis kegiatan dan tahapannya dapat dilihat dalam
contoh kegiatan tahun 1990-an, meliputi sebagai berikut:
✔️Penyusunan kebijaksanaan umum
✔️ Penyusunan kebijaksanaan teknis
✔️Penyusunan rancangan penyesuaian kebijaksaan.
✔️Penyempurnaan program (Reprograming)
✔️ Penyusunan uraian kegiatan operasional proyek-proyek (UKOP).
✔️ Identifikasi proyek.
✔️Penyusunan Pra-DUP (Daftar Usulan Proyek).
✔️Penyusunan DUP Depdikbud.
✔️Pembahasan DUP, antara Depdikbud, Bappenas dan Departemen Keuangan
(cq.Direktorat Jendral Anggaran).
✔️ Penyusunan UKOP
✔️ Penyusunan Pra-DIP (Daftar Isian Proyek)
✔️Pembahasan Pra-DIP, antara Depdikdud, Bappenas dan Dirjen Anggaran.
✔️Penyempurnaan UKOP
✔️ Penyelesaian DIP dari konsep DIP yang telah disetujui (Fattah, 2008: 60-61)
π "Perencanaan operasional bisanya tidak mempergunakan pendekata integratif, seperti halnya renstra".
✍️ " Oleh karena itu, beberapa kelemahan yang ditimbulkan dalam rencana ini,
antara lain
✔️satuan harga yang tidak pasti, karena sukar merancang harga yang pasti terutama hal-hal yang spesifik,
✔️ alat ukur sering berbeda-beda,
✔️ pekerjaan adakalanya tertunda, staf yang berhenti;
✔️ peranan dan konstribusi pemimpin terhadappencapaian tujuan jangka panjang tidak diukur.
Kesemua itu merupakan hambatan-hambatan sistema (Fattah, 2008: 58-59).
Manajemen Stratejik dan Manajemen Operasional
π " Manajemen strajetejik dan manajemen operasional sangat dibutuhkan oleh semua organisasi dalam berproses dan beraktivitas, karena tanpa keduanya, semua usaha dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan akan mengalami kegagalan, minimal tujuan itu tak akan tercapai secara maksimal".
✍️ Hani Handoko (1998: 6-7) memberikan tiga alasan utama mengapa manajemen itu
dibutuhkan dalam setiap organisasi, yaitu:
✔️ Untuk mencapai tujuan.
π " Dengan penerapan manajemen yang baik, maka pencapaian tujuan organisasi dan perorangan akan lebih mudah tercapai,
sebab dengan manajemen kegiatan organisasi diproses secara sistematis
mulai tahapan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengontrolan, hingga penilaian".
✔️ Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan yang saling bertentangan.
π " Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara berbagai
tujuan, sasaran, kegiatan pembagian tugas, pembiayaan dan lain-lain".
✔️ Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.
π " Suatu pekerjaan dan aktivitas
organisasi dapat diukur dengan berbagai pendekatan dan cara".
π " Ukuran yang umum dipakai adalah standar efisiensi dan efektivitas" .
π Maka urgensitas manajemen strategik dan manajemen operasional dalam
kerangka membangun suatu organisasi, perusahaan maupun lembaga menjadi
solid, mapan dan kuat di tengah terpaan berbagai tantangan, terutama persaingan
global.
π " Dengan menggunakan Manajemen Strategik dan manajemen operasional,
sebagai suatu kerangka kerja (framework) untuk mencapai tujuan yang strategis yang telah ditetapkan organisasi atau perusahaan, terutama berkaitan dengan persaingan, maka para pimpinan/manajer diajak untuk berfikir secara strategik" .
✍️ Ada beberapa sifat yang selalu melekat pada Manajemen Strategik dan
manajemen operasional dalam pencapaian tujuan lembaga pendidikan, yaitu
✔️ Unified,
yaitu menyatukan seluruh unsur dalam organisasi, lembaga atau
perusahaan.
✔️Comprehensive,
yaitu menyeluruh, mencakup seluruh aspek dalam
organisasi, lembaga atau perusahaan.
✔️Integrated,
yakni seluruh strategi menyatu dan cocok dengan keseluruhan posisi dan tingkatan (Agustinus Sri Wahyudi, 1996: 16).
π "Lalu sejauh mana urgensitas dan manfaat bagi lembaga pendidikan, jika
dalam pencapaian suatu tujuan menerapkan manajemen strategik dan manajemen operasional.
✍️ Agustinus Sri Wahyudi (1996: 16) memaparkan manfaat itu adalah:
✔️ Memberikan arah jangka panjang terhadap upaya pencapaian tujuan.
✔️ Membantu suatu lembaga pendidikan beradaptasi dengan berbagai
perubahan yang terjadi.
✔️ Membuat suatu lembaga pendidikan menjadi lebih efektif.
✔️Aktivitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan lembaga
pendidikan untuk mencegah munculnya masalah di masa datang.
✔️Keterlibatan para guru/staf/pegawai dalam menyusun strategi akan
mendongkrak motivasi mereka dalam pelaksanaannya.
✔️Pembagian tugas yang tumpang tindih akan terminimalisir.
✔️Keengganan dan kebosanan para guru/staf/pegawai dalam bekerja akan
hilang.
✍️ Salah satu contoh yang dapat dilakukan dalam implementasi manajemen strategik dan manajemen operasional di lembaga pendidikan khususnya lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pondok pesantren adalah mencanangkan empat program strategis, yaitu
✔️ Peningkatan mutu manajemen pendidikan,
✔️ Peningkatan kualitas pendidikan kepesantrenan dan tahfidz Alquran,
✔️Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan,
✔️ Program Perkampungan Bahasa (Arab dan Inggris),
✔️ Program ketrampilan hidup (life skill).
✍️ Menurut Drs. K.H. Thahir Syarkawi bahwa sasaran yang ingin dicapai dari strategi itu antara lain
✔️ terwujudnya pendidikan yang efektif yang ditopang tenaga kependidikan yang
memenuhi standar kompetensi;
✔️ santri menguasai pengetahuan keislaman dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,
✔️ santri dapat berbahasa dan berkomunikasi bahasa Arab dan Inggris secara aktif,
✔️santri memiliki pengetahuan dan ketrampilan dasar teknologi pertanian, peternakan dan konveksi (menjahit) dan lain-lain.
✍️ Menurut Salusu J. (1996: 498) ada lima hal yang perlu ditekankan dalam mengimplementasikan manajemen strategik dan manajemen operasional dalam meningkatkan mutu pendidikan di sebuah lembaga pendidikan, dalam
menghadapi tantangan global yaitu:
✔️ Peningkatan kualitas manajemen pendidikan
✔️ Peningkatan kualitas proses pembelajaran
✔️Peningkatan kualitas SDM tenaga kependidikan
✔️Membangun jaringan kerja(networking).
π "Manajemen strategik dan manajemen operasional harus dipandang sebagai proses untuk mendorong kemauan belajar dan bertindak, tidak semata-mata sebagai satu sistem formal untuk melakukan pengendalian. "
π" Oleh karena itu, penggunaan dan pemanfaatan manjemen strategik dan manajemen operasional yang tepat dapat memberikan petunjuk bagaimana mengatasi masalah-masalah dan peluang di masa yang akan datang. Di samping itu akan dapat mempercepat pengambilan keputusan dan pelaksanaan teknisnya dengan lebih baik dan bermutu".
✍️Kegiatan-kegiatan apakah yang terdapat dalam penyusunan rencana
tahunan? Secara garis besar jenis kegiatan dan tahapannya dapat dilihat dalam
contoh kegiatan tahun 1990-an, meliputi sebagai berikut:
✔️Penyusunan kebijaksanaan umum
✔️ Penyusunan kebijaksanaan teknis
✔️Penyusunan rancangan penyesuaian kebijaksaan.
✔️Penyempurnaan program (Reprograming)
✔️ Penyusunan uraian kegiatan operasional proyek-proyek (UKOP).
✔️ Identifikasi proyek.
✔️Penyusunan Pra-DUP (Daftar Usulan Proyek).
✔️Penyusunan DUP Depdikbud.
✔️Pembahasan DUP, antara Depdikbud, Bappenas dan Departemen Keuangan
(cq.Direktorat Jendral Anggaran).
✔️ Penyusunan UKOP
✔️ Penyusunan Pra-DIP (Daftar Isian Proyek)
✔️Pembahasan Pra-DIP, antara Depdikdud, Bappenas dan Dirjen Anggaran.
✔️Penyempurnaan UKOP
✔️ Penyelesaian DIP dari konsep DIP yang telah disetujui (Fattah, 2008: 60-61)
π "Perencanaan operasional bisanya tidak mempergunakan pendekata integratif, seperti halnya renstra".
✍️ " Oleh karena itu, beberapa kelemahan yang ditimbulkan dalam rencana ini,
antara lain
✔️satuan harga yang tidak pasti, karena sukar merancang harga yang pasti terutama hal-hal yang spesifik,
✔️ alat ukur sering berbeda-beda,
✔️ pekerjaan adakalanya tertunda, staf yang berhenti;
✔️ peranan dan konstribusi pemimpin terhadappencapaian tujuan jangka panjang tidak diukur.
Kesemua itu merupakan hambatan-hambatan sistema (Fattah, 2008: 58-59).
No comments:
Post a Comment