Tuesday, 26 November 2019

Seberapa besar pengaruh Brand dalam memasarkan produk?

#Ekonomi#IlmuManagament#Marketing#Brand

Brand atau Merek

✍️ Menurut Asosiasi Marketing Amerika, dalam buku The Power of Brands,  brand (merek) adalah nama, istilah, simbol atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut.

✍️ (Rangkuti, 2002: 1-2) Sementara dalam buku Brand Operation, merek berfungsi untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan dan membedakannya dari pesaing.

✍️ Sementara branding adalah rangkaian kegiatan komunikasi perusahaan dalam proses membangun, membesarkan, dan memperkuat brand di benak konsumen (Handayani, dkk, 2010: 60).

✍️ Sakti Makki, pendiri dari Makkimakki sebuah strategic branding consultant ternama di Indonesia, menyatakan,
"  brand akan menjadi tidak berguna dan tidak berharga bila tidak memiliki Audience atau orang yang menyaksikan, oleh karena itu, hal terpenting yang harus dilakukan dalam membangun brand adalah menemukan penontonnya, apa yang muncul di benak penonton ketika mereka melihat merk atau dikenal dengan istilah consumer insight. "

✍️ Untuk membangun program $ komunikasi yang efektif" , aspek yang harus diperhatikan adalah memahami proses yang dilalui konsumen dalam memutuskan untuk membeli suatu produk.


✍️ Dalam buku Marketing, ada 4 tahap yang dilalui konsumen dalam menentukan keputusan pembelian yang dikenal dengan model AIDA (Lamb, dkk., 2012: 418) :

1. Attention, yaitu tahap dimana konsumen mengetahui suatu produk
2. Interest, yaitu muncul ketertarikan terhadap produk yang ditawarkan.
3. Desire, yaitu keinginan untuk memiliki produk tersebut.
4. Action, yaitu tahap dimana konsumen memutuskan untuk menggunakan
produk.

πŸ“Œ Untuk merk yang berada di tahapan awal atau tahapan building, dan belum banyak dikenal konsumen harus memfokuskan aktifitasnya pada membangun kesadaran.

✍️ Kesadaran adalah tingkat pengenalan dan kesadaran masyarakat umum terhadap produk yang diluncurkan. (Ibrahim, 2004: 68-69).

 " Kesadaran ini lebih mengacu kepada sifat psikologis manusia, karena kesadaran ini sifatnya tidak langsung. " ✔️

πŸ“Œ Untuk dapat menyampaikan nilai lebih yang mampu melekat di benak konsumen, merk harus menciptakan strategi komunikasi yang efektif untuk menjangkau konsumennya (brand communication).

✍️ Seringkali " merk" dipersonifikasikan dengan sifat serta karakter yang manusiawi (personification) , sehingga konsumen dapat lebih mudah berelasi dengan merk tersebut secara emosional atau sering disebut emotional branding.
(Cahyadi, Jacky. “Brand Process”. 24 Agustus 2016. wawancara)

" Kesadaran sangatlah penting dalam upaya memasukkan sugesti ke benak konsumen disaat mereka memikirkan dan memilih sebuah produk. " ✔️

Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan bertujuan : " menarik perhatian (attention) dan  mengenalkan merk kepada konsumen agar mereka sadar akan eksistensi merk."

πŸ‘‰ Perusahaan-perusahaan sendiri berusaha "  membangun kesadaran akan merk konsumen produk mereka " , dengan tujuan : " mencapai top of mind konsumen " dalam memikirkan sebuah kategori produk.

πŸ‘‰ contoh : minuman berkarbonasi, yang pertama muncul di benak adalah Coca Cola.

" Kesadaran akan merk masing-masing konsumen dapat berbeda-beda tergantung tingkat kesadaran yang dicapai mereka." ✔️

πŸ‘‰ Kemudian setelah " merk " dikenal, dilanjutkan dengan " image building " yang bertujuan : untuk membuat konsumen paham mengenai keunggulan merk dan produk yang melekat didalamnya (interest).

πŸ“Œ Untuk menjadi " merk yang baik"  dan " mampu bertahan di tengah persaingan pasar "
πŸ‘‰ maka sebuah  merk " tidak boleh"  hanya mengandalkan produknya, melainkan " harus mampu "  memberikan pengalaman yang unik dan berbeda terhadap customernya, yang dikenal dengan istilah" Brand Experience " (Pranoto, Niko. “Branding and corporate identity”. 27 Maret 2017. Wawancara).

πŸ‘‰ Pengalaman terhadap merk itu sendiri merupakan : pengalaman pribadi yang didapatkan konsumen terhadap sebuah produk yang dihasilkan dari kegiatan membeli, penggunaan produk, pelayanan, dan sebagainya.

πŸ‘‰ Brand experience sendiri juga sangat penting, terutama juga berpengaruh dalam mencapai top of mind konsumen.

πŸ‘‰ Pengalaman terhadap merk mempengaruhi kesetiaan konsumen.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa " pelanggan yang terlibat dengan merk di ruang digital - walaupun hanya sekedar 'liking' sebuah merk di facebook - memiliki kecenderungan untuk bukan hanya membeli produk tersebut tetapi juga membuat rekomendasi tentang produk tersebut ke teman dan keluarga". (Google Business Group. “Brand Former”. 25-26 Juni 2016, Personal Interview)
.

No comments:

Post a Comment

TARUHAN TENTANG PENILAIAN TOPENG?

  PERILAKU POLITIK TAPI OTAK MANDAT!!  2 Agustus 2025, mungkin harus ku tuliskan beberapa point besar terhadap " Oknum-oknum " yan...