#Ekonomi#IlmuManagament#Rasio
EVA ( Economic Value Added)
✍️ Brigham dan Houston (2010:11) mengatakan EVA merupakan estimasi laba ekonomi usaha yang sebenarnya untuk tahun tertentu, dan sangat jauh berbeda dari laba bersih akuntansi dimana laba akuntansi tidak dikurangi dengan biaya ekuitas sementara dalam perhitungan EVA biaya ini akan dikeluarkan.
✍️ Hanafi (2004:52) mengatakan EVA merupakan ukuran kinerja yang menggabungkan peroleh nilai dengan biaya untuk memperoleh nilai tambah tersebut.
✍️ Rudianto (2006:340) mengatakan Eva merupakan sebuah pengukuran kinerja keuangan berdasarkan nilai yang merefleksikan jumlah absolut nilai kekayaan pemegang saham yang dihasilkan, baik bertambah atau berkurang tiap tahunnya.
✍️ Hanafi (2004:54) mengatakan Penilaian kinerja dengan menggunakan pendekatan EVA menyebabkan perhatian managemen sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
📌 Dengan EVA, para manager akan berpikir dan bertidak seperti halnya pemegang saham yaitu memilih investasi yang memaksimumkan tingkat pengembalian dan meminimumkan tingakt biaya modal sehingga nilai perusahaan dapat dimaksimumkan.
✍️ Sudomo dan Siswanto (2001:180) mengatakan Beberapa faktor yang mempengaruhi ketepatan prediksi Economic Value Added (EVA) adalah sebagai berikut :
1. Faktor pertama adalah periode waktu antara pembuatan peramalan laba dengan realisasi laba yang dicapai. Semakin pendek interval waktu, akan akurat ramalan itu.
2. Faktor kedua adalah besaran perusahaan karena skala ekonomi yang berbeda-beda. Skala ekonomi tinggi menyebabkan perusahaan dapat menghasilkan produk dengan tingkat biaya rendah.
Tingkat biaya rendah merupakan unsur untuk mencapai laba yang diinginkan sesuai standar yang tertuang dalam bentuk ramalan.
📌 Sehubungan dengan hal itu, skala ekonomi tinggi menyebabkan biaya informasi untuk membuat lamaran menjadi turun.
Jadi, perusahaan yang memiliki skala ekonomi yang tinggi bisa membuat ramalan yang tepat karena kemungkinan dapat mempunyai data dan informasi yang cukup lengkap.
Perusahan-perusahan besar mempunyai kemampuan tinggi untuk menjamin prospek bisnis dimasa yang akan datang karena sumber dayanya bisa membuat manajemen percaya diri dan bekerja lebih giat untuk mencapai laba yang diramalkan.
3. Faktor ketiga adalah umur perusahaan. Managemen perusahaan yang relatif muda diperkirakan kurang pengalaman dalam hal ini.
Sehingga tidak cukup mampu menentukan ketepatan ramalan laba
4. Faktor keempat adalah tingkat leverage. Salah satu kewajiban manager adalah mengatur risiko.
Jadi manager melakukan apa saja yang memungkinkan untuk mengurangi risiko.
Tingkat leverage merupakan satu hal yang mencerminkan risiko perusahaan.
✍️ Manfaat EVA menurut Hanafi (2004:54),” Kelebihan konsep EVA adalah bermanfaat sebagai penilai kinerja yang berfokus pada penciptaan nilai (value creation), membuat perusahaan lebih memperhatikan struktur modal, dan dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kegiatan atau proyek yang memberikan pengembalian lebih tinggi dari pada biaya modal.”
📌 Tujuan EVA menurut Young dan Bryne (2001:17),” EVA didasarkan pada gagasan keuntungan ekonomis (juga dikenal sebagai penghasilan sisa/residu income) yang menyatakan, bahwa kekayaan hanya diciptakan ketika sebuah perusahaan meliputi biaya operasi dan biaya modal. Dalam pengertian sempit ini, EVA benar-benar hanya merupakan cara alternatif untuk meninjau kinerja perusahaan.”
Formulasi dari Economic Value Added (EVA) menurut Darsono (2008:35) sebagai berikut:
EVA = LABA OPERASI - ( wacc x TI)
📌 Menghitung NOPAT
Sumber data yang digunakan adalah Laporan laba rugi. Menurut Young (2001:51) rumus yang digunakan yaitu:
NOPAT = LABA OPERASI + PENGHASILAN BUNGA - PAJAK PENGHASILAN - PEMBEBASAN PAJAK ATAS BUNGA
Keterangan:
- Laba operasi = Laba kotor – (penjualan + umum dan administrasi) <satuan rupiah>
- Penghasilan bunga = pendapatan (beban) lain – lain <satuan rupiah>
- Pajak penghasilan = beban pajak kini – beban pajak tangguhan <satuan rupiah>
- Beban pajak kini adalah laba kena pajak pada tarif pajak yang berlaku saat ini.
- Beban pajak tangguhan adalah tarif pajak yang telah berlaku sesuai neraca konsolidasi.
- Pembebasan pajak atas bunga = tingkat pajak * biaya bunga <satuan rupiah>
Menghitung total investasi
Sumber data yang digunakan adalah Neraca. Menurut Young (2001:50)
TOTAL INVESTASI = TOTAL AKTIVA - KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Keterangan:
Total aktiva = total aktiva lancar dan total aktiva tetap<satuan rupiah>
Kewajiban jangka pendek = utang jangka pendek tanpa menanggung beban bunga (yaitu: hutang usaha, hutang lain – lain, biaya yang masih harus dibayar dan hutang pajak) + utang jangka panjang tanpa menanggung beban bunga
(yaitu: hutang hubungan istimewa, kewajiban pajak tangguhan dan estimasi kewajiban kesejahteraan karyawan) + kewajiban jangka panjang lain + ekuitas <satuan rupiah>
- Menghitung biaya modal utang setelah pajak (cost of debt after tax)
Sumber data yang digunakan adalah Neraca dan Laporan laba rugi. Menurut Horne (2013:93) rumus yang digunakan yaitu:
Ki = Kd ( 1 - T)
Keterangan:
Ki = biaya modal utang setelah pajak<persentase>
T = tarif pajak<persentase>
- Menghitung biaya modal saham (cost of equity)
📌 Dengan perhitungan biaya modal utang sebelum pajak menurut Horne (1983:244) adalah:
Kd = beban bunga / nilai pasar hutang
Sumber data yang digunakan berasal dari tingkat suku bunga bebas resiko pemerintah/SBI, Neraca, Laporan Laba Rugi, data harga saham dan IHSG.
Kesemuanya dihitung dengan menggunakan pendekatan CAPM, yaitu Fahmi (2012:172) dirumuskan:
Ri = Rf + ( Rm-Rf) βi
Keterangan:
Ri = return saham i
Rf = return investasi bebas risiko (risk free)
βi = beta saham i (indikator risiko sistematis)
Rm = imbal hasil pasar (return market)
📌 Dimana masing – masing komponen dihitung sebagai berikut:
- Tingkat bunga bebas resiko (Rf), dihitung berdasarkan rata – rata suku bunga deposito bank pemerintah / Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiap bulan dalam setahun. <persentase>
- Tingkat pengembalian pasardihitung rata – rata tiap bulan dalam setahun, dimana perhitungan bulanannya menurut Fahmi (2012:173) adalah:
Rm = IHSGt - IHSGt-1 / IHSGt-1
Keterangan:
Rm = return market atau tingkat pengembalian pasar <satuan rupiah>
IHSGt = nilai tolak ukar pada periode sekarang <satuan rupiah>
IHSGt-1 = nilai tolak ukur pada periode sebelumnya <satuan rupiah>
Perhitungan tingkat pengembalian saham individu rata – rata tiap bulan dalam setahun (digunakan untuk menaksir beta),
dimana perhitungan bulanannya menurut Kamaruddin (2004:104) adalah:
r = P1 - Pt-1 / Pt-1
P1 = harga saham periode 1 <satuan rupiah>
Pt-1 = harga saham periode sebelumnya <satuan rupiah>
Setelah data Rm dan Ri diketahui, maka menurut Sharpe (2006:21) beta perusahaan dapat ditaksir dengan rumus:
Nilai β bisa dicari di CROPINDO
atau
β = ( T x ∑XY )- (∑Y x ∑Y) / ( T x ∑X2) - (∑X)2
Keterangan:
β = beta perusahaan <persentase>
T = 1 tahun dalam sebulan <satuan>
∑X = total dari IHSG <satuan rupiah>
∑Y= total dari IHSI <satuan rupiah>
∑XY = total perkalian dari IHSG dan IHSI <satuan rupiah>
∑X2= total dari IHSG di pangkatkan dua <satuan rupiah>
- Menghitung Weighted Average Cost (WACC)
Sumber yang digunakan adalah Neraca, Kd dan Ri. Menurut Young (2001:149) rumus yang digunakan yaitu:
WACC = utang / pembiayaan total (biaya utang ) ( 1-T ) + Ekuitas / Pembiayaan Total (biaya ekuitas)
Keterangan :
Pembiayaan total = Jumlah dari nilai pasar dari utang dan nilai pasar ekuitas <satuan rupiah>.
EVA ( Economic Value Added)
✍️ Brigham dan Houston (2010:11) mengatakan EVA merupakan estimasi laba ekonomi usaha yang sebenarnya untuk tahun tertentu, dan sangat jauh berbeda dari laba bersih akuntansi dimana laba akuntansi tidak dikurangi dengan biaya ekuitas sementara dalam perhitungan EVA biaya ini akan dikeluarkan.
✍️ Hanafi (2004:52) mengatakan EVA merupakan ukuran kinerja yang menggabungkan peroleh nilai dengan biaya untuk memperoleh nilai tambah tersebut.
✍️ Rudianto (2006:340) mengatakan Eva merupakan sebuah pengukuran kinerja keuangan berdasarkan nilai yang merefleksikan jumlah absolut nilai kekayaan pemegang saham yang dihasilkan, baik bertambah atau berkurang tiap tahunnya.
✍️ Hanafi (2004:54) mengatakan Penilaian kinerja dengan menggunakan pendekatan EVA menyebabkan perhatian managemen sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
📌 Dengan EVA, para manager akan berpikir dan bertidak seperti halnya pemegang saham yaitu memilih investasi yang memaksimumkan tingkat pengembalian dan meminimumkan tingakt biaya modal sehingga nilai perusahaan dapat dimaksimumkan.
✍️ Sudomo dan Siswanto (2001:180) mengatakan Beberapa faktor yang mempengaruhi ketepatan prediksi Economic Value Added (EVA) adalah sebagai berikut :
1. Faktor pertama adalah periode waktu antara pembuatan peramalan laba dengan realisasi laba yang dicapai. Semakin pendek interval waktu, akan akurat ramalan itu.
2. Faktor kedua adalah besaran perusahaan karena skala ekonomi yang berbeda-beda. Skala ekonomi tinggi menyebabkan perusahaan dapat menghasilkan produk dengan tingkat biaya rendah.
Tingkat biaya rendah merupakan unsur untuk mencapai laba yang diinginkan sesuai standar yang tertuang dalam bentuk ramalan.
📌 Sehubungan dengan hal itu, skala ekonomi tinggi menyebabkan biaya informasi untuk membuat lamaran menjadi turun.
Jadi, perusahaan yang memiliki skala ekonomi yang tinggi bisa membuat ramalan yang tepat karena kemungkinan dapat mempunyai data dan informasi yang cukup lengkap.
Perusahan-perusahan besar mempunyai kemampuan tinggi untuk menjamin prospek bisnis dimasa yang akan datang karena sumber dayanya bisa membuat manajemen percaya diri dan bekerja lebih giat untuk mencapai laba yang diramalkan.
3. Faktor ketiga adalah umur perusahaan. Managemen perusahaan yang relatif muda diperkirakan kurang pengalaman dalam hal ini.
Sehingga tidak cukup mampu menentukan ketepatan ramalan laba
4. Faktor keempat adalah tingkat leverage. Salah satu kewajiban manager adalah mengatur risiko.
Jadi manager melakukan apa saja yang memungkinkan untuk mengurangi risiko.
Tingkat leverage merupakan satu hal yang mencerminkan risiko perusahaan.
✍️ Manfaat EVA menurut Hanafi (2004:54),” Kelebihan konsep EVA adalah bermanfaat sebagai penilai kinerja yang berfokus pada penciptaan nilai (value creation), membuat perusahaan lebih memperhatikan struktur modal, dan dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kegiatan atau proyek yang memberikan pengembalian lebih tinggi dari pada biaya modal.”
📌 Tujuan EVA menurut Young dan Bryne (2001:17),” EVA didasarkan pada gagasan keuntungan ekonomis (juga dikenal sebagai penghasilan sisa/residu income) yang menyatakan, bahwa kekayaan hanya diciptakan ketika sebuah perusahaan meliputi biaya operasi dan biaya modal. Dalam pengertian sempit ini, EVA benar-benar hanya merupakan cara alternatif untuk meninjau kinerja perusahaan.”
Formulasi dari Economic Value Added (EVA) menurut Darsono (2008:35) sebagai berikut:
EVA = LABA OPERASI - ( wacc x TI)
📌 Menghitung NOPAT
Sumber data yang digunakan adalah Laporan laba rugi. Menurut Young (2001:51) rumus yang digunakan yaitu:
NOPAT = LABA OPERASI + PENGHASILAN BUNGA - PAJAK PENGHASILAN - PEMBEBASAN PAJAK ATAS BUNGA
Keterangan:
- Laba operasi = Laba kotor – (penjualan + umum dan administrasi) <satuan rupiah>
- Penghasilan bunga = pendapatan (beban) lain – lain <satuan rupiah>
- Pajak penghasilan = beban pajak kini – beban pajak tangguhan <satuan rupiah>
- Beban pajak kini adalah laba kena pajak pada tarif pajak yang berlaku saat ini.
- Beban pajak tangguhan adalah tarif pajak yang telah berlaku sesuai neraca konsolidasi.
- Pembebasan pajak atas bunga = tingkat pajak * biaya bunga <satuan rupiah>
Menghitung total investasi
Sumber data yang digunakan adalah Neraca. Menurut Young (2001:50)
TOTAL INVESTASI = TOTAL AKTIVA - KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Keterangan:
Total aktiva = total aktiva lancar dan total aktiva tetap<satuan rupiah>
Kewajiban jangka pendek = utang jangka pendek tanpa menanggung beban bunga (yaitu: hutang usaha, hutang lain – lain, biaya yang masih harus dibayar dan hutang pajak) + utang jangka panjang tanpa menanggung beban bunga
(yaitu: hutang hubungan istimewa, kewajiban pajak tangguhan dan estimasi kewajiban kesejahteraan karyawan) + kewajiban jangka panjang lain + ekuitas <satuan rupiah>
- Menghitung biaya modal utang setelah pajak (cost of debt after tax)
Sumber data yang digunakan adalah Neraca dan Laporan laba rugi. Menurut Horne (2013:93) rumus yang digunakan yaitu:
Ki = Kd ( 1 - T)
Keterangan:
Ki = biaya modal utang setelah pajak<persentase>
T = tarif pajak<persentase>
- Menghitung biaya modal saham (cost of equity)
📌 Dengan perhitungan biaya modal utang sebelum pajak menurut Horne (1983:244) adalah:
Kd = beban bunga / nilai pasar hutang
Sumber data yang digunakan berasal dari tingkat suku bunga bebas resiko pemerintah/SBI, Neraca, Laporan Laba Rugi, data harga saham dan IHSG.
Kesemuanya dihitung dengan menggunakan pendekatan CAPM, yaitu Fahmi (2012:172) dirumuskan:
Ri = Rf + ( Rm-Rf) βi
Keterangan:
Ri = return saham i
Rf = return investasi bebas risiko (risk free)
βi = beta saham i (indikator risiko sistematis)
Rm = imbal hasil pasar (return market)
📌 Dimana masing – masing komponen dihitung sebagai berikut:
- Tingkat bunga bebas resiko (Rf), dihitung berdasarkan rata – rata suku bunga deposito bank pemerintah / Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiap bulan dalam setahun. <persentase>
- Tingkat pengembalian pasardihitung rata – rata tiap bulan dalam setahun, dimana perhitungan bulanannya menurut Fahmi (2012:173) adalah:
Rm = IHSGt - IHSGt-1 / IHSGt-1
Keterangan:
Rm = return market atau tingkat pengembalian pasar <satuan rupiah>
IHSGt = nilai tolak ukar pada periode sekarang <satuan rupiah>
IHSGt-1 = nilai tolak ukur pada periode sebelumnya <satuan rupiah>
Perhitungan tingkat pengembalian saham individu rata – rata tiap bulan dalam setahun (digunakan untuk menaksir beta),
dimana perhitungan bulanannya menurut Kamaruddin (2004:104) adalah:
r = P1 - Pt-1 / Pt-1
P1 = harga saham periode 1 <satuan rupiah>
Pt-1 = harga saham periode sebelumnya <satuan rupiah>
Setelah data Rm dan Ri diketahui, maka menurut Sharpe (2006:21) beta perusahaan dapat ditaksir dengan rumus:
Nilai β bisa dicari di CROPINDO
atau
β = ( T x ∑XY )- (∑Y x ∑Y) / ( T x ∑X2) - (∑X)2
Keterangan:
β = beta perusahaan <persentase>
T = 1 tahun dalam sebulan <satuan>
∑X = total dari IHSG <satuan rupiah>
∑Y= total dari IHSI <satuan rupiah>
∑XY = total perkalian dari IHSG dan IHSI <satuan rupiah>
∑X2= total dari IHSG di pangkatkan dua <satuan rupiah>
- Menghitung Weighted Average Cost (WACC)
Sumber yang digunakan adalah Neraca, Kd dan Ri. Menurut Young (2001:149) rumus yang digunakan yaitu:
WACC = utang / pembiayaan total (biaya utang ) ( 1-T ) + Ekuitas / Pembiayaan Total (biaya ekuitas)
Keterangan :
Pembiayaan total = Jumlah dari nilai pasar dari utang dan nilai pasar ekuitas <satuan rupiah>.
No comments:
Post a Comment