#Ekonomi#IlmuManagament#FungsiManagament
Fungsi Management ?
π Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan. Perencanaan dalam suatu organisasi atau lembaga pendidikan dibutuhkan adanya strategi atau yang disebut dengan perencanaan strategik (Renstra).
π Perencanaan strategik disebut juga perencanaan jangka panjang.
✍️ Strategi itu menurut R.G. Murdick J.E. Ross (1983) diartikan sebagai konfigurasi tentang hasil yang diharapkan tercapai pada masa depan. Dapat juga disebut konsepsi hari depan.
✍️ Bentuk konfigurasi terungkap berdasarkan:
(1) ruang lingkup,
(2) hasil persaingan,
(3) target, dan
(4) penataan sumber-sumber.
π Pertama, ruang lingkup pendidikan menyangkut hasil-hasil pendidikan yang
diharapkan, pemakai hasil pendidikan, pasarana hasil pendidikan, kualitas hasil dan karakteristik yang ditentukan untuk hasil pendidikan.
π Kedua, kemampuan hasil (produktivitas) pendidikan yang berkaitan dengan posisi suplai, pengelolaan yang spesifik dan kapasitas merenspons terhadap gerak perubahan.
π Ketiga, spesifikasi target-target yang menegaskan pernyataan kuantitatif target-target yang menegaskan pernyataan kuantitatif tujuan-tujuan yang akan dicapai, profitabilitas dan investasi beserta perkiraan resiko atau faktor penunjang lainnya.
π Keempat, penentuan sumber-sumber pendidikan menyangkut alokasi pengembangan sumber daya kependidikan, faktor geografik dan kecenderungan perubahan dengan perubahan yang berkenaan dengan sistem nilai. Sistem nilai itu akan memberi arah terhadap konsep, gagasan maupun praktik-praktik kependidikan (Fattah, 2008: 55-56)
✍️ Pengertian perencanaan strategik diungkapkan oleh Johnson Kast Rozens Weig, sebagaimana dikutip Nanang Fatts yaitu " proses penentuan sasaran utama, kebijaksanaan yang mengatur pengadaan dan pendayagunaan sumber-sumber serta strategi yang mengatur pengadaan dan pendayagunaan sumber untuk pencapaian tujuan. "
Langkah-langkah penyusunan rencana strategik, meliputi:
✔️ analisis keadaan sekarang dan akan datang ;
✔️ identifikasi kekuatan dan kelemahan lembaga/organisasi;
✔️ mempertimbangkan norma-norma;
✔️identifikasi kemungkinan dan resiko;
✔️ menentukan ruang lingkup hasil dan
kebutuhan masyarakat;
✔️ menilai faktor-faktor penunjang;
merumuskan tujuan dan kriteria keberhasilan, dan
✔️ menetapkan penataan distribusi, sumbersumber (Fattah, 2008: 56).
π Konsep perencanaan strategik dapat diterapkan dalam perencanaan pendidikan dengan perencanaan strategik, ada kecenderungan diperoleh suatu perumusan program yang lebih operasional.
π Berbagai faktor baik internal (organisasi) maupun eksternal (lingkungan) yang berpengaruh perlu diperhitungkan dalam proses perencanaan ini.
π Pendekatan sistem sebagai suatu metode atau teknik analisis (system analysis) terutama berfungsi dalam hal memecahkan masalah atau pengambilan keputusan.
Dalam hal ini sistem dikaitkan dengan metode ilmiah.
Analisis sistem ini mencakup:
✔️ menyadari adanya masalah;
✔️mengidentifikasi variabel-variabel yang relevan;
✔️ menganalisis dan mensintesiskan faktor-faktor sehubungan dengan masalah yang dihadapi;
✔️menentukan kesimpulan dalam bentuk program-program kegiatan.
π Dalam kaitan ini diaplikasikan paham sistem terhadap proses manajemen dalam wadah keorganisasian yang menjelaskan adanya suatu model umum dari sistem.
π Model umum dari suatu organisasi sebagai suatu sistem adalah adanya komponen-komponen masukan (input), transformasi, keluaran (output).
π Manajemen stratejik dan manajemen operasional sangat dibutuhkan oleh : semua organisasi dalam berproses dan beraktivitas.
Kenapa ?
π Karena tanpa keduanya, semua usaha dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan akan mengalami kegagalan, minimal tujuan itu tak akan tercapai secara maksimal.
π Hani Handoko (1998: 6-7) memberikan tiga alasan utama mengapa manajemen itu
dibutuhkan dalam setiap organisasi, yaitu:
1. Untuk mencapai tujuan
Dengan penerapan manajemen yang baik, maka pencapaian tujuan organisasi dan perorangan akan lebih mudah tercapai,
sebab dengan manajemen kegiatan organisasi diproses secara sistematis
mulai tahapan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengontrolan, hingga penilaian.
2. Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan yang saling bertentangan. Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara berbagai tujuan, sasaran, kegiatan pembagian tugas, pembiayaan dan lain-lain.
3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Suatu pekerjaan dan aktivitas organisasi dapat diukur dengan berbagai pendekatan dan cara. Ukuran yang umum dipakai adalah standar efisiensi dan efektivitas.
Fungsi Management ?
π Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan. Perencanaan dalam suatu organisasi atau lembaga pendidikan dibutuhkan adanya strategi atau yang disebut dengan perencanaan strategik (Renstra).
π Perencanaan strategik disebut juga perencanaan jangka panjang.
✍️ Strategi itu menurut R.G. Murdick J.E. Ross (1983) diartikan sebagai konfigurasi tentang hasil yang diharapkan tercapai pada masa depan. Dapat juga disebut konsepsi hari depan.
✍️ Bentuk konfigurasi terungkap berdasarkan:
(1) ruang lingkup,
(2) hasil persaingan,
(3) target, dan
(4) penataan sumber-sumber.
π Pertama, ruang lingkup pendidikan menyangkut hasil-hasil pendidikan yang
diharapkan, pemakai hasil pendidikan, pasarana hasil pendidikan, kualitas hasil dan karakteristik yang ditentukan untuk hasil pendidikan.
π Kedua, kemampuan hasil (produktivitas) pendidikan yang berkaitan dengan posisi suplai, pengelolaan yang spesifik dan kapasitas merenspons terhadap gerak perubahan.
π Ketiga, spesifikasi target-target yang menegaskan pernyataan kuantitatif target-target yang menegaskan pernyataan kuantitatif tujuan-tujuan yang akan dicapai, profitabilitas dan investasi beserta perkiraan resiko atau faktor penunjang lainnya.
π Keempat, penentuan sumber-sumber pendidikan menyangkut alokasi pengembangan sumber daya kependidikan, faktor geografik dan kecenderungan perubahan dengan perubahan yang berkenaan dengan sistem nilai. Sistem nilai itu akan memberi arah terhadap konsep, gagasan maupun praktik-praktik kependidikan (Fattah, 2008: 55-56)
✍️ Pengertian perencanaan strategik diungkapkan oleh Johnson Kast Rozens Weig, sebagaimana dikutip Nanang Fatts yaitu " proses penentuan sasaran utama, kebijaksanaan yang mengatur pengadaan dan pendayagunaan sumber-sumber serta strategi yang mengatur pengadaan dan pendayagunaan sumber untuk pencapaian tujuan. "
Langkah-langkah penyusunan rencana strategik, meliputi:
✔️ analisis keadaan sekarang dan akan datang ;
✔️ identifikasi kekuatan dan kelemahan lembaga/organisasi;
✔️ mempertimbangkan norma-norma;
✔️identifikasi kemungkinan dan resiko;
✔️ menentukan ruang lingkup hasil dan
kebutuhan masyarakat;
✔️ menilai faktor-faktor penunjang;
merumuskan tujuan dan kriteria keberhasilan, dan
✔️ menetapkan penataan distribusi, sumbersumber (Fattah, 2008: 56).
π Konsep perencanaan strategik dapat diterapkan dalam perencanaan pendidikan dengan perencanaan strategik, ada kecenderungan diperoleh suatu perumusan program yang lebih operasional.
π Berbagai faktor baik internal (organisasi) maupun eksternal (lingkungan) yang berpengaruh perlu diperhitungkan dalam proses perencanaan ini.
π Pendekatan sistem sebagai suatu metode atau teknik analisis (system analysis) terutama berfungsi dalam hal memecahkan masalah atau pengambilan keputusan.
Dalam hal ini sistem dikaitkan dengan metode ilmiah.
Analisis sistem ini mencakup:
✔️ menyadari adanya masalah;
✔️mengidentifikasi variabel-variabel yang relevan;
✔️ menganalisis dan mensintesiskan faktor-faktor sehubungan dengan masalah yang dihadapi;
✔️menentukan kesimpulan dalam bentuk program-program kegiatan.
π Dalam kaitan ini diaplikasikan paham sistem terhadap proses manajemen dalam wadah keorganisasian yang menjelaskan adanya suatu model umum dari sistem.
π Model umum dari suatu organisasi sebagai suatu sistem adalah adanya komponen-komponen masukan (input), transformasi, keluaran (output).
π Manajemen stratejik dan manajemen operasional sangat dibutuhkan oleh : semua organisasi dalam berproses dan beraktivitas.
Kenapa ?
π Karena tanpa keduanya, semua usaha dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan akan mengalami kegagalan, minimal tujuan itu tak akan tercapai secara maksimal.
π Hani Handoko (1998: 6-7) memberikan tiga alasan utama mengapa manajemen itu
dibutuhkan dalam setiap organisasi, yaitu:
1. Untuk mencapai tujuan
Dengan penerapan manajemen yang baik, maka pencapaian tujuan organisasi dan perorangan akan lebih mudah tercapai,
sebab dengan manajemen kegiatan organisasi diproses secara sistematis
mulai tahapan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengontrolan, hingga penilaian.
2. Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan yang saling bertentangan. Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara berbagai tujuan, sasaran, kegiatan pembagian tugas, pembiayaan dan lain-lain.
3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Suatu pekerjaan dan aktivitas organisasi dapat diukur dengan berbagai pendekatan dan cara. Ukuran yang umum dipakai adalah standar efisiensi dan efektivitas.
No comments:
Post a Comment