#ekonomi#IlmuManagament#Rasio
DAR ( DEBT TO ASSET RATIO )
✍️ Menurut Kasmir (2012: 156) debt ratio merupakan rasio utang yang di gunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolahan aktiva
✍️ Menurut Harahap (2013: 304) rasio ini menunjukkan sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aktiva lebih besar rasionya lebih besar rasionya lebih aman (solvable) .
📌 Bisa juga dibaca berapa porsi utang dibanding dengan aktiva. supaya aman porsi utang terhadap aktiva harus lebih kecil
✍️ Menurut Wira (2011: 75) debt ratio adalah rasio yang dihitung dengan membagi total hutang (jangka panjang dan pendek) dengan total aset
Sehingga bahwa Debt to Asset Ratio (DAR) adalah rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva.
✍️ Menurut Kasmir (2010: 123) Jika perusahaan bermaksud menambah utang, maka perusahaan perlu menambah dahulu ekuitasnya.ekuitasnya. Secara teoritas apabila perusahaan diilikuidasi masih mampu menutupi utangnya dengan aktiva yang dimiliki.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 156) apabila rasionya rendah, semakin kecil perusahaan dibiayai dengan utang. Standar pengukuran untuk menilai baik tidaknya rasio perusahaan, digunakan rasio rata-rata industri yang sejenis.
✍️ Menurut Hanafi (2014: 79) rasio ini menghitung seberapa jauh dana disediakan oleh kreditur. Rasio yang tinggi berarti perusahaan menggunakan leverage keuangan (financial leverage) yang tinggi.
📌 Sehingga arti penting Debt to Asset Ratio (DAR) adalah Rasio yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh utang atau oleh pihak lain dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh modal.
✍️ Menurut Munawir (2014: 81) faktor yang mempengaruhi Debt to Asset Ratio adalah :
Adanya understated (dicatat relalu kecil) terhadap depresiasi mengakibatkan keuntungan perusahaan dalam tahun –tahun pertama.
Jatuh tempo dari hutang jangka panjang yang tidak diperkirakan
Struktur modal yang tidak baik, misalnya jumlah hutang lebih besar dari pada modal sendiri.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 153) tujuan dari Debt to Asset Ratio (DAR) adalah:
1. Untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya (kreditor).
2. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga ).
3. Untuk menilai keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal .
4. Untuk menilai seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang.
5. Untuk menilai seberapa besar pengaruh utang perusahaan terhadap pengelolaan aktiva.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 154) manfaat dari Debt to Asset Ratio (DAR) adalah :
1. Untuk menganalisis kemampuan posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya.
2. Untuk menganalisis kemampuanperusahaan memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga ) .
3. Untuk menganalisis keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal.
4. Untuk menganalisis seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang.
5. Untuk menganalisis seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.
6. Untuk menganalisis atau mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang.
7. Untuk menganalisis berapa dana pinjaman yang segera akan ditagih ada terdapat sekian kalinya modal sendiri.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 156) Rumus untuk mencari debt ratio dapat digunakan sebagai berikut.
Debt to Asset Ratio = Debt / Totally Assets x 100%
✍️ Menurut Kasmir (2012: 156) Debt to Asset Ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva.
DAR ( DEBT TO ASSET RATIO )
✍️ Menurut Kasmir (2012: 156) debt ratio merupakan rasio utang yang di gunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolahan aktiva
✍️ Menurut Harahap (2013: 304) rasio ini menunjukkan sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aktiva lebih besar rasionya lebih besar rasionya lebih aman (solvable) .
📌 Bisa juga dibaca berapa porsi utang dibanding dengan aktiva. supaya aman porsi utang terhadap aktiva harus lebih kecil
✍️ Menurut Wira (2011: 75) debt ratio adalah rasio yang dihitung dengan membagi total hutang (jangka panjang dan pendek) dengan total aset
Sehingga bahwa Debt to Asset Ratio (DAR) adalah rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva.
✍️ Menurut Kasmir (2010: 123) Jika perusahaan bermaksud menambah utang, maka perusahaan perlu menambah dahulu ekuitasnya.ekuitasnya. Secara teoritas apabila perusahaan diilikuidasi masih mampu menutupi utangnya dengan aktiva yang dimiliki.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 156) apabila rasionya rendah, semakin kecil perusahaan dibiayai dengan utang. Standar pengukuran untuk menilai baik tidaknya rasio perusahaan, digunakan rasio rata-rata industri yang sejenis.
✍️ Menurut Hanafi (2014: 79) rasio ini menghitung seberapa jauh dana disediakan oleh kreditur. Rasio yang tinggi berarti perusahaan menggunakan leverage keuangan (financial leverage) yang tinggi.
📌 Sehingga arti penting Debt to Asset Ratio (DAR) adalah Rasio yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh utang atau oleh pihak lain dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh modal.
✍️ Menurut Munawir (2014: 81) faktor yang mempengaruhi Debt to Asset Ratio adalah :
Adanya understated (dicatat relalu kecil) terhadap depresiasi mengakibatkan keuntungan perusahaan dalam tahun –tahun pertama.
Jatuh tempo dari hutang jangka panjang yang tidak diperkirakan
Struktur modal yang tidak baik, misalnya jumlah hutang lebih besar dari pada modal sendiri.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 153) tujuan dari Debt to Asset Ratio (DAR) adalah:
1. Untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya (kreditor).
2. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga ).
3. Untuk menilai keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal .
4. Untuk menilai seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang.
5. Untuk menilai seberapa besar pengaruh utang perusahaan terhadap pengelolaan aktiva.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 154) manfaat dari Debt to Asset Ratio (DAR) adalah :
1. Untuk menganalisis kemampuan posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya.
2. Untuk menganalisis kemampuanperusahaan memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga ) .
3. Untuk menganalisis keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal.
4. Untuk menganalisis seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang.
5. Untuk menganalisis seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.
6. Untuk menganalisis atau mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang.
7. Untuk menganalisis berapa dana pinjaman yang segera akan ditagih ada terdapat sekian kalinya modal sendiri.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 156) Rumus untuk mencari debt ratio dapat digunakan sebagai berikut.
Debt to Asset Ratio = Debt / Totally Assets x 100%
✍️ Menurut Kasmir (2012: 156) Debt to Asset Ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva.
No comments:
Post a Comment