#Ekonomi#IlmuManagament#Obligasi
Pengertian Obligasi
✍️ Penelitian ini merupakan kombinasi dari penelitian sebelumnya yaitu Raharja dan Sari (2008) dan Yuliana et al (2011) "yang menggabungkan faktor keuangan dan non keuangan pada peringkat obligasi".
" Metode pengujian data pada penelitian ini menggunakan analisis faktor yang masih jarang digunakan dalam meneliti peringkat obligasi ". ✔️
π Teori sinyal menjelaskan mengapa "perusahaan " mempunyai " dorongan " untuk " memberikan informasi laporan keuangan" pada " pihak eksternal".
✍️ Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi karena terdapat asimetri informasi antara perusahaan dan pihak luar (Lina 2010) dimana pihak manajemen memiliki lebih banyak informasi dan prospek perusahaan dimasa mendatang.
✍️ Asimetri informasi dapat terjadi di antara dua kondisi ekstrem yaitu perbedaan informasi yang kecil sehingga tidak mempengaruhi manajemen, atau perbedaan yang sangat signifikan sehingga dapat berpengaruh terhadap manajemen dan harga saham (Sartono, 1996
dalam Raharja & Sari, 2008).
✍️ Informasi-informasi yang tersebut dapat berupa pemberian peringkat obligasi yang dipublikasikan yang diharapkan dapat menjadi sinyal kondisi keuangan perusahaan dan menggambarkan, kemungkinan terjadi terkait utang yang
dimiliki (Raharja & Sari, 2008).
" Sinyal-sinyal yang disampaikan oleh manajemen berupa laporan keuangan dapat digambarkan melalui rasio keuangan". ✔️
✍️ Rasio keuangan tersebut dapat digunakan untuk memprediksi peringkat obligasi, sehingga investor dapat menghitung risiko yang terkandung dalam obligasi tersebut (Lina, 2010).
✍️ Obligasi adalah surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindah
tangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang
telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut (Bursa Efek Indonesia, 2010).
✍️ Peringkat obligasi mencoba mengukur risiko kegagalan yaitu peluang emiten atau peminjam akan mengalami kondisi tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya (Foster 1986 dalam Raharja & Devi, 2008).
✍️ Peringkat Obligasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah peringkat dengan katagori invesment grade yang dibagi menjadi 2, yaitu
✔️ high investment grade untuk obligasi perusahaannya dengan risiko default sangat rendah ( AAA sampai A) dan
✔️ low investment grade dengan risiko defaultnya yang lebih tinggi (BBB) (Restuti dan Aldo, 2010).
π Pembagian peringkat menjadi " high investment grade" dan " low investment grade" dilakukan karena , " hampir semua obligasi " yang dinilai oleh " lembaga pemeringkat " mendapat peringkat investment grade.
π Perusahaan yang mendapatkan peringkat " obligasi di bawah" invesment grade memilih untuk " tidak mempublikasikan "hasil penelitian tersebut dan pada akhirnya " tidak menerbitkan obligasinya".
π PT Pefindo merupakan salah satu agen pemeringkat di Indonesia. Metode
pemeringkatan pada Pefindo mencakup penilaian atas tiga risiko utama, yaitu risiko industri, risiko bisnis dan risiko finansial :
1. Penilaian risiko industri mencakup:
✔️pertumbuhan industri dan stabilitas
(growth & stability),
✔️struktur pendapatan dan struktur biaya (revenue & cost
structure),
✔️ tingkat persaingan dalam industri (competition),
✔️ regulasi (regulatory framework), dan profil keuangan dari industri (financial profile).
2. Penilaian Risiko Finansial (financial Risks) mencakup :
✔️kebijakan keuangan manajemen perusahaan (financial policy), dan empat indikator keuangan termasuk profitabilitas (profitability),
✔️struktur modal (capital structure),
perlindungan arus kas (cash flow protection) dan fleksibilitas keuangan
(financial flexibility).
3. Penilaian Risiko Bisnis (business risks) Metode dilakukan berdasarkan pada
faktor-faktor kunci kesuksesan (key success factors) dari industri dimana
perusahaan digolongkan.
" Selain itu juga dilakukan analisis perbandingan terhadap pesaing-pesaing sejenis dalam industri yang sama maupun industri itu sendiri dengan industri lainnya" . ✔️
✍️ Umur obligasi (maturity) adalah " tanggal dimana " pemegang obligasi akan mendapatkan " pembayaran " kembali pokok pinjaman atau nilai nominal obligasi dan bunga periodik yang dimilikinya.
✍️ Investor cenderung " tidak menyukai " obligasi dengan " umur yang lebih panjang" karena " risiko yang akan didapat juga akan semakin
besar" (Diamonds, 1991) dalam (Andry, 2005).
" Semakin pendek umur obligasi maka
kekhawatiran investor akan adanya risiko gagal bayar diperusahaan semakin rendah,
karena jangka waktu yang relatif singkat dan jumlah utang yang biasanya tidak
terlalu banyak dibandingkan dengan utang jangka panjang". ✔️
π Sehingga dapat dikatankan umur " obligasi yang semakin pendek " akan memberikan " peringkat obligasi yang tinggi " bagi perusahaan.
" Kondisi ini dapat menjadi sinyal yang dapat mempengaruhi keputusan investor nantinya untuk berinvestasi pada obligasi
perusahaan tersebut" .✔️
π " Jaminan adalah salah satu aspek penting pada obligasi karena adanya jaminan pada obligasi, berarti perusahaan dapat menekan resiko default kepada para pemegang obliasi" .
✍️ Joseph (2002) dalam Andry 2005) menyatakan jika aset perusahaan dijaminkan untuk obligasi, maka rating obligasi pun akan membaik sehingga
obligasi tersebut dapat dikategorikan aman.
" Peringkat obligasi yang tinggi memberikan sinyal tentang rendahnya probabilitas kegagalan pembayaran utang
sebuah perusahaan" . ✔️
π " Jika obligasi dijamin dengan aset yang bernilai tinggi, akan
memberikan rasa aman kepada para investor karena perusahaan dapat menyakinkan investor bahwa perusahaan dapat memenuhi" pembayaran bunga" dan " pokok pinjaman dengan baik " melalui asset yang dijaminkan tersebut".
Sehingga " risiko gagal bayar yang akan dihadapi" oleh investor akan berkurang. Sehingga obligasi yang diberi jaminan akan memberikan peringkat yang tinggi bagi perusahaan.
π Salah satu cara untuk mengurangi asimetri informasi adalah dengan memberikan sinyal pada pihak luar berupa kualitas informasi yang di ungkapkan perusahaan dalam laporan keuangan. Salah satu informasi tersebut adalah opini auditor dinilai sangat penting bagi para pembaca laporan keuangan karena laporan auditor memberi gambaran mengenai keadaan suatu perusahaan.
" Semakin tinggi reputasi auditor diharapkan semakin baik hasil audit laporan keuangan tersebut. " ✔️
✍️ Laporan keuangan yang diaudit oleh KAP big 4 dinilai lebih berkualitas apabila dibandingkan dengan KAP non big 4, karena opini yang dihasilkan KAP big 4 akan lebih independen, sehingga dapat mengurangi agency risk, dan menurunkan default risk yang pada akhirnya akan meningkatkan peringkat
obligasi perusahaan tersebut (Sunarjanto & Tulasi, 2013).
π Jadi " semakin baik " reputasi KAP yang mengaudit laporan perusahaan maka " semakin tinggi peringkat " yang
diperoleh " obligasi " tersebut. ✔️
π" Semakin tinggi peringkat obligasi memberikan sinyal bahwa probabilitas resiko kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajibananya semakin rendah".✔️
Pengertian Obligasi
✍️ Penelitian ini merupakan kombinasi dari penelitian sebelumnya yaitu Raharja dan Sari (2008) dan Yuliana et al (2011) "yang menggabungkan faktor keuangan dan non keuangan pada peringkat obligasi".
" Metode pengujian data pada penelitian ini menggunakan analisis faktor yang masih jarang digunakan dalam meneliti peringkat obligasi ". ✔️
π Teori sinyal menjelaskan mengapa "perusahaan " mempunyai " dorongan " untuk " memberikan informasi laporan keuangan" pada " pihak eksternal".
✍️ Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi karena terdapat asimetri informasi antara perusahaan dan pihak luar (Lina 2010) dimana pihak manajemen memiliki lebih banyak informasi dan prospek perusahaan dimasa mendatang.
✍️ Asimetri informasi dapat terjadi di antara dua kondisi ekstrem yaitu perbedaan informasi yang kecil sehingga tidak mempengaruhi manajemen, atau perbedaan yang sangat signifikan sehingga dapat berpengaruh terhadap manajemen dan harga saham (Sartono, 1996
dalam Raharja & Sari, 2008).
✍️ Informasi-informasi yang tersebut dapat berupa pemberian peringkat obligasi yang dipublikasikan yang diharapkan dapat menjadi sinyal kondisi keuangan perusahaan dan menggambarkan, kemungkinan terjadi terkait utang yang
dimiliki (Raharja & Sari, 2008).
" Sinyal-sinyal yang disampaikan oleh manajemen berupa laporan keuangan dapat digambarkan melalui rasio keuangan". ✔️
✍️ Rasio keuangan tersebut dapat digunakan untuk memprediksi peringkat obligasi, sehingga investor dapat menghitung risiko yang terkandung dalam obligasi tersebut (Lina, 2010).
✍️ Obligasi adalah surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindah
tangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang
telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut (Bursa Efek Indonesia, 2010).
✍️ Peringkat obligasi mencoba mengukur risiko kegagalan yaitu peluang emiten atau peminjam akan mengalami kondisi tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya (Foster 1986 dalam Raharja & Devi, 2008).
✍️ Peringkat Obligasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah peringkat dengan katagori invesment grade yang dibagi menjadi 2, yaitu
✔️ high investment grade untuk obligasi perusahaannya dengan risiko default sangat rendah ( AAA sampai A) dan
✔️ low investment grade dengan risiko defaultnya yang lebih tinggi (BBB) (Restuti dan Aldo, 2010).
π Pembagian peringkat menjadi " high investment grade" dan " low investment grade" dilakukan karena , " hampir semua obligasi " yang dinilai oleh " lembaga pemeringkat " mendapat peringkat investment grade.
π Perusahaan yang mendapatkan peringkat " obligasi di bawah" invesment grade memilih untuk " tidak mempublikasikan "hasil penelitian tersebut dan pada akhirnya " tidak menerbitkan obligasinya".
π PT Pefindo merupakan salah satu agen pemeringkat di Indonesia. Metode
pemeringkatan pada Pefindo mencakup penilaian atas tiga risiko utama, yaitu risiko industri, risiko bisnis dan risiko finansial :
1. Penilaian risiko industri mencakup:
✔️pertumbuhan industri dan stabilitas
(growth & stability),
✔️struktur pendapatan dan struktur biaya (revenue & cost
structure),
✔️ tingkat persaingan dalam industri (competition),
✔️ regulasi (regulatory framework), dan profil keuangan dari industri (financial profile).
2. Penilaian Risiko Finansial (financial Risks) mencakup :
✔️kebijakan keuangan manajemen perusahaan (financial policy), dan empat indikator keuangan termasuk profitabilitas (profitability),
✔️struktur modal (capital structure),
perlindungan arus kas (cash flow protection) dan fleksibilitas keuangan
(financial flexibility).
3. Penilaian Risiko Bisnis (business risks) Metode dilakukan berdasarkan pada
faktor-faktor kunci kesuksesan (key success factors) dari industri dimana
perusahaan digolongkan.
" Selain itu juga dilakukan analisis perbandingan terhadap pesaing-pesaing sejenis dalam industri yang sama maupun industri itu sendiri dengan industri lainnya" . ✔️
✍️ Umur obligasi (maturity) adalah " tanggal dimana " pemegang obligasi akan mendapatkan " pembayaran " kembali pokok pinjaman atau nilai nominal obligasi dan bunga periodik yang dimilikinya.
✍️ Investor cenderung " tidak menyukai " obligasi dengan " umur yang lebih panjang" karena " risiko yang akan didapat juga akan semakin
besar" (Diamonds, 1991) dalam (Andry, 2005).
" Semakin pendek umur obligasi maka
kekhawatiran investor akan adanya risiko gagal bayar diperusahaan semakin rendah,
karena jangka waktu yang relatif singkat dan jumlah utang yang biasanya tidak
terlalu banyak dibandingkan dengan utang jangka panjang". ✔️
π Sehingga dapat dikatankan umur " obligasi yang semakin pendek " akan memberikan " peringkat obligasi yang tinggi " bagi perusahaan.
" Kondisi ini dapat menjadi sinyal yang dapat mempengaruhi keputusan investor nantinya untuk berinvestasi pada obligasi
perusahaan tersebut" .✔️
π " Jaminan adalah salah satu aspek penting pada obligasi karena adanya jaminan pada obligasi, berarti perusahaan dapat menekan resiko default kepada para pemegang obliasi" .
✍️ Joseph (2002) dalam Andry 2005) menyatakan jika aset perusahaan dijaminkan untuk obligasi, maka rating obligasi pun akan membaik sehingga
obligasi tersebut dapat dikategorikan aman.
" Peringkat obligasi yang tinggi memberikan sinyal tentang rendahnya probabilitas kegagalan pembayaran utang
sebuah perusahaan" . ✔️
π " Jika obligasi dijamin dengan aset yang bernilai tinggi, akan
memberikan rasa aman kepada para investor karena perusahaan dapat menyakinkan investor bahwa perusahaan dapat memenuhi" pembayaran bunga" dan " pokok pinjaman dengan baik " melalui asset yang dijaminkan tersebut".
Sehingga " risiko gagal bayar yang akan dihadapi" oleh investor akan berkurang. Sehingga obligasi yang diberi jaminan akan memberikan peringkat yang tinggi bagi perusahaan.
π Salah satu cara untuk mengurangi asimetri informasi adalah dengan memberikan sinyal pada pihak luar berupa kualitas informasi yang di ungkapkan perusahaan dalam laporan keuangan. Salah satu informasi tersebut adalah opini auditor dinilai sangat penting bagi para pembaca laporan keuangan karena laporan auditor memberi gambaran mengenai keadaan suatu perusahaan.
" Semakin tinggi reputasi auditor diharapkan semakin baik hasil audit laporan keuangan tersebut. " ✔️
✍️ Laporan keuangan yang diaudit oleh KAP big 4 dinilai lebih berkualitas apabila dibandingkan dengan KAP non big 4, karena opini yang dihasilkan KAP big 4 akan lebih independen, sehingga dapat mengurangi agency risk, dan menurunkan default risk yang pada akhirnya akan meningkatkan peringkat
obligasi perusahaan tersebut (Sunarjanto & Tulasi, 2013).
π Jadi " semakin baik " reputasi KAP yang mengaudit laporan perusahaan maka " semakin tinggi peringkat " yang
diperoleh " obligasi " tersebut. ✔️
π" Semakin tinggi peringkat obligasi memberikan sinyal bahwa probabilitas resiko kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajibananya semakin rendah".✔️
No comments:
Post a Comment