Tuesday, 26 November 2019

Apa yang harus diperhatikan dalam Management Operational?

#Ekonomi#IlmuManagament#Operasional

Management Operational

✍️ Ebert & Griffin (2006), Manajemen operasional merupakan sebuah proses pengarahan dan pengontrolan dari proses transformasi sumber daya yang ada menjadi barang jadi yang dapat memberikan nilai dan keuntungan untuk konsumen.

๐Ÿ‘‰ Dalam menciptakan "  manajemen operasional yang efektif dan efisien " , dapat dilihat melalui:  fungsi manajemen operasional sebagai berikut:
a. Perencanaan operasional (operations plan)
๐Ÿ‘‰ Perencanaan operasi dibagi menjadi lima kategori yaitu : perencanaan kapasitas, lokasi, susunan tata ruang (layout), kualitas dan metode produksi.

b. Penskedulan operasional (operations schedules)
๐Ÿ‘‰ Manajer mengembangkan daftar atau jadwal dalam mendapatkan dan menggunakan sumber daya produksi.
Penjadwalan menunjukkan produk apa yang akan diproduksi, kapan proses produksi dilakukan dan sumber daya yang akan digunakan.

c. Pengawasan operasional (operations control)
๐Ÿ‘‰ Pengawasan operasional menyangkut manajemen material dan pe-ngendalian mutu.

"Manajemen material terdiri dari empat area yaitu transportasi, pergudangan, inventori dan pembelian bahan baku untuk produksi."✔️

✍️ Total Quality Management (TQM) biasanya disebut dengan jaminan kualitas terdapat didalamnya seluruh aktifitas yang perlu untuk menghasilkan kualitas produk dan jasa yang baik untuk pangsa pasar.

Dalam TQM melibatkan beberapa bagian
di dalamnya yaitu :
a. Perencanaan kualitas (planning for quality)
๐Ÿ‘‰ Untuk pencapaian kualitas yang baik, manajer harus merencanakan proses produksi. Merencanakan kualitas, baik sebelum atau sesudah produk itu di desain atau di desain
ulang. Pada awal proses, manajer harus mengatur tujuan untuk kualitas kinerja dan kehandalan kualitas.

b. Pengorganisasian Kualitas (organizing for quality)
๐Ÿ‘‰ Dalam memproduksi kualitas yang baik akan produk dan jasa memerlukan kemauan dari seluruh bagian dalam organisasi.

c. Pengarahan Kualitas (directing for quality)
๐Ÿ‘‰Manajer harus bisa memotivasi karyawan untuk membantu perusahaan dalam pencapaian tujuan akan kualitas itu.
Jika manajer sukses, karyawan akan dapat mencapai kualitas pimpinan (quality ownership) yang merupakan ide dari kualitas yang berasal dari seseorang yang menciptakan itu ketika mengerjakan pekerjaan itu.

d. Pengontrolan Kualitas (controlling for quality)
๐Ÿ‘‰Dalam memonitor produk dan jasa, perusahaan dapat mendeteksi kesalahan dan melakukan perbaikan.
Manajer harus bisa menentukan standar yang spesifik dan pengukuran.

" Kepuasan konsumen"  dapat dilihat dari " keunggulan kualitas"  yang dihasilkan dari " proses menciptakan produk dan jasa tersebut" .

 Kenapa ?๐Ÿ˜ฒ

Karena, ketika produk yang dihasilkan dari " proses tersebut memiliki kualitas baik " maka " perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan akan mutu kualitas dari cetakan tersebut" telah sesuai dengan standar kualitas yang ada.

✍️ Seperti yang diungkapkan oleh Ebbert & Griffin (2006), bahwa
" jaminan akan kualitas didalamnya terdapat pada seluruh aktifitas yang diperlukan untuk menghasilkan kualitas produk dan jasa yang baik untuk pangsa pasar. " Oleh sebab itu, kualitas menjadi jaminan dan penentu dari produk yang dihasilkan.

✍️ Berdasarkan teori Ebert & Griffin (2006), Total Quality Management (TQM) biasanya disebut dengan " jaminan kualitas terdapat didalamnya seluruh aktifitas" yang perlu untuk menghasilkan kualitas yang baik untuk pangsa pasar.

✍️ Berdasarkan teori Ebert & Griffin (2006), Controlling for Quality dalam memonitor produk dan jasa, perusahaan dapat mendeteksi kesalahan dan melakukan perbaikan.

" Manajer harus bisa menentukan standar yang spesifik dan pengukuran. " ✔️

No comments:

Post a Comment

TARUHAN TENTANG PENILAIAN TOPENG?

  PERILAKU POLITIK TAPI OTAK MANDAT!!  2 Agustus 2025, mungkin harus ku tuliskan beberapa point besar terhadap " Oknum-oknum " yan...