#Ekonomi#IlmuManagament#UjiNormalitas#Penelitian
Uji Normalitas
✍️ Menurut Ghozali (2013:160-164),
" Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik."
📌 Salah satu cara termudah untuk melihat nomalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang dibandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal.
Namun demikian hanya dengan melihat histogram hal ini dapat menyesatkan khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Metode yang lebih handal adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal.
📌 Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.
✍️ Uji normalitas dengan grafik dapat menyesatkan kalau tidak hati-hati secara visual kelihatan normal, padahal secara statistik bisa sebaliknya. Oleh sebab itu dianjurkan disamping uji grafik dilengkapi dengan uji statistik.
✍️ Uji statistik lain yang dapat digunakan untuk menguji nomalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S).
Uji K-S dilakukan dengan membuat hipotesis :
H0 : Data residual berdistribusi normal
HA : Data residual tidak berdistribusi normal
✍️ Model analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan dan pengaruh variable independen yang jumlahnya dua atau lebih (X1,X2) terhadap variable dependen (Y). Rumusnya adalah sebagai berikut :
Keterangan :
Y = variable
a = Konstanta
b1, b2, b3 = KoefisienRegresi
X1 = variable
e = Standar Error
Uji Normalitas
✍️ Menurut Ghozali (2013:160-164),
" Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik."
📌 Salah satu cara termudah untuk melihat nomalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang dibandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal.
Namun demikian hanya dengan melihat histogram hal ini dapat menyesatkan khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Metode yang lebih handal adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal.
📌 Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.
✍️ Uji normalitas dengan grafik dapat menyesatkan kalau tidak hati-hati secara visual kelihatan normal, padahal secara statistik bisa sebaliknya. Oleh sebab itu dianjurkan disamping uji grafik dilengkapi dengan uji statistik.
✍️ Uji statistik lain yang dapat digunakan untuk menguji nomalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S).
Uji K-S dilakukan dengan membuat hipotesis :
H0 : Data residual berdistribusi normal
HA : Data residual tidak berdistribusi normal
✍️ Model analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan dan pengaruh variable independen yang jumlahnya dua atau lebih (X1,X2) terhadap variable dependen (Y). Rumusnya adalah sebagai berikut :
Keterangan :
Y = variable
a = Konstanta
b1, b2, b3 = KoefisienRegresi
X1 = variable
e = Standar Error
No comments:
Post a Comment