#Ekonomi#IlmuManajemen#Rasio
ITO ( INVENTORY TURN OVER )
✍️ Menurut Kasmir (2012: 180) rasio yang diguanakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam sediaan (inventory) ini berputar dalam suatu periode .
✍️ Menurut Munawir (2012: 240) ratio antara penjualan dengan rata-rata persedian yang dinilai berdasar harga jual atau kalau memungkinkan ratio ini- dihitung dengan memperbandingkan antara harga pokok penjualan rata-rata persedian.
✍️ Menurut Harahap (2013: 308) rasio ini menunjukkan berapa cepat perputaran persedian dalam siklus produksi normal, semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap bahwa kegiatan penjualan berjalan cepat.
π Sehingga bahwa Inventory Turn Over ( ITO) adalah rasio yang membandingkan antara penjualan dan persediaan.
✍️ Menurut Munawir (2014: 78) tingkat perputaran persediaan mengukur perusahaan dalm memutarkan barang daganganya, dan menunjukkan hubungan antara barang yang diperlukan untuk menunjang atau mengimbangi tingkat penjualan yang ditentukan
✍️ Menurut Subramanyam (2010: 160) penurunan rasio perputaran persediaan sering kali mengindikasikan bahwa produk perusahaan tidak kompetitif, mungkin karena ketinggalan zaman atau teknologi
✍️ Menurut Kasmir (2012: 180) dapat diartikan bahwa perputaran sediaan merupakan yang menunjukkan berapa kali jumlah barang sediaan diganti dalam satu tahun ,semakin kecil rasio ini ,semakin jelek demikian pula sebaliknya
π Sehingga bahwa Inventory Turn Over akan memberi informasi kepada investor tentang seberapa baik perusahaan mengelola aset perusahaan berupa persediaan. Saham lebih populer dan mampu menarik perhatian investor dikarenakan saham menjanjikan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding instrumen lainya.
π Menurut Munawir (2014: 88) faktor-faktor yang mempengaruhi Inventory Turn Over adalah :
- Penghasilan (sales revenue) dan aktiva tanpa memberikan gambaran tentang laba yang diperoleh.
- Penjualan yang hanya satu periode.
- Sedangkan, total operating assets merupakan akumulasi kekayaan perusahaan selama beberapa periode.
π Faktor di luar kemampuan perusahaan untuk diatasi yaitu : ekonomi negara, inflasi dan ketetapan peraturan Pemerintah.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 198) tujuan menggunakan Inventory Turn Over (ITO) adalah :
1. Untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam piutang ini berputar dalam satu periode .
2. Untuk menghitung hari rata-rata penangihan piutang (days of receivable), dimana hasil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih.
3. Untuk menghitung berapa hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang.
4. Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan (working capital turn over).
5. Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode .
6. Untuk mengukur penggunaan semula aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 198) manfaat Inventory Turn Over (ITO) adalah Dalam bidang piutang :
Perusahaan atau manajemen dapat Mengetahui berapa lama piutang mampu ditagih selama satu periode .
π Manajemen dapat mengetahui jumlah hari dalam rata-rata penagihan piutang (days of receivable) sehingga manajemen dapat pula mengetahui jumlah hari (berapa hari ) piutang tersebut rata –rata tidak dapat ditagih:
1. Dalam bidang sediaan
Manajemen dapat mengetahui hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang .
Hasil ini dibandingkan dengan target yang telah ditentukan rata-rata industri .
2. Dalam bidang modal kerja dan penjualan
Manajemen dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau dengan kata lain ,berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan.
3. Dalam bidang aktiva dan penjualan
Manajemen dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode .
Manajemen dapat mengetahui penggunaan semua aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan dalam suatu periode tertentu.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 180) rumusan untuk mencari inventory turn over dapat digunakan .
Inventory turn over = Penjualan/ Persediaan x100%
✍️ Menurut Kasmir (2012: 180) cara menghitung rasio perputaran sediaan dilakukan dengan dua cara yaitu: pertama, membandingkan antara harga pokok barang yang dijual dengan nilai sediaan, dan kedua, membandingkan antara penjualan dengan nilai sediaan.
ITO ( INVENTORY TURN OVER )
✍️ Menurut Kasmir (2012: 180) rasio yang diguanakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam sediaan (inventory) ini berputar dalam suatu periode .
✍️ Menurut Munawir (2012: 240) ratio antara penjualan dengan rata-rata persedian yang dinilai berdasar harga jual atau kalau memungkinkan ratio ini- dihitung dengan memperbandingkan antara harga pokok penjualan rata-rata persedian.
✍️ Menurut Harahap (2013: 308) rasio ini menunjukkan berapa cepat perputaran persedian dalam siklus produksi normal, semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap bahwa kegiatan penjualan berjalan cepat.
π Sehingga bahwa Inventory Turn Over ( ITO) adalah rasio yang membandingkan antara penjualan dan persediaan.
✍️ Menurut Munawir (2014: 78) tingkat perputaran persediaan mengukur perusahaan dalm memutarkan barang daganganya, dan menunjukkan hubungan antara barang yang diperlukan untuk menunjang atau mengimbangi tingkat penjualan yang ditentukan
✍️ Menurut Subramanyam (2010: 160) penurunan rasio perputaran persediaan sering kali mengindikasikan bahwa produk perusahaan tidak kompetitif, mungkin karena ketinggalan zaman atau teknologi
✍️ Menurut Kasmir (2012: 180) dapat diartikan bahwa perputaran sediaan merupakan yang menunjukkan berapa kali jumlah barang sediaan diganti dalam satu tahun ,semakin kecil rasio ini ,semakin jelek demikian pula sebaliknya
π Sehingga bahwa Inventory Turn Over akan memberi informasi kepada investor tentang seberapa baik perusahaan mengelola aset perusahaan berupa persediaan. Saham lebih populer dan mampu menarik perhatian investor dikarenakan saham menjanjikan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding instrumen lainya.
π Menurut Munawir (2014: 88) faktor-faktor yang mempengaruhi Inventory Turn Over adalah :
- Penghasilan (sales revenue) dan aktiva tanpa memberikan gambaran tentang laba yang diperoleh.
- Penjualan yang hanya satu periode.
- Sedangkan, total operating assets merupakan akumulasi kekayaan perusahaan selama beberapa periode.
π Faktor di luar kemampuan perusahaan untuk diatasi yaitu : ekonomi negara, inflasi dan ketetapan peraturan Pemerintah.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 198) tujuan menggunakan Inventory Turn Over (ITO) adalah :
1. Untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam piutang ini berputar dalam satu periode .
2. Untuk menghitung hari rata-rata penangihan piutang (days of receivable), dimana hasil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih.
3. Untuk menghitung berapa hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang.
4. Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan (working capital turn over).
5. Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode .
6. Untuk mengukur penggunaan semula aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 198) manfaat Inventory Turn Over (ITO) adalah Dalam bidang piutang :
Perusahaan atau manajemen dapat Mengetahui berapa lama piutang mampu ditagih selama satu periode .
π Manajemen dapat mengetahui jumlah hari dalam rata-rata penagihan piutang (days of receivable) sehingga manajemen dapat pula mengetahui jumlah hari (berapa hari ) piutang tersebut rata –rata tidak dapat ditagih:
1. Dalam bidang sediaan
Manajemen dapat mengetahui hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang .
Hasil ini dibandingkan dengan target yang telah ditentukan rata-rata industri .
2. Dalam bidang modal kerja dan penjualan
Manajemen dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau dengan kata lain ,berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan.
3. Dalam bidang aktiva dan penjualan
Manajemen dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode .
Manajemen dapat mengetahui penggunaan semua aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan dalam suatu periode tertentu.
✍️ Menurut Kasmir (2012: 180) rumusan untuk mencari inventory turn over dapat digunakan .
Inventory turn over = Penjualan/ Persediaan x100%
✍️ Menurut Kasmir (2012: 180) cara menghitung rasio perputaran sediaan dilakukan dengan dua cara yaitu: pertama, membandingkan antara harga pokok barang yang dijual dengan nilai sediaan, dan kedua, membandingkan antara penjualan dengan nilai sediaan.
No comments:
Post a Comment