Tuesday, 26 November 2019

Sebenarnya siapa saja yang berperan penting di Organisasi atau di Perusahaan?

#Ekonomi#IlmuManagament#KinerjaKeuangan

KINERJA KEUANGAN

✍️ Sasaran utama dari perusahaan adalah untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham (Brigham dan Houston, 2006:68).

" Hal ini salah satunya dapat dilakukan melalui peningkatan kinerja keuangan perusahaan" .✔️

πŸ‘‰ " Untuk mencapai tujuan tersebut, pemegang saham (investor) menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada para profesional (manajer)" .
πŸ‘‰Akan tetapi, dengan adanya pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan maka " kedua pihak tersebut memiliki kepentingan berbeda" .

✍️ Hal ini menimbulkan potensi konflik kepentingan antara pihak￾pihak (prinsipal dan agen) dalam perusahaan (Wulandari, 2006).

"Sebagai pengelola perusahaan, manajer akan lebih banyak mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan dibandingkan pemegang saham" . ✔️

"Adanya asimetri informasi antara manajer dan pemegang saham menimbulkan konflik kepentingan" .✔️

✍️ Konflik kepentingan tersebut mendorong manajer untuk memaksimalkan utilitasnya dengan mengorbankan pemegang saham (Jensen dan Meckling, 1976)

✍️ Mekanisme internal adalah unsur yang selalu diperlukan dalam perusahaan dan sangat berperan dalam mengelola perusahaan (Linda dan Febriyanti, 2010).

✍️Unsur-unsur corporate governance yang berasal dari internal perusahaan menurut
Ariyoto (2000) adalah
✔️  pemegang saham,
✔️ direksi,
✔️ dewan komisaris,
✔️ manajer,
✔️karyawan,
✔️ sistem, dan
✔️ komite audit.

"Mekanisme eksternal adalah cara-cara mengendalikan perusahaan selain dengan menggunakan mekanisme internal perusahaan". ✔️

✍️Faktor eksternal dimaksudkan untuk mendisiplinkan perilaku pihak insider  agar lebih transparan dalam mengelola korporasi, kepemilikan institusional umumnya bertindak sebagai pihak yang memonitor perusahaan (Darwis, 2009).

" Dewan direksi dalam penelitian ini diukur menggunakan jumlah dewan direksi". ✔️

✍️ Maryanah dan Amilin (2011) dalam penelitiannya menyatakan jumlah dewan direksi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

✍️ Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Hapsoro (2008) dan bertentangan dengan Gil dan Obradovich (2012) yang menyatakan bahwa jumlah dewan direksi berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

✍️ Wulandari (2006), Bayrakdaroglu et al. (2012), dan Romano et al. (2012) menyatakan jumlah dewan direksi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan.

✍️ Hapsoro (2008), Maryanah dan Amilin (2011) serta Abbasi et al. (2012) menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara dewan komisaris independen dengan kinerja keuangan.

✍️ Penelitian yang dilakukan oleh Wulandari (2006), Darwis (2009), dan Romano et al. (2012) menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dewan komisaris independen dengan kinerja keuangan. Komite audit dalam penelitian ini diukur menggunakan jumlah komite audit.

✍️ Hapsoro (2008) serta Gil dan Obradovich (2012) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa jumlah komite audit berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

✍️ Hal ini bertentangan dengan Romano et al. (2012) yang menyatakan bahwa jumlah komite audit berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

✍️ Gil dan Obradovich (2012) menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.

✍️ Sedangkan Maryanah dan Amilin (2011) menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan.

✍️ Bayrakdaroglu et al. (2012), Hapsoro (2008), dan Darwis (2009) menyatakan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

✍️ Hasil penelitian Darwis (2009) dan Abbasi et al. (2012) menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sedangkan Wulandari (2006) dan Hapsoro (2008) menyatakan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan.

πŸ‘‰ Hubungan keagenan terjadi ketika " satu atau lebih individu " yang disebut sebagai " prinsipal menyewa individu"  atau organisasi lain, yang disebut sebagai agen. Untuk melakukan sejumlah jasa dan mendelegasikan kewenangan untuk membuat keputusan pada agen tersebut (Brigham dan Houston, 2006:26).

✍️ Masalah keagenan timbul dari adanya masalah asimetri informasi (Fama dan Jensen, 1983).

πŸ‘‰ "Manajer sebagai orang dalam perusahaan memiliki keuntungan informasi dibandingkan dengan investor yang merupakan orang luar perusahaan".

πŸ‘‰ " Manajer dapat mengeksploitasi keuntungan tersebut melalui pengelolaan informasi yang disampaikan kepada investor" .

✍️ Kondisi ini dikenal dengan istilah adverse selection. Jenis lain asimetri informasi adalah moral hazard. Pemisahan antara kepemilikan dan pengendalian perusahaan
mendorong manajer untuk tidak memaksimalkan usahanya (Jensen dan Meckling, 1976).

✍️ Dalam konteks perusahaan, masalah keagenan yang dihadapi investor mengacu pada kesulitan investor untuk memastikan bahwa dananya tidak disalahgunakan oleh
manajemen perusahaan untuk mendanai kegiatan yang tidak menguntungkan (Wulandari, 2011).

✍️ Menurut Jensen dan Meckling (1976), penyebab konflik antara manajer dan pemegang saham diantaranya adalah pembuatan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas pencarian dana dan
bagaimana dana yang diperoleh tersebut diinvestasikan.

" Corporate governance merupakan suatu mekanisme pengelolaan yang didasarkan pada teori keagenan" . ✔️

✍️ Penerapan konsep corporate governance diharapkan memberikan kepercayaan terhadap agen (manajemen) dalam mengelola kekayaan pemilik (investor), dan pemilik menjadi lebih yakin bahwa agen tidak akan melakukan suatu kecurangan untuk kesejahteraan agen (Darwis, 2009).

πŸ“Œ Indonesian Institute for Corporate Governance mendefinisikan " corporate governance " sebagai proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan dengan tujuan utama " meningkatkan nilai pemegang saham " dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan " stakeholders yang lain".

πŸ“Œ Berkaitan dengan masalah keagenan, " corporate governance " yang merupakan konsep yang didasarkan pada teori keagenan, diharapkan bisa berfungsi sebagai alat untuk memberikan keyakinan pada investor bahwa mereka akan menerima return atas dana yang telah mereka investasikan.

✍️ Corporate governance berkaitan dengan bagaimana para investor yakin bahwa para manajer akan memberikan keuntungan bagi mereka, yakin bahwa manajer tidak akan mencuri/menggelapkan atau menginvestasikan dana atau modal yang telah ditanamkan oleh para investor, dan berkaitan dengan bagaimana para investor mengontrol para manajer (Shleifer dan Vishny, 1997).

" Mekanisme corporate governance meliputi mekanisme internal (struktur dewan direksi dan kepemilikan manajerial) dan mekanisme eksternal (kepemilikan institusional) ".✔️

Di samping itu, untuk membangun sistem pengawasan dan pengendalian yang efektif dalam suatu perusahaan ada dua pihak yang diperlukan, yaitu komite audit, dan komisaris independen. ✔️

No comments:

Post a Comment

TARUHAN TENTANG PENILAIAN TOPENG?

  PERILAKU POLITIK TAPI OTAK MANDAT!!  2 Agustus 2025, mungkin harus ku tuliskan beberapa point besar terhadap " Oknum-oknum " yan...